Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
Hari libur


__ADS_3

Setelah Ruwatan rumah dokter zalimah dilakukan,suasana mulai membaik, beberapa letak perabotan juga diubah,atas permintaan seorang teman pak Arya yg kebetulan memiliki ilmu Feng shui rumah.


Chandra yg tadinya kurang yakin tentang mistis,sedikit mulai terbuka hatinya untuk menerima kenyataan jika di sekitar kehidupan,ada kehidupan ghaib yang sejajar dengan alam manusia biasa.


Hari itu kebetulan tanggal merah,keluarga rumah dekat kuburan, Tengah berkumpul menikmati hari libur, mereka tak pernah keluar mencari hiburan diluar, Karena sudah menjadi kesepakatan mereka,sebagai abdi negara, liburan hanya diisi dirumah dengan berbagai acara atau pesta kecil kecilan,terkadang bakar bakaran depan rumah.


setelah selesai pesta kecil, ponsel Chandra tiba tiba berdering,ia nampak gelisah setelah bicara melalui saluran telepon itu.


Kirana memperhatikan gelagat yg mencurigakan dari suaminya itu,tapi sengaja menyembunyikan perasaan nya,didepan ayah dan bundanya.


Akhirnya Chandra memberanikan diri meminta izin keluar, alasan ada tugas yg sangat penting yg akan diselesaikan di luar.ayah dan bunda mengizinkan begitupun halnya dengan Kirana Yg dari tadi diam,dan pura pura tak melihat kegelisahan Chandra, mengizinkan suaminya keluar


Berselang beberapa saat, setelah Chandra keluar,Kirana juga keluar,alasan mau belanja di mall,malah membelokkan mobilnya menuju taman bunga, Yg menjadi tempat tongkrongan terfavorit di daerah nya.tak peduli anak muda,orang tuapun banyak nongkrong disitu.disitu juga banyak penjual makanan yang beraneka ragam,suasana makin riuh,oleh kehadiran odong odong.


Kirana turun dari mobilnya,ia sengaja memakai pakaian yg belum pernah dilihat Chandra,Kirana memakai mantel dan topik selebar caping.matanya nanap mencari keberadaan chandra.


**********


Feelingku sebagai seorang isteri begitu kuat,jika pada Chandra Yg sekarang bertitel suamiku ada kejanggalan.matanya tertumbuk pada Chandra yg kelihatan duduk menyendiri di depan rerimbunan daun beluntas Yg dijadikan pagar hidup.


Tiba tiba jiwaku hancur lebur,saat melihat Chandra didatangi seorang wanita Yg nampak nya masih kuliah.penampilannya terkesan biasa biasa saja, wajahnya cukup manis


Dengan mengendap endap, saya berhasil duduk meringkuk dibelakang nya dan merekam seluruh percakapannya dengan gadis itu


"Mas Chandra kok baru datang,dari tadi kutungguin loh", Gadis itu Protes akan keterlambatan Chandra


"Maaf dek,saya bingung mau cari alasan apa bisa keluar, padahal rasa hatiku tak betah lagi ditengah tengah orang orang yang terlalu Ilmiah,tak ada nuansa santainya sedikitpun", ucap Chandra pada gadis itu,yg membuat luka hatiku.

__ADS_1


Hatiku mengumpat Chandra mendengar penuturan nya,yg kesannya mengolok olok kehidupan keluargaku yg sah sah saja,hidup terlalu Ilmiah,karena sesuai profesinya.


Ingin rasanya kucabik cabik mulutnya,tapi aku tak boleh langsung melabrak, kubutuhkan beberapa bukti yg kuat lagi,untuk membuatnya tak berkutik .


"Kalau gitu,mas Chandra kenapa tetap bertahan disitu, bukannya kirana suka menyakiti hati mas Chandra?", gadis itu mencecari Chandra beberapa pertanyaan dan ucapan yg membuat Chandra ngos ngosan menjawabnya.


"Mas Chandra curang,bukannya mas sendiri telah berjanji akan menikahiku dan menceraikan Kirana", ucap gadis itu.


