Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
Keinginan dokter zalimah.


__ADS_3

"Chandra,bisakah kita bicara nak?", ucap dokter zalimah,lewat saluran telpon seluler.


"Iya bu,ibu ingin bicara apa?", tanyaku penasaran,pada dokter zalimah yg tumben tumben menelponku.


"tidak baik bicara di telpon nak,kamu kalau ada waktu kesini saja", ucap dokter zalimah


"Iya bu,kebetulan siang ini,ada kerjaan penting,jadi malam aja bu,kalau bisa", ucapku.


"Baiklah nak,kalau begitu", kata dokter zalimah,memutuskan saluran telpon.


"Siapa yg menelponmu chandra?", tanya ibuku yg dari tadi memperhatikanku.


"Dokter zalimah bu", jawabku.


Kuperhatikan raut muka ibuku tiba tiba berubah,ia seperti tak suka saat kusebut nama dokter zalimah.


"Jangan pernah katakan,jika kamu jatuh cinta pada keturunan kuntilanak itu", Protes ibuku.


Mendadak hatiku yg penuh harapan cinta ke kirana,harus kandas karena ibuku yg memilik pendirian seperti batu karang.menolak mentah mentah kirana,oleh alasan yg tidak masuk akal.


"Kirana bukan cucu kuntilanak bu,ia juga manusia biasa,seperti kita", ucapku membela kirana.


"Tidak chandra,ibu tidak suka kirana dekat denganmu,kirana bukan wanita yg tepat untukmu", ucap ibu.


Ibu terus mengoceh tak karuan,membuatku jadi pening,tapi aku memilih diam,tak membantahnya lagi,dan melangkah keluar dari rumah yg mulai menunjukkan aura panas.

__ADS_1


"Tak seharusnya ibu berkata begitu pada chandra", terdengar bapak menegur ibu yg masih saja terus meracau tak karuan.


"Bapak jangan ikut ikutan,membela kirana,apa bapak tidak takut,memiliki menantu keturunan kuntilanak", protes ibu dengan mata membelalak.


"Ibu nih,pikirannya terlalu posesif,coba pikir? Kirana itu seorang dokter,ibunyapun dokter dan ayahnya seorang polisi berpangkat perwira,seandainya mereka bukan orang baik,tentu tak bisa berada di posisi itu", tutur bapak.


Ibu diberitahu begitu,malah ngeloyor pergi.seperti itulah sikapnya,bila dinasehati bapak,ia selalu mempertahankan egonya,meskipun itu pada hal yg tak benar.


***********


"Syukurlah kamu datang nak", ucap dokter zalimah menyambutku dengan senyum.


"Pasti datang bu,gak dipanggil saja pasti bawaannya mau kesini,apalagi emang sudah dipanggil", sahutku yg membuat dokter zalimah menepuk pundakku.


"Ayo duduk nak", ucap dokter zalimah lagi,ia menatapku,seperti akan mengatakan sesuatu.


"Tentu bu,saya sangat mencintai kirana sejak masih sekolah", jawabku jujur


"Nak Chandra,saya sangat merestui hubungan kalian,hanya ibu merasa ragu,bisakah kamu menerima kenyataan tentang masa lalu kirana", ucap dokter zalimah,ia menatap jauh kedepan,di matanya bergulir air mata jatuh ke pipinya yg putih mulus.


"Ibu jangan berkata begitu,sungguh saya mencintai kirana bu", ucapku.


Kugenggam tangan wanita ini,untuk lebih meyakinkan kata kataku.


"Terima kasih banyak nak Chandra,ibu ingin kalian menikah secepatnya", dokter zalimah seperti tak memberiku kesempatan lagi.

__ADS_1


"Insya Allah bu,sepulang dari sini,saya bicarakan ke bapak dan ibuku juga", ucapku.


"Iya nak Chandra terima kasih banyak", ucap dokter zalimah.


Akupun mulai membayangkan hari hari indah bersama kirana,setelah menikah.kubayangkan kemarin saat kirana seperti orang kerasukan mengajakku berbuat mesum,tapi kutolak,karena keinginanku melalui malam pertama yg sakral.


"Bapak,saya ingin menikahi kirana", ucapku pasti.pada bapakku saat kami duduk bersama di teras.


"Bapak tidak bisa menghalangimu nak,kamu sudah dewasa,sudah sepantasnya kamu memilih calon istri,yg bisa menemanimu dunia akhirat", kata bapak.


"Tidak!!, Ibu tidak setuju,jika kamu menikahi kirana,Pokoknya Ibu tidak setujuuu!", teriak ibu dengan sengit.


"Ibu tidak boleh begitu,chandra sudah dewasa,ia berhak memilih calon istri yg tepat untuknya", sanggah bapak


"Yang jelasnya,saya tidak akan pernah merestui hubunganmu dengan kirana,ia bukan perempuan yg baik", Ibu melotot padaku.


"Atas dasar apa,ibu menuduh kirana wanita yg tidak baik,bukannya kirana seorang dokter?, apa wanita seperti hani yg seliweran dijalanan,menurut ibu yg paling baik!", dengan lantangnya kulawan ibu yg dari tadi,mengatakan kirana,wanita yg tidak baik.


Brakkkk!!


Ibu membanting Vas bunga ke lantai hingga hancur terburai.


"Kau boleh menikahi kirana,tapi keluar dari rumah ini", ancam ibu.


"Oke bu", ucapku.

__ADS_1


Lalu aku masuk mengemasi barang barangku dan pamit ke bapak.


"Jangan pergi nak", bapak menahan tanganku.tapi aku tetap melangkah pergi


__ADS_2