
Keputusan dokter Fadli untuk tetap memilih dokter kirana menjadi pilihan tunggalnya,membuat keluarganya tak berkutik lagi.
Bu Farida ibunya dokter Fadli mencoba menenangkan Mbah Kakung yg ngotot memilihkan calon istri untuk cucunya itu.
"Zaman sudah berubah Mbah,dulu zamannya kami,orang tua yg menjodohkan.seiring waktu dengan bergantinya zaman,anak anak yg memilih calonnya sendiri", ibu Farida mencoba menenangkan Mbah Kakung dengan seulas senyuman.
"Saya hanya ingin calon yang isteri Fadli dari keluarga yg jelas bibit bobotnya Farida", tegas Mbah kakung.
Sementara ayahnya dokter Fadli pak Suseno, hanya terdiam.
"Suseno,cobalah beri nasehat sedikit pada anakmu", Mbah Kakung mencoba mempengaruhi Suseno,ia berharap Suseno bisa berpihak padanya.
"Saya hanya mengikut pak,Fadli sudah dewasa,ia berhak memilih calonnya sendiri", ucapan Suseno membuat Mbah Kakung meradang
Ia menggebrak meja dan meninggal kan tempat itu,sementara dirumah Kirana sedang berkumpul juga,membahas perihal rujuknya dokter kirana dengan Chandra demi Melani.
"Saya mengerti maksud ayah dan bunda baik,tapi tidak harus mengorbankan perasaanku dong sebagai seorang wanita, Chandra sudah melukai hatiku,artinya tidak ada kata rujuk lagi!", ucap Kirana pasti.
Dokter zalimah mengurut dada nya,ia sangat fahami karakter Kirana yg sangat keras hati,jarang mau menerima masukan kecuali atas keinginannya sendiri.
"Kirana,setiap masalah ada jalan keluarnya,tuduhanmu tidak terbukti, Karena Chandra hanya dijebak wanita itu untuk bertemu, Chandra tak ada keinginan sedikitpun untuk mengkhianati pernikahanmu", pak Arya,terang terangan membela Chandra.
Kirana dengan wajah memerah menahan kemarahan menyambar kunci mobilnya dan pergi meninggalkan kedua orang tuanya begitu saja.membuat dokter zalimah dan pak arya,menggeleng melihat kelakuan Kirana yg kian sulit diatur
__ADS_1
"Chandra,saya mau bicara!", teriak kirana menggedor pintu kontrakan Chandra.
Chandra yg saat itu sedang istirahat siang terkejut,dan segera membukakan pintu.
"Kirana,masuklah", Chandra mempersilahkan Kirana masuk.
"Chandra,gak usah banyak bas basi,gak usah lagi ya,sok baik depan ayah dan bunda.syukur syukur kamu kuberi izin ketemu melani.jangan pernah berharap saya mau rujuk denganmu lagi", ucap Kirana dengan suara lantang.
Chandra terkejut mendengar penuturan Kirana yg sangat tajam itu,ia hanya terdiam tak menjawab sepatah kata pun.
Kirana setelah selesai menuntaskan amarahnya,pergi meninggalkan Chandra yg berdiri mematung di depan pintu.ia menatap mobil Kirana hingga lenyap.
Chandra menyadari kesalahannya yg tak mungkin bisa dimaafkan lagi.
Kirana merasa lega telah menuntaskan amarahnya pada Chandra,ia tersenyum bisa membuat Chandra menjadi seperti orang bodoh.ia melambatkan laju mobilnya saat dilihatnya orang berkerumun dijalan,nampak polisi juga banyak,sepertinya ada kecelakaan.
"Ada apa didepan?", tanya kirana pada seorang polisi yg kebetulan cukup dikenal Kirana.
"Ada kecelakaan bu dokter", jawab polisi itu.
Kirana yg penasaran segera menepikan mobilnya,melihat siapa orang kecelakaan.
"Danang!", pekik dokter kirana,saat dilihatnya korban tabrak lari itu.
__ADS_1
"Dokter mengenalnya?", tanya seorang polisi
"Iya,saya mengenalnya ia teman sekolahku dulu", sahut dokter kirana.
Danangpun segera dibawa kerumah sakit,ia mengalami luka yg sangat parah,karena motor yg dinaikinya,terseret beberapa meter oleh truk yg lari entah kemana .
Danang segera dibawa ke UGD,Kirana sendiri yg ikut mengantarnya bersama beberapa polisi untuk penyelidikan.
Danang tak sadarkan diri,ia memerlukan transfusi darah beberapa kantong
Kirana menatap wajah Danang dengan rasa iba,laki laki ini juga sangat mencintainya,tapi kirana tak pernah menghiraukannya,sebab hatinya telah dicuri dokter Fadli.
Dokter kirana terkejut saat mendengar kabar dari rekannya sesama dokter jika Danang harus dioperasi karena mengalami geger otak.
Kirana lantas teringat refly yg pergi meninggalkannya saat cintanya mulai tumbuh,refly keadaannya sama persis dengan Danang yg terbaring tak berdaya didepannya ini.
Entah kenapa hidupnya terus dikelilingi masalah demi masalah,seolah olah hidup Kirana dalam lingkaran aura gelap yg selalu ingin menariknya ke dalam kejadian yg mengenaskan.
Kirana membuka dompet Danang yg tiba tiba terjatuh dari celana jeans yg dikenakannya.
Mata Kirana mendadak berair,demi dilihatnya foto foto Kirana,sedari remaja hingga sekarang ada didompet itu.kirana juga menemukan secarik kertas yg sepertinya baru kemarin ditulisnya.
[Hatiku menjadi hampa,saat kudengar Kirana akan rujuk lagi dengan suaminya,ku merasa hidupku tak berguna lagi,apalagi saat kudengar ayah ibuku kerumah dokter kirana, membuatku sangat malu,hingga membuatku ingin pergi jauh dari kota ini,ku tak ingin melihat Kirana lagi,meskipun cintaku takkan pernah luntur untuknya,yang akan kubawa hingga mati]
__ADS_1
Kirana menangis membaca isi kertas itu,ia akui juga memiliki perasaan untuk Danang,tapi kirana juga sulit melupakan dokter Fadli yg pernah bersamanya memperjuangkan kesembuhan untuk refly.