
Aku tak menduga,akan bertemu lagi dengan refly yg menjadi pasienku,ternyata refly berada dikota yg sama denganku,bayang masa lalu yg ditanamkan refly masih terekam dengan jelas,saat ia menjebakku dalam hubungan terlarang.
"Dokter,pasien itu menanyakan tentang dokter kirana terus?", ucap Asisten pribadiku
"Katakan,saja aku pindah ke Surabaya", ucapku tegas
"Tapi bagaimana dengan rekan kerja yg lainnya dokter?", tanya asisten ku lagi
Ia kelihatan cemas,dan mengatakan jika pasien yg bernama refly itu,cukup punya andil besar di rumah sakit ini,membuatku berpikir keras.
Esoknya aku mengajukan surat kepindahanku ke surabaya,rupanya tak susah bagiku mendapat respon dari pemerintah,karna profesiku yg terbilang cukup langka.bahkan aku hampir tiap hari harus wara wiri ke berbagai kota bahkan antar propinsi untuk suatu operasi berat.
"kok tiba tiba kepindahannya dokter?", tanya seorang fekan kerjaku
"Ingin mencoba suasana baru aja pak", ucapku
Ia hanya tersenyum menanggapiku,yg mungkin dianggap gurauan semata dariku.
********************
Surabaya cukup terik di siang hari ini,membuatku harus rela berjubel dengan pengendara bermotor lainnya,kepindahan yg mendadak buatku belum sempat membawa mobil.
"Selamat datang dokter kirana,selamat bergabung bersama kami", sambut kepala rumah sakit ini dengan ramahnya.
Seluruh Staf dan karyawan rumah sakit menyalamiku dengan ucapan yg sama,terlihat mereka semua sangat senang menerimaku
"Apa anda sudah siap langsung bekerja dokter?", tanya dokter wijaya
Aku mengenal namanya lewat tanda pengenal yg melingkar di lehernya
"Siap dokter", jawabku
Alhamdulillah hari pertama berhasil kulalui dengan baik.
Semuanya berjalan dengan lancar dan terkendali.
[Maaf bunda,kirana pindah kerja ke RSUD Surabaya] kukirim pesan Via WA ke bunda
[ Kok mendadak begitu kirana] tanya bunda
[ Suatu saat ku beritahu ke bunda,alasannya] jawabku
Sudah kuduga bunda akan terkejut saat kuberitahukan kepindahan mendadak ini
Gawaiku berdering,kulihat nama ayah tercantum.
[kirana mobilmu sudah kukirim nak,ambil di poltabes surabaya ya] Ucap Ayah di pesan Via aplikasi hijau
Aku tersenyum,rupanya ayahku sang hero,mengirim kan mobilku yg belum sempat kuambil
[ Terima kasih ya,ayahku yg paling ganteng] jawabku
Aku mendapat kehormatan disini sebagai seorang dokter spesialis syaraf dengan mendapat satu rumah untuk kutinggali,rumah kecil yg sangat cantik dengan garasi mobil.
Aku semakin betah tinggal di surabaya,dengan kuliner yg sungguh enak dan keramah tamahan masyarakatnya yg sangat mengesankan.
"Kirana,kamu kirana kan?", tanya lelaki yg berdiri dihadapanku ini
"Astagaaa,kamu Chandra kan!", pekikku
Seolah tak percaya,Chandra berada di kota ini pula,Chandra yg nyaris membuatku tak mengenalinya lagi,ia terlihatan jauh lebih dibanding saat kuliah dulu.
"Kamu kok disini kirana?", tanya Chandra
"Aku tugas disini chandra", jawabku
__ADS_1
Chandra yg mengenakan seragam TNI AL terlihat sangat berwibawa dan aura ketampanannya makin nampak.
"Aku tak menduga kamu jadi prajurit chandra,bukannya dulu kamu bercita cita ingin jadi dokter juga?", tanyaku heran.
"Tadinya sih iya,,berhubung aku gak tahan bau obat,jadinya lari ke militer", ujar Chandra
Kamipun saling bertukar Nomor WA.dan segera ketempat kerja masing masing,karena kebetulan hanya bertemu di Anjungan ATM saat sama sama mau menarik uang.
