
Pria itu sudah beberapa kali lewat deoan rumahku ini,bahkan sempat mampir beli obat di apotikku,tapi aku masih belum bisa mengenali pemilik wajah ,dibalik kacamata hitam dan masker itu.
Ia seperti sedang mencari seseorang,yg kupastikan mencari salah satu anggota keluargaku.
"pria itu sangat aneh lo mas", ucapku pada mas arya,yg sedang memanasi mesin mobilnya.
"Ini kan jalan raya bunda,juga dekat pemakaman umum,kita tak boleh asal menuduh", ucap mas arya,tak menanggapi omonganku.
Mendengar hal itu,aku melupakan sejenak pria itu,setelah mendengar kata kata mas arya.
"Bu laki laki itu menanyakan dokter kirana terus", ucap resti pegawaiku.
"kamu kenal orang itu?", tanyaku
"Tidak bu,hanya menurutnya pernah tinggal di daerah ini", kata resti
"Siapa ya orang itu?", bathinku
"Dok,orang itu datang lagi tadi,ngotot minta WA nya dokter kirana", kata resti
"Jangan diberi res",pesanku
"baik dokter", ucap resti.
Aku sangat penasaran pada pemuda yg selalu datang mencari kirana
"Kenapa harus bingung sih bunda,kan setiap ruang terpasang CCTV", ujar mas arya
"Masya Allah,aku lupa mas!", ucapku menepuk jidatku sendiri.
Tapi pemuda itu tetap tak bisa dikenali lantaran memakai masker dan kecamata.
"Apa mungkin itu masa lalu kirana?", timbul rasa was was dihatiku.
"Refly sudah beberapa tahun tak pernah kembali dokter", ujar mbok rum,pembantu rumah tangga kami,yg sudah kami anggap orang tua sendiri.
"Lalu orang tuanya dimana sekarang mbok?",tanyaku
"kabarnya pulang ke kampung halamannya dokter,di wilayah tangerang", jawab mbok rum
"Maaf ya dokter,mbok ingin meminta izin membawa cucu mbok kesini", ucap mbok rum
"Laki atau perempuan mbok?", tanyaku
"Laki bu dokter,ia bisa kok kerja kebun dan sawahnya bu dokter,jika bu dokter menyetujui", ucap mbok rum
"Itu lebih bagus mbok,kapan ia kesini?", tanyaku
"Lusa mungkin dokter,terima kasih ya srbelumnya", ucap mbok rum
Aku mslah lebih suka jika ada yg mau tinggal disini,sekalian juga buat meramaikan rumah ini.
2 hari kemudian,bagas cucunya mbok rum datang,ternyata ia seorang pemuda yg sangat rajin bekerja,sopan dan tata beribadah,membuat mas arya menyukainya.
__ADS_1
"Bagas tamatan apa?", tanya mas arya saat duduk duduk selepas sholat isya
"Saya Tamatan SMK pak", ucap bagas
"Bagus dong kalau begitu,kamu punya keahlian apa?", tanya mas arya lagi
"Alhamdulillah saya sedikit bisa buka mesin motor dan mobil pak,masih tahap belajarlah" ucap bagas merendah
"Kebetulan saya mau buka usaha bengkel gas,di depan rumah,kamu boleh mengelolanya,kalau perlu kamu bolwh mengambil pekerja lagi", ucap mas arya
"Terima kasih banyak pak,jika diizinkan saya juga ingin mengelola sawah dan kebun pak arya", ucap bagas
"Tentu boleh gas,saya malah suka dengan anak muda yg memiliki kemauan yg keras dalam berusaha,semoga sukses ", ucap mas arya menepuk bahu bagas.
Ternyata bagas betul betul seorang pemuda tangguh,ia sekaligus bisa bekerja pada 3 tempat,pagi pagi ia sudah kesawah,pulang hanya isirahat sebentar sambil sholat dhuhur,setelah itu ke kebun lagi hingga sore,malamnya ia sendiri yg mengerjakan bangunan yg akan dipakai untuk buka bengkel.
"Aku salut padamu bagas,jarang pemuda yg bisa seperti kamu", ucap mas arya.
Ia betul betul sangat terkesan pada kinerja bagas.
"Kamu cocok jadi polisi gas", ucap mas arya
"Ahh,yg bener aja pak,bermimpi pun ku tak berani", ucap bagas tersipu malu.
