Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
Petaka pergaulan bebas


__ADS_3

Polisi berhasil menumpas kejahatan di wilayahku,bukan berarti tak menyisakan gerakan gerakan lain demi untuk memperoleh kekayaan yg instant.


"Siapa orang yg malam malam ke kuburan nek?", tanyaku pada nenek yg sedang asyik mengupas singkong


Nenekku wanita yg sangat rajin,hingga tak bisa membuatnya diam walau sejenak.


"Nenek juga kurang tau zalimah", jawab nenek


Semenjak kirana disekap,aku makin memperketat pengawasanku pada putri tunggalku itu.


Aku selalu memperhatikan gerak gerik orang asing yg masuk daerahku,ternyata mas arya pun melakukan hal yg sama denganku.


Posisiku dan suamiku yg memegang peranan penting diwilayah ini,tak urung membuatku harus selalu waspada,karena tak menutup kemungkinan ada oknum yg tidak akan senang melihat keberhasilanku.


Desaku yg semula sepi kini sudah sangat ramai,para warga ramai ramai membikin rumah kontrakan karena makin banyaknya orang yg masuk ke wilayah ini,semenjak industri banyak dibuka.


banyak pula tempat hiburan yg dibuka,makin menambah keramaian tapi laporan masyarakat tentang prostitusi yg bebas dan perdagangan narkoba makin meresahkan pihak keamanan.


"Paaak tolonglahh,anak saya sedang sekarat", ucap seorang warga yg datang dirumah kami dalam keadaan panik.


"Kenapa bisa begitu bu?", tanya mas arya


"Ia dikeroyok di pub,oelakunya banyak pak", ucap ibu itu


Kebetulan mas arya sedang Istirahat,jadi ia menelpon anak buahnya yg sedang tugas,tak lama terdengar mobil patroli polisi menuju TKP,dan berhasil membawa 2 pelaku sementara yg lainnya masih dalam pengejaran.


"Ternyata,generasi muda makin bobrok", bathinku,saat melihat beberapa muda mudi lewat depan rumahku,mengenakan pakaian yg sangat tidak pantas,lalu cowoknya terlihat berjalan sempoyongan,akibat pengaruh obat obatan terlarang.


Kemaksiatan makin terus berkembang membuatku khawatir akan pertumbuhan mental anakku yg bisa saja terjerumus dalam pergaulan yg salah.


"Kirana...mau kemana sihh malam malam begini", tegurku saat kulihat kirana sudah lengkap dengan dandanan yg sangat modis


Penampilan yg sangat jauh lebih dewasa dari usia yg sesungguhnya.


"Kirana mau ke pesta ulang tahun teman bunda", jawab kirana


"Kirana,hati hati ya dalam bergaul,bunda khawatir kamu salah berteman", ucapku


Perasaanku menjadi tak tenang saat melihat kirana sering pergi malam,alasan belajarlah,ke pestalah dan segala macam alasan.

__ADS_1


Bukan hanya sekali,kunasehati kirana tapi tiap hari,bahkan tiap bertemu,tapi kirana makin tak bisa dikendalikan,mas arya juga makin sibuk dengan profesinya,semenjak wilayahku ini dimekarkan,mas arya naik jabatan lagi sebagai kasatreskrim yg mengharuskan lebih banyak di kantor,membuat kirana makin bebas.


Ia bukan kirana yg dulu sangat pintar dan berprestasi,melainkan kirana yg lebih banyak menghabiskan waktu diluar bersama teman temannya


****************


POV KIRANA


"Kirana,ayahmu seorang polisi,kok kamu make sih?", tanya widi salah satu anggota gengku


Seperti halnya aku,ia juga anak seorang TNI yg berpangkat perwira


"Santai aja cuyy,ayah kita kan sibuk kerja,ia bisa tau kalau diantara kita ada yg membocorkan",jawabku santai


"Gak bakalan ada yg bocorkan kirana,kita kan sama" pemakai", ucap Astrid


Kamipun sama sama menikmati malam dengan dentuman musik yg sangat keras dan menikmati barang haram itu,yg awalnya sekedar coba coba ternyata kecanduan


"Mau nambah lagi nggak kirana?"tanya widi


"Gak ahh,ngantukk jadi pengen pulang aja", jawabku


"Busyet,mataku kayak rabun,gak bisa ngeliat", ucspku dalam hati


Tapi bagaimanapun juga,aku tetap harus tiba dirumah dengan tepat.


