Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
Kesedihan bapak


__ADS_3

POV Chandra


Pernikahanku tinggal menghitung hari,rumah calon mempelai wanita sudah mulai ramai,oleh para keluarga yg berdatangan dari berbagai daerah,bahkan keluarga pak arya juga datang dari kota,kecuali aku yg belum mempersiapkan apa apa,karena restu ibu yg belum juga kudapatkan.kecuali bapakku yg sekarang pindah dikontrakanku,karena stress menghadapi ulah ibu yg terlalu keras kepala.


"Jangan hiraukan itu nak,tetaplah tenang dan persiapkan dirimu,mengarungi bahtera rumah tangga", ucap bapak


Bapak satu satunya orang yg selalu menyayangiku penuh ketulusan,beda dengan ibu yg membeda bedakanku,dengan kedua adikku.


"Pak,sebaiknya kita temui ibu dan meminta maaf", ucapku.


Tapi bapak menggeleng,air matanya berderai,ia meraih kepalaku kepangkuannya,lalu diusapnya seperti saat ku masih kecil.


"Chandra,sudah saatnya bapak terbuka padamu nak,terlalu lama sudah ku menyimpan rahasia", ucap bapak.


"Rahasia,apa itu pak?", tanyaku.


Bapak menatapku dalam dalam,seperti ingin menelusuri lautan hatiku.


"Chandra,ketahuilah nak,ibu kandungmu sebenarnya sudah meninggal.ibu yg sekarang ini,hanya ibu tirimu", ucap bapak.


Kejujuran bapak membuatku,jatuh menangkup dilantai,kutumpahkan tangisku,ternyata ibu yg sekarang,bukanlah ibu kandungku,pantas saja sikapnya padaku seperti menganak tirikan.


"Bspak,kenapa selama ini menyembunyikan kebenaran itu,bukannya menunjukkan pusara ibuku yg sesungguhnya", ucapku.

__ADS_1


Bapak menangis memelukku,ia seperti ingin menumpahkan beban hatinya selama ini.


"Bapak bertahan hidup dalam rumah tangga dengan ibumu yg sekarang,alasan satu satuku,kamu nak", ucapku.


"Fera dan sukma gimana pak?", tanyaku lagi


"Ia sebenarnya bukan anak bapak,tapi anak bawaan ibumu", ucapku.


"Aku sekarang mengerti,kenapa selama ini,ku tak begitu dihiraukan,rupanya ku hanya anak tiri", bathinku.


"Chandra jangan sedih nak,sekarang kita tinggal berdua,pusatkan perhatianmu pada pernikahanmu yg tinggal menghitung jari,esok kita ke makam almarhum ibumu", ucap bapak sambil menyeka air matanya.


Bapak tertunduk sedih di atas pusara ibuku yg ternyata bernama hayati yg meninggal saat umurku 2 tahun.


Tapi sekuat kuatnya bapak ku sebagai lelaki,ia tak bisa menahan tangis saat berhadapan dengan makam istrinya,yang sangat dicintainya.


"Ibumu wanita terbaik yg pernah kutemui nak,ia sangat lembut dan penyabar", ucap bapak,masih dengan mata yg sembab.


"Sudahlah pak,mari kita pulang ", ucapku,membimbing bapak yg seolah enggan meninggalkan pusara almarhum ibu.


***********


Kirana tersenyum mematut matut dirinya,depan cermin.ia mencoba gaun yg akan dikenakannya untuk akad nikah.

__ADS_1


"Cantik sekali kamu nak", puji dokter zalimah pada anaknya.


"Terima kasih bunda,menurut bunda,ini cocok nggak ma kirana?", tanya kirana pada bundanya.


"Sangat serasi nak,tubuhmu kan langsing semampai", dokter zalimah tak hentinya memuji putri tunggalnya.


Sementara dari jauh,pak arya terus melihat anaknya yg terlihat sangat bahagia.ia tersenyum melihat kebahagiaan kirana.


"Semoga hidupmu bahagia nak,jauh dari marabahaya", ucap pak arya dalam hatinya.


"Arya,putrimu sangat cantik,seandainya dari dulu kulihat,ia sudah lama kulamar untuk agus,anakku", ucap mas wirya,saudara sepupu pak arya.


Ia begitu tertarik melihat dokter kirana yg ternyata cantik jelita.


"Namanya juga jodoh mas,walaupun berapa kali ketemu,kalau bukan jodoh ,takkan menikah juga", ucap pak arya,sembari tersenyum


Ia memang begitu bangga pada putrinya yg berhasil mencapai titek dokter,diusia yg terbilang masih sangat muda.


Dokter kirana,memang sangat banyak diincar pemuda dari berbagai kalangan,tak sedikit dari kepolisian yg selalu menampakkan rasa suka ke kirana,tapi kirana menjatuhkan pilihan pada pemuda yg menawan hatinya.yg kemudian pergi ke alam lain,lalu hadir chandra dengan segala kharisma nya berhasil menaklukkan hati kedua orang tua kirana.hingga menjodohkannya dengan anaknya.


"Jodoh seperti kematian mas,akan datang disaat yg tak disangka sangka", ucap pak arya.


Kesibukan kian terasa,banyak tetangga datang sekedar duduk dan turut meramaikan,2 hari sebelum pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2