
Dokter kirana yg telah resmi berganti status,tetap ke surabaya menjalani pengabdiannya di rumah sakit sebagai seorang ahli bedah.sementara chandra setelah pengangkatan resmi bertugas di kantor pengadilan Negeri di kabupatan tempat dokter zalimah tinggal.
"Kirana,mungkin lebih baik,kamu pindah kesini lagi nak", usul pak arya.
"Emang kenapa ayah", tanya kirana keheranan.
"Kamu kan sudah punya suami nak,sebaiknya kalian tinggal bersama", sahut pak arya.
Kirana terdiam,ia merenungi ucapan ayahnya barusan,yg ada benarnya.
Tugas Chandra sebagai seorang jaksa,dan ia yg seorang dokter,nyaris tak ada kesempatan lagi untuk saling bertemu,padahal statusnya saat ini sebagai pengantin baru.
"Susah ayah,harus ngurus ini dan itu dulu,ribet jadinya", ucap kirana.
Padahal hatinya memang kurang sreg,dengan pernikahannya yg dilaluinya bersama chandra,kirana merasa hampa saat bersama chandra.
"Pikirkan sekali lagi nak", ucap pak arya.
Chandra yg telah pindah kerumah dokter zalimah dengan membawa bapaknya,merasa tidak enak,karna kirana sendiri tidak tinggal bersama mereka.
"Ini rumahmu juga chandra,tinggallah bersama kami nak", ucap pak arya.
Pak arya yg sangat baik dimata chandra,tak bisa membuat chandra menolak usul bapak mertuanya itu,yg sudah seperti bapak kandungnya juga.
************
Saya tak menduga akan menjalani pernikahan yg tak sepenuhnya kuinginkan,keakrabanku dengan chandra,rupanya bukan keakraban antara sepasang kekasih,tapi persahabatan biasa.
"Kirana,kabarnya kamu sudah menikah ya?", tanya dokter fadli
"Begitulah dokter", ucapku santai
Kusandarkan bahuku di kursi dengan cuek.dokter fadli tersenyum melihatku.
"Selamat ya dokter", ucapnya
"Ehmm", sahutku hanya mendehem,aku terasa malas membahas tentang pernikahanku.
"Maaf ya dokter,jika pertanyaanku kurang dokter minati", ucap dokter fadli seperti meledekku.
Sebuah gulungan kertas mendarat di kening dokter fadli,karena merasa telah mengejekku
"Betul kan yg kukatakan?", tanya dokter fadli.
"Saya kurang bahagia dengan pernikahanku dokter,chandra sebenarnya hanya sahabatku dari kecil", ucapku.
Dokter fadli duduk di depanku,ia sepertinya tertarik mendengar ceritaku.
"Kenapa mau menikah dengannya kirana,pernikahan itu sesuatu yg sangat sakral lho", imbuh dokter fadli.
__ADS_1
"Kedua orang tuaku menginginkan pernikahan itu dokter,sedang aku merasa berdosa bila menolaknya", ucapku.
Dokter fadli,menatapku dalam dalam.ia seolah ingin menelanjangi pikiranku.
"Kirana,saya sebenarnya berharap bisa memilikimu,tapi mendadak kudengar kabar pernikahanmu", lirih dokter fadli mengatakan hal itu.
Dokter fadli rekan kerjaku yg memliki semangat kerja yg tinggi,ia sebenarnya sering menampakkan rasa sukanya padaku,tapi karena profesi kami yg terlalu serius dalam bekerja,yang mengandalkan kedisiplinan yg tinggi membuat hubungan kami jadi tak memiliki nuansa apa apa.
"Mungkin itulah jalan yg harus kutempuh dokter", ucapku.
Rupanya keseringan ku curhat pada dokter fadli,menciptakan keakraban yg terbentuk sendiri dari pertemuan pertemuan yg kuanggap biasa,pada akhirnya menciptakan hubungan yg merasa kesepian bila berjauhan.
[Kirana,kapan pulang,saya kangen]Isi pesan WA chandra yg membuatku seketika teringat,jika diriku sebenarnya memiliki suami
[ Belum ada cuti,saya sangat sibuk] balasku sekenanya.
Tak ada balasan lagi dari chandra,yg kabarnya sudah pindah semua ke rumah dekat kuburan.
[ kirana,ingat dirimu sudah bersuami,jaga jarak dari laki laki yg bukan muhrimmu] pesan bunda yg selalu memberiku pesan yg itu itu terus.
[Iya bunda,saya tau kok] balasku.
Teringat keluargaku di kampung yg selalu mengkhawatirkanku.