"Kamu kenapa kirana?", tanya eyang putri saat melihatku masuk dirumah dengan sempoyongan dan beberapa kali terjatuh


"Nih anak,aneh aneh aja,makanya kalau siang,istirahat yg cukup", tukas mbah lanang


Kehidupanku makin tak menentu,pergaulanku makin bebas,beberapa kali kujauhi teman temanku tapi kutak bisa,mereka akan terus datang menggoda.


"Kirana...ayo minum", ucap Refly


Tapi aku menolak,kulihat refly berulangkali membujukku,akhirnya aku minum juga minuman itu yg rupanya di campur obat perangsang,mataku sudah terasa berat,kepalaku berat. Dan akupun ambruk di meja.


Refly samar samar kulihat mengangkatku ke kamar,ku mencoba menepisnya tapi refly kurasa menjamah bagian dadaku,rupanya refly punya niat yg tidak baik padaku,hingga aku tak ingat apa apa lagi,dua jam kemudian,baru kurasa sakit di bagian alat intimku,membuatku berteriak.tapi pengaruh minuman itu masih berpengaruh di tubuhku,aku tatap merangkak keluar dari pub,rupanya ada seorang anggota poliai bawahan ayshku yg melihat kondisiku dan membawaku pulang kerumahnya.


"Siapa yg melakukan hal itu padamu kirana?", tanya om hari mengintrogasiku

__ADS_1


"Refly om,tolong jangan beritahu hal ini ke ayahku", ucapku.


"Tapi refly telah merusakmu kirana,kita tidak boleh membiarkan hal itu terjadi begitu saja", ucap tante rifka,istrinya om hari


"Sangat kusayangkan,kau telah bergaul yg salah kirana!", ucap Om hari


Esoknya tante rifka mengantarku pulang tanpa mengatakan sesuatupun pada bunda dan ayahku,mereka menganggapku hanya menginap dirumahnya saja karna kecapean main tennes meja.


Sebulan kemudian,kurasa kepalaku sangat pening,rasa mual diperutku membuatku tak tahan lagi,kumuntahkan semua apa yg masuk diperutku tanpa tersisa,tubuhku menjadi sangat lemah dan akupun jatuh pingsan.


"Kiranaa,sungguh kau membuat bunda menjadi malu nak", ucap bunda


Ia terus merutuki dirinya yg tak bisa menjadi ibu yg baik dan tak bisa menjagaku


"Bundaaaa....apa yg terjadi denganku?", tanyaku


Plakkkk!!!!


Sebuah tamparan mendarat di pipiku berkali kali dari ayah,membuatku terhuyung


"Dasar anak tak tau diri,telah mempermalukanku!", ucap ayah


Baru kusadari,ternyata aku berbadan dua,ini pasti perbuatan bejad refly yg telah mencampur obat tidur pada minumanku.


Refly dan teman temanmu telah diamankan polisi,mereka akan dimintai keterangan,nsmum mereka semua menyangkal apa yg telah terjadi pada diriku


"Kamu liat sendiri kan ulah teman temanmu,sudah nyata bersalah masih saja berkilah", ucap bunda


"Tapi rekaman CCTV di Pub itu telah diamankan Kepolisian,semuanya akan menjadi bukti yg kuat", tambah Zifa


Ia seorang sahabatku yg selalu mendampingiku dalam keadaan begini,padahal Zifa sempat tak kuhiraukan saat aku tenggelam dalam pergaulan bebas teman temanku yg telah menjerumuskan ku.


"Orang tua refly melamarmu kirana,tapi ayahmu menolaknya,ia tak mau punya seorang menantu seorang berandalan"Ucap Zifa lagi.


"Lalu bagaimana dengan kandunganku Zifa?", tanyaku


Aku terus menangis meratapi nasibku yg hina dina ini,aku tak mau mendengar nasihat,yg akibatnya berakibat buruk pada masa depanku.


Zifa memelukku dengan penuh ketulusan

__ADS_1


__ADS_2