Reflek kesabaranku mendadak hilang, mendengar penuturan gadis yg sudah terlalu kegatelan itu.chandra sangat terkejut melihatku,berdiri di depannya.wajahnya mendadak seperti kepiting rebus,begitu juga dengan gadis kegatelan itu.


"Kirana, sejak kapan disini?", tanya Chandra dengan gemetar, bibirnya bergetar.


"Sejak kamu mengungkit ungkit kekurangan keluargaku Chandra, ingatlah suatu hal,aku tak pernah melarang mu,keluar rumah kapanpun yg kamu mau,bahkan sekarangpun,jangan pulang lagi.dan kamu gadis gatel,ambillah Chandra sekarang juga", ucapku.


Gadis itu ketakutan,seperti akan lari,namun tangannya kucekal dengan keras dan menjambak rambutnya,tanganku yg sebelah memukulinya tanpa ampun.


Tapi,tak kuberi kesempatan lagi, pegangan tanganku makin kuat,ku pegang dagunya dengan keras, hingga kuku kukuku menancap sukses di wajahnya.


"Saya tidak menyuruhmu melepas Chandra, ambillah untukmu,tong sampah pantasnya diisi dengan sampah", ujarku geram.


Chandra tak berkutik,ia terduduk lesu,tak ada perlawanan sedikitpun darinya,bahkan membela selingkuhannya pun tidak lagi.


Karena merasa sudah cukup,gadis itu kulepas dan kudorong hingga terjerembab ke tanah,wajahnya mengucur darah segar, karena tancapan kukuku yg tajam,aku tersenyum puas melihatnya


Setelah itu pergi meninggalkannya,setelah sebelum nya,meninggalkan pesan ke Chandra.


"Jangan pernah berani datang menemuiku lagi,jika masih ingin bernafas dengan bebas,karena setelah ini,tak ada senyum lagi buat pengkhianat sepertimu", ucapku tanpa rasa lagi.

__ADS_1


**********


Perselingkuhan yg dilakukan Chandra membuatku semakin kecewa pada makhluk jenis kelamin laki laki.chandra tak pernah kusangka bisa melakukan hal terburuk bagi kehidupanku,tapi sengaja kututupi dari ayah dan bunda,biarkan waktu yg bicara.


Esoknya dengan membawa bukti bukti yg kuat,saya mendatangi pengadilan agama untuk mengajukan gugatan cerai ,tanpa setahu ayah dan bunda.


Karena aku bersikap biasa-biasa saja, seperti tak terjadi apa-apa di hari libur kemarin.


"Kirana,tolong cabut gugatan mu sayang,demi anak kita", pinta Chandra,ia bersimpuh di depanku dengan menangis.


"Sudah kubilang Chandra,pergilah dari hidupku sekarang", ucapku pelan takut ayah bunda mendengarnya.


"Kirana,maafkan aku,aku khilaf", ucap Chandra penuh penyesalan.


Plakk!!!


Kutampar wajah menyebalkan didepanku ini,wajah yg tak kuinginkan lagi menginjak kamarku,malah masuk dengan gaya penyesalan Yg memuakkan.


Chandra,memegang bekas tamoaranku,darah di bibirnya,ia biarkan begitu saja,seperti sengaja membiarkan agar aku merasa iba,tapi tidak untukku,rasa ibaku telah hilang.


"Kirana,apa ini?", ayahku mengacungkan sebuah surat panggilan dari pengadilan,sebagai sidang berkas.


Saya hanya cuek menanggapinya,hanya bunda yg terlihat panik saja membacanya.


"Seperti yg ayah dan bunda lihat,Kirana tidak bisa lagi melanjutkan hubungan suami isteri", ucapku enteng.


Ayah dan bunda menangis,memohon agar aku membatalkan gugatan ceraiku,kedua orang tuaku prihatin oleh nasib bayiku yg masih terlalu kecil untuk menanggung penderitaan karena tidak mendapat kasih sayang yg utuh lagi.

__ADS_1


"Itu sudah menjadi keputusanku,aku tetap cerai", ucapku mantap


__ADS_2