******
Sebagai suami,aku merasa kirana kurang menghargaiku.sebagai istri,tentu ada waktu sekedar untuk telpon atau VC,tapi tidak untuk kirana,selalu alasan capek dan mengantuk.
"Kirana,kapan pulang nak?", tanya ayah seperti biasanya.
"Entahlah ayah,kirana sangat susah di ajak mengobrol,katanya jadwal operasinya sangat padat", jawabku.
"Sesibuk sibuknya,tetap ada waktu untuk keluarga,kirana sudah keterlaluan itu", sungut bunda yg sementara memasak.
"Besok kita ke surabaya bunda", ucap pak arya
"Iya mas,bunda juga baru mau bilang", jawab bunda.
"Kirana,tidak boleh lagi dibiarkan begitu,itu sama saja menginjak nginjak harga diri pernikahan", pak arya terus menggerutu,sementara bapak hanya terdiam mendengar omelan kedua besannya itu.
Saya khawatir,kirana akan marah padaku,pasti ia menuduhku telah mengadukan nya pada ayah dan bunda.
"Bapak mau ikut ke surabaya nggak?", tanya bunda.
Bapak yg sementara duduk bersama pak arya menggeleng.
"Lain kali aja bu,saya berasa kurang enak badan", jawab bapak.
Untunglah ia menolaknya,saya khawatir bapak akan melihat perang mulut antara kirana dan kedua orang tuanya.
__ADS_1
*********
Saya tidak bisa tinggal diam melihat kondisi rumah tangga anak dan menantuku yg sepsrtinya krisis kasih sayang,ini semua karena kirana yang memang kurang menyetujui pernikahannya dengan chandra.
Pagi pagi buta,kusiapkan sarapan untuk menantu dan besanku,setelah itu berangkat menuju kota surabaya tempat kirana mengabdi.
"Kita tak boleh membiarkan kirana seenaknya yaah", ucap ku.
"Betul bunda,Chandra suami terbaik buat kirana,kita harus bertindak dalam hal ini", sahut mas arya.
Mas arya yg memilih chandra menjadi menantunya,karena terkesan oleh sifat terpuji yg dimiliki chandra.
"Saya curiga,kirana memiliki cinta yg lain", ujar mas arya
Saya termenung memikirkan hal itu,mas arya jarang salah dalam feelingnya.apalagi kirana putrinya,yang tentu bisa ia sangat fahami.
"Itu tidak boleh terjadi mas,dimana harga diri kita sebagai orang tua,bila tak mampu mengendalikan seorang anak", sahutku.
Karena terus mengobrol di sepanjang perjalanan,kamipun tiba di kota surabaya dengan selamat.dan langsung menuju kontrakan kirana,yg telah dihuninya bertahun tahun.
Kebetulan pintu gerbang sedang terbuka,jadi tak perlu lagi teriak teriak.
"Bunda ayah", kirana terkejut melihatku,saat sudah berdiri di pintu.
"Kok gak ngabarin jika mau datang?", tanya kirana lagi.
"Apa perlunya mengabarimu kirana,sebaiknya kamu segera pulang ke kampung,surat surat pindahnya nanti saya dan ayah yg mengurus", ucapku
Kirana terperanjat mendengar ucapanku,wajahnya seketika berubah merah padam,saat mendengar keputusanku.
"Tidak bunda,biarlah saya tetap disini", sanggah kirana.
"Dan suamimu tetap dikampung,jaga citramu,sebagai seorang istri kirana.ingatlah statusmu buksn gadis lagi yg sesukamu berbuat apa pun,ingatlah kirana.seorang istri itu harus mematuhi suami", ucapku dengan berapi api.
Kirana terdiam tak menjawab,membuat emosiku membuncah.
"Kalau begitu,saya mengajukan gugatan cerai saja,jika chandra tak menyetujui saya tetap kerja disini", ucap Kirana.
"Kirana,ini bukan karna chandra,tapi saya yg tidak menyetujuimu tinggal di surabaya", sanggah mas arya.
Diam diam,saya mengurus kepindahan kirana ke kabupaten tempatku meneteap,untungnya saya kenal baik dengan para atasan kirana di propinsi,dengan berbagai alasan yg masuk akal,surat pindah itu berhasil keluar.
"bunda,,kenapa bisa surat pindahku keluar secepat ini", protes kirana.
"Artinya Kamu harus pulang kampung lagi dong,kalau begitu", jawabku.
"Tidak bunda,saya tidak mau pulang kampung!", teriak kirana.
"Kiranaaaa!!;", mas arya membentak dengan Nada yg sudah begitu emosi.
__ADS_1
Kirana meraung raung menangis,menolak meninggalkan surabaya.