**************
PoV zalimah 3
Aku sangat bahagia bisa mengembalikan trauma putriku satu satunya yg kini sukses menjadi seorang dokter,namun pertanyaan mengganggu benakku saat kirana mengabari kepindahannya yg tiba tiba ke kota Surabaya
"Aku sudah mengirim mobilnya kirana bunda", ucap mas arya,ayahnya kirana
"Syukurlah mas,sebenarnya bunda heran ma kirana,ada apa ya,kok tiba tiba pindah ke surabaya", ucapku
"biarin ajalah bun,kirana kan sudah dewasa", jawab mas arya.
Aku sebenarnya merasa sangat kesepian disini,semenjak kakek dan nenek meninggal,aku hanya tinggal berdua dengan mas arya.dan tetap tinggal dirumahku yg penuh kenangan ini,disinilah kuhabiskan masaku menanti masa pensiun bersama mas arya
**************************
"Assalamu alaikum", terdengar salam dari luar
"Wa alaikum salam,ooh pak camat,silahkan masuk", ucap mas arya mempersilahkan tamunya masuk
"Silahkan duduk pak camat", ujarku,ikut nimbrung saat mendengar siapa yg datang.
Kulihat pak camat datang bersama 2 orang yg kelihatannya tidak pernah kulihat sebelumnya.
"Tumben nih pak camat datang,pasti ada sesuatu yg sangat penting", ucapku
Pak Camat tersenyum dan mengenalkan 2 lelaki yg duduk disampingnya itu.
"Saya Investor dari kota pak arya,kebetulan sedang mencari lokasi yg sangat cocok dengan pembangunan proyek", ucap lelaki berkacamata itu yg tadi mengenalkan namanya Marzuki
"Terus?", mas arya kelihatan penasaran
"Kulihat lokasi rumah mas arya ini sangat strategis,sangat cocok untuk pembangunan mall,tapi melihat kondisi tanahnya yg kurang dari syarat pembangunan mall,kami meminta persetujuan pak arya untuk sudi menjual wilayah pekuburan itu,untuk perluasan", ucap pak marzuki
"Apa tidak ada tanah lain pak?",tanyaku yg tidak setuju permintaan itu
"Ini yg paling strategis bu dokter",jawab marzuki
Aku memandangnya dengan rasa tidak suka
"Maaf tanahku tidak akan pernah kujual dan tanah pekuburan itu milik masyarakat,apa tega membongkar pekuburan leluhur hanya untuk mata uang yg bisa habis", ucapku lagi
Kulihat mereka terdiam,seperti sedang mencari akal,mas arya hanya terdiam,dari sorot matanya nampak,rasa tidak setuju
"Tapi masyarakat sudah setuju bu dokter,karena kami sudah sepakat menggantinya dengan uang ", ucap investor yg satunya lagi
"Itulah kebodohan masyarakat,tapi jika itu kesepakatan mereka,silahkan beli saja tapi tidak dengan wilayahku ini", ucapku
Aku bertegas untuk tidak pernah menjual tanah warisan dari ayahku ini.
Mereka lalu pamit dan pergi dengan kekecewaan tak mampu mengiming imingiku dengan uang.
"Pak Camat sepertinya mendukung investor itu,tanpa memikirkan dampak negatif adanya mall yg berdiri,bisa merusak perekonomian rakyat", ucap mas arya
"Pokoknya aku takkan menjual wilayahku ini mas,jika mereka ngotot dan masyarakat setuju,makam keluarga kupindahkan masuk pagar kita ini", ucapku dengan tegas
Ternyata para investor itu telah mendapat persetujuan dari aparat setempat,kulihat ada 2 ekzavator siap mengeksekusi tanah pekuburan,aku dan mas arya berdiri di jendela melihat para orang orang yg telah dibutakan mata hatinya itu dengan rupiah,beberapa anggota polisi ikut mengawal jalannya eksekusi.
__ADS_1
"maaf ya komandan,kami cuma menjalankan perintah dari dipenda", ucap operator alat berat itu ke mas arya
"Iya mas,silahkan", jawab mas arya
Empat Anggota polisi mendekati mas arya yg sudah keluar,berdiri dekat pagar pembatas tanah pekuburan dan wilayahku.