"Kamu harus pintar pintar membawa diri nak disini,pak arya dan dokter zalimah itu sangat baik,tolong jangan merusak kepercayaannya", ucap mbok rum pada cucunya.
"Insya Allah nek, bagas akan mematuhi pak arya", ucap bagas
pribadi bagas yg baik,bukan hanya membuat pak arya dan dokter zalimah terkesan,tapi menimbulkan rasa saling iri antara resti dan sukma yg menyimpan perasaan yg sama ke bagas.
POV Bagas
Aku sangat bersyukur bisa tinggal dirumah mewah ini,milik pak Arya dan Dokter Zalimah.mereka ternyata sangat baik hati dan peramah
Ia bahkan tidak merasa gengsi mengobrol bersamaku yg hanya berstatus pembantu ini.
"Tetap jaga sikap leh", ucap mbok rum
"Pak arya tidak punya anak ya nek?", tanyaku
"Ada 1 Namanya Dokter Kirana tugas di Surabaya,orangnya sangat cantik", ucap Mbok rum.
Tak heran jika memiliki anak cantik,pak arya sangat gagah dan Dokter Zalimah pun sangat Cantik menurutku,secantik hatinya.
Dokter zalimah punya beberapa tempat usaha,yaitu Butik,swalayan dan di depan rumah klinik dan apotek yg dijaga beberapa karyawan yg cukup cantik.
Resti salah satunya yg kulihat selalu curi curi pandang padaku
"Ada apa liat liat?", tanyaku mencoba mengakrabkan diri
"Emang gak boleh melihat", jawabnya
"Naksir ya?", tanyaku lagi.
__ADS_1
"Gak ahh", ucapnya
"Masa nggak,perasaan dari kemaren kemaren curi pandang terus", ucapku
pipinya bersemu merah menahan malu,lalu berlari meninggalkanku.
"Dasar cewek jinak jinak merpati", bathinku.
Lain halnya dengan sukma yg terlihat lebih agresif,ia tak canggung canggung duduk di dekatku membuat resti seperti menahan cemburu.
"Sukma jangan deket" dong,ntar dilihat cowokmu gimana", ucapku
"Sukma belum punya cowok bagas", ucap sukma
Sebenarnya aku kurang sukma,ia terlalu agresif,membuatku jadi curiga,tiap cowok diginiin.
Apalagi jika datang anak buah pak arya,yg cowok cowok,sukma pasti tebar pesona dan kecentilan.
"Resti,jangan banyak ngelamun,ntar kesambet hantu duda", ucapku
Aku sengaja mengajaknya becanda,supaya ia tidak menguap melulu.
"Biarin ajalah", ucap resti mencibir
Semenjak aku sering di dekati sukma,ia sering uring uringan.
"Nampaknya resti suka kamu gas", ujar dokter zalimah
"Masa sihh dokter,bagas kan cuma orang biasa", ucapku
"Semua orang kan emang biasa bagas,gak ada yg istimewa kok", ucap dokter zalimah.
"Sungguh mulia hatimu dokter,sangat beruntung orang yg bisa menjadi menantumu", bathinku
"Kamu sudah punya pacar?", tanya dokter zalimah,membuatku seketika terkejut
"Belum ada dokter", ucapku
"Aku suka jika kamu jadian ma resti", ucap dokter zalimah
"Resti sudah 3 tahun kerja disini,ia anak yg sangat amanah,jujur dan sangat bisa diandalkan mengelola apotik", ucap dokter zalimah
Ia sepertinya sangat mendukung hubunganku dengan resti.
"Aku takut ditolak dokter,karena keadaanku hanya begini", ucapku.
"Resti menyukaimu,aku yakin hal itu",ucap dokter zalimah mantap
"Terima kasih dokter", ucapku
Aku benar benar merasa dianggap disini,padahal waktu dikampung,aku seolah tak di kenal,bahkan keluargaku pun seolah tak mengenalku.
"Pak Arya,telah mengangkat derajatku,ia telah memberiku pekerjaan yg layak dan akupun dikuliahkan lagi,sungguh besar jasamu", ucapku dalam hati.
__ADS_1
"Aku berjanji takkan mengecewakanmu pak arya", bathinku.