
Nania bertekad malam itu juga menemui Chandra,kepalanya seperti mau pecah kepikiran Chandra terus, membuatnya jadi berpikir
"Apa ada Yg salah di ramuan Mbah Saniyem,kenapa justru aku yg tergila gila", pikirku.
Berulangkali kali kutepis bayangan Chandra tapi tak bisa,bahkan Chandra seperti datang di depanku tersenyum dan menyapaku.
Kutatap jam didinding,menunjukkan pukul 23.30 membuatku merasa gelisah.tubuhku terasa gerah,ingin mengguyur tubuhku agar segar kembali.
kembali kurasakan gelisah yg makin menguasai pikiranku,berulangkali ku mencoba bertahan dari rasa ingin menemui Chandra malam ini,tapi tubuhku terasa ada yg menarik keluar dari rumah.hingga langkah kakiku tertuju pada kontrakan Chandra,yg berjarak sekitar 2 KM.
Chandra terkejut melihatku saat berdiri di depan pintunya.
"Kamu kenapa kesini Nania", Chandra menatapku dengan wajah penuh kebencian.
Membuatku gemetar dengan rasa takut.Chandra menangkap tanganku dan menyeretku keluar dari halaman kontrakannya.ia berteriak hingga orang orang yang sementara dudu nongkrong di pos ronda berdatangan.
"Kenapa pak?", tanya mereka keheranan.
"Tolong amankan wanita ini pak,ia datang bertamu tengah malam Saya tidak mau ada kesalah fahaman disini", ucap Chandra.
Ia lalu masuk kerumahnya dan mengunci pintunya, membuatku merasa makin terhina.
__ADS_1
Disisi lain Laksmi berhasil sembuh dari penyakit yg telah membuat sekujur tubuhnya korengan.ia juga berhasil menetralkan aurat negatif dari tubuhnya.
"Terima kasih Mbah,atas pertolongannya", ucap Laksmi sembari menyodorkan sebuah amplop berisi uang.
Mbah saniyem tersenyum menerimanya,ia juga bersyukur bisa menolong Laksmi menemukan hidupnya kembali,kecuali Nania Yg memang diragukan Saniyem.
"Primbon Nania dan Chandra memang saling bertolak belakang,ia takkan mampu mendapatkan cinta Chandra,karena Chandra memang tercipta untuk Kirana", tutur Saniyem membuat Laksmi bersedih.
Laksmi merasa sangat kasihan pada sahabatnya itu,untuk pertama kalinya Nania jatuh cinta pada pria beristri yg tidak bisa melupakan isterinya.
"Siapa ada sesuatu yang bisa dilakukan Mbah,untuk menolong Nania", pinta Laksmi pada Mbah Saniyem.
Mbah saniyem menggeleng,ia sudah lepas tangan dari Nania yg ia tahu,telah melakukan tindakan ceroboh yg bisa saja membuatnya gila,oleh perbuatannya sendiri.
Sementara itu hubungan Kirana dan dokter Fadli makin dekat saja, sementara Danang juga terus mengejar cinta Kirana.
"Saya kembali hanya untukmu Kirana,tolong jangan kecewakan ku lagi", pinta Kirana memelas.
Kirana diam,tak menjawab.ia masih memikirkan perceraiannya dengan Chandra,juga dokter Fadli yg terus menerus hadir dalam benaknya.
"Beri aku waktu bang", Kirana menyandarkan bahunya di sofa yg ia duduki di cafe,tempat mereka bertemu
__ADS_1
Danang memandang Kirana dengan penuh cinta,baginya Kirana wanita special yg sangat memikat hatinya.
"Kirana,saya menunggu kepastian mu ,ibu dan bapak sangat mengharap jawaban darimu", ucap Danang,menggenggam jemari Kirana dan menciumnya.
Tak disangka,rupanya Chandra sedang berada di tempat itu menyaksikan kemesraan mantan istri nya dengan seorang pria yg tak lain sahabatnya sendiri semasa sekolah.
Iapun segera menghampiri dua sejoli yg sepertinya sedang dimabuk asmara
Plok! Plok! Plok!
Chandra bertepuk tangan tepat didepan Kirana dan Chandra,tak urung membuat keduanya terkejut.
"Adegan yg sangat romantis,selamat ya", Chandra mendekati kirana.
Tapi kirana kelihatan tidak takut,ia justru membalas tatapan Chandra dengan sorot menantang.
"Emang kenapa,kalau kami seromantis ini,maumu apa Chand?", kirana menantang Chandra.
Yg ditantang malah mendekati dan mencoba menarik kerah baju Danang,membuat kirana segera melepaskan pukulan yg membuat Chandra terpelanting ke lantai, hidungnya sampai berdarah.
"Sudah kubilang,jangan pernah mengusik hidupku lagi Chandra,bukannya kamu sudah bahagia dengan gadis kampungan itu,pergilah", Kirana mendorong kasar tubuh Chandra keluar dari cafe itu.
__ADS_1
Danang tersenyum puas,pada apa yg dilakukan Kirana ke Chandra,ia tersenyum puas merasa tersanjung dengan tindakan Kirana barusan.