"Sangat di sayangkan pekuburan yg sudah berabad abad lamanya ini harus digusur", ucap anggota polisi itu
"Kalau sudah urusan uang,apa sihh yg gak boleh", jawab mas arya.
"Satu...dua...tiga!!",kontraktor itu memberi aba aba pada operator untuk segera memulai eksekusi
Namun anehh,,mesinnya tidak mau menyala
"Kenapa diamm,ayo silahkan kerja!!", teriaknya lagi
"Mesinnya tiba tiba macet pak", jawab operator itu.
"Saya juga pak", ucap operator yg satunya lagi
"Makanya mesinnya diperiksa dulu", tiba tiba muncul investor yg pernah datang dirumahku,
Saat itu,kedua operator itu turun memeriksa mesinnya,sedang Investor dan pemborong beserta Camat berdiri depan eksa itu mengobrol membahas perencanaan pembangunan mall,tiba tiba saja kedua mesin kedua eksavator itu menyala dan menabrak beberapa orang yg berdiri didepannya.
"Aaaarrgghhhh,auuuuuuwww!!!!! Teriakan mereka melengking dan langsung tewas seketika.
Padahal saat itu kedua operator itu yg rencananya memeriksa mesin sedang turun dan berbincang tentang keanehan yg terjadi dengan beberapa anggota polisi.
Kejadian itu membuat orang orang menjadi kapok mengganggu wilayah pekuburan itu lagi
"Apa yg terjadi mas?", tanyaku pada mas arya saat mendengar kegaduhan
"Eksa itu tanpa pengemudi telah melindas semua pengurus proyek pembangunan mall itu", jawab mas arya
"Sudah kuduga mas,para penghuni kuburan itu takkan rela tempatnya di eksekusi", ucapku.
Beberapa warga bergidik ngeri melihat kejadian itu
"Hiii ngeri,tubuh mereka menjadi hancur dan organ tubuhnya terpisah pisah", ucap pak karna
"Itulah akibatnya kalau terlalu serakah", ucap seorang warga yg salah satunya tidak menyetujui eksekusi itu
"Sudahlah,tidak baik saling menyalahkan dalam situasi begini,mari kita sama sama mengurus mayat mayat yg bergelimpangan itu", ucap pak sunaryo,selaku tokoh agama
beberapa keluarga yg menjadi korban tertabrak eksa datang menuntut kelalaian operator.
"Ini harus diproses pak,jelas jelas ayah saya tertabrak eksa", ucap seorang pemuda anak dari salah satu korban
"Tidak,ini murni kecelakaan,sebab mesinnya memang tak berfungsi,dan operatornya turun berbincang dengan polisi dan warga", ucap mas arya
"Wahh ini tidak benar pak arya,mana mungkin eksa bisa jalan sendiri", ucap orang itu msdih tak percaya
"Bukti bukti ada mas,jika eksa nya berjalan tanpa operator,dan mesinnya tak berfungsi,karena pekuburan ini sebenarnya di pasangi CCTV", ucap seorang warga yg melihat kejadian dengan mata kepalanya sendiri.
"Jika ada yg masih keberatan,silahkan mengajukan pengajuan keberatan,tapi dengan bukti bukti yg lebih kongkrit,karena tak menutup kemungkinan kalian sendiri yg masuk dalam jeruji besi", ucap pak arya
Para warga yg tadinya berang dan ingin menuntut akhirnya menjadi ciut dan pulang membawa jenazah keluarga masing masing.
Gawaiku berdering,kulihat Satu notifikasi masuk dari kirana.
[Apa ayah dan bunda baik baik saja] Idi pesan dari kirana
[Alhamdulillah baik baik saja,apa kamu sudah tahu peristiwa,lahan pekuburan yg hampir tergusur nak?] tanyaku
[Iya bunda,kan masuk di TV dan jadi berita Viral] ucap kirana
__ADS_1
ternyata peristiwa eksekusi lahan pekuburan sudah tersebar kemana mana.
Peristiwa inipun bergulir ke masyarakat menjadi mitos yg seolah olah dibuat buat,dan menjadi bahan bagi para pencari berita.untuk jadi santapan publik