Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
Penolakan Kirana


__ADS_3

Chandra masih terbaring di kamar kontrakan yang sempit dan pengap,hanya sebuah kipas angin kecil yg tidak mengeluarkan hawa dingin lagi,melainkan semburan hawa panas,yg membuat Chandra menjadi gerah.


Ia teringat bayi mungilnya yg seperti boneka hidup, kerinduan menyeruak dalam kalbunya,ingin menemui,takut kemarahan Kirana yg bisa saja melemparnya dengan apa saja. Yg ada didekatnya.


Chandra mendadak sangat rindu anaknya yg membuatnya berusaha menahan rasa malu dan takut ketemu kirana,baginya panggilan jiwanya untuk Melani,diatas segala galanya.


Chandra menepikan mobilnya agak jauh dari rumah dokter zalimah, dilihatnya mobilnya Kirana sedang tidak ada,artinya Kirana sedang bepergian.


Iapun memajukan mobilnya hingga tepat didepan rumah dokter zalimah,dilihatnya kedua mertuanya keluar menyambutnya dengan senyuman,membuat Chandra menjadi lega.


"Panjang umur kau Chandra,bundamu semalam baru ingin memanggilmu kesini, rupanya kau sudah datang", Pak Arya berkata sambil merangkul menantunya itu.


Meskipun Chandra dan kirana resmi cerai,pasangan suami istri arya-zalimah masih menganggapnya menantu.


"Saya teringat keluarga disini ayah,jadinya ,kupaksakan juga kesini meskipun takut ketemu kirana", sahut Chandra terus terang


Dokter zalimah tertawa mendengar penuturan menantunya itu,iapun segera mempersilahkan Chandra masuk dan menemui Melani yg sedang tertidur.

__ADS_1


Chandra tak dapat menahan perasaannya,diciumnya Melani Yg sedang tertidur pulas.ia bahkan mengangkat Melani ke gendongannya,hingga membuat Melani menggeliat dan terbangun melihat ayahnya.


""Ayahh", Melani memanggil ayahnya hingga membuat Chandra sangat terharu dan kembali memeluk putrinya itu.ia tak menyangka Melani masih menganggapnya ayah,setelah ia melakukan perbuatan yang tidak dimaafkan Kirana.


"Melani,kesayangan ayah", ucap Chandra terus menimang putrinya penuh kasih sayang.


Pak Arya dan dokter Zalimah sangat terharu melihat kedekatan Chandra dan Melani,ia menyadari betapa sulitnya berpisah dengan buah hati,hingga tak sadar menitikkan air mata.


"Chandra,duduklah nak", ucap pak Arya


Chandra pun duduk didepan kedua mertuanya itu,sambil menidurkan Melani di pangkuannya.


Dihatinya mulai deg degan,jangan jangan kedua mertuanya itu melarangnya bertemu Melani lagi


"Chandra,apa kamu masih mencintai kirana nak?", tanya pak Arya memecah kesunyian diruang tamu yang tadi lengang Karena terhanyut pikiran masing masing.


"Saya masih sangat mencintainya ayah,yg saya lakukan itupun sebenarnya murni kesalahan fahaman,bagaimana mungkin kirana bisa kuduaksn dengan wanita seperti itu", ucap Chandra serius.

__ADS_1


Dokter zalimah tetap diam,hanya pak Arya yg jadi juru bicara.


"Nak Chandra,menurut ayah dan bunda, sebaiknya kalian kembali rujuk demi Melani", pak Arya langsung mengatakan inti pembicaraannya.


Chandra terlihat berbinar mendengarnya,ada sinar harapan mendadak terpancar di matanya,dokter zalimah segera mengambil Melani dan menidurkannya dalam buaian nya.


Chandra spontan melompat dan menangis dipangkuan pak Arya,ia tak dapat mengutarakan rasa bahagianya tak terhingga,ternyata pak Arya dan dokter zalimah masih mengharapkan Nya jadi menantunya lagi.


*********


Sementara itu Danang masih terus mengharap cintanya diterima Kirana yang semakin menjauh Kirana sangat sulit ditemui,bahkan ditelpon pun tidak pernah diangkat lagi


"Kirana,tolong mengertilah perasaanku", ucap danang dalam hatinya.


Danang rupanya,mencintai kirana diatas segala galanya,Danang sepertinya tidak pernah lagi melihat wanita semenarik Kirana,hatinya telah direnggut Kirana,


"Kirana,jika memang cintaku hanya bertepuk sebelah tangan,tolong berikan aku racun dulu,agar tak melihatmu bahagia diatas penderitaanku", Danang bersajak seperti orang gila.

__ADS_1


Danang tersenyum sendiri,ia membayangkan dirinya sedang bersama Kirana berjalan disebuah taman bunga memadu kasih,Kirana berlari menjauh,danangpun mengejarnya namun dilihatnya Chandra datang menyambut tangan Kirana dan mengajaknya terbang,membuat Danang menjadi kecewa


"Jangan jangan Kirana akan rujuk kembali dengan Chandra", bathin Danang.


__ADS_2