
Rumah di tepi kuburan nampak lengang,tak ada orang terlihat seperti biasanya yg selalu tampak ramai oleh pengunjung klinik dan apotek milik dokter zalimah,bengkel motor yg biasa beroperasi 12 jam pun nampak tertutup.
Di dalam rumah,dokter zalimah nampak sedang menyendiri dalam bilik khusus milik almarhum ayahnya.dokter zalimah sedang menghadapi dupanya, mulutnya nampak komat kamit membacakan mantra.asap yg mengepul dari dupa yg terbakar tiba tiba asapnya makin membesar dan bergulung gulung,nampak sosok berupa manusia tiba tiba berdiri didepan dokter zalimah.
"Zalimah anakku,ada apa gerangan memanggilku kesini?", sosok wanita cantik yg ternyata Rukmini itu,mengejutkan dokter zalimah,hingga dokter zalimah membuka matanya.
"Ibu,saya mengalami masalah yg rasanya tak bisa terpecahkan lagi", jawab dokter zalimah sedih
"Anakku,ibu dapat memahami perasaanmu.tapi dunia ibu sudah lain,ibu tak bisa menolongmu lagi kecuali memberimu saran,banyak banyak lah mengingat allah.kunjungi makam leluhur ibu di desa", jawab rukmini lalu menghilang dari pandangan dokter zalimah.
Dokter zalimah terdiam membisu,ia seperti berada disebuah persimpangan,sejak ayahnya meninggal,ia merasa tak memiliki lagi pegangan hidup.
"Anakku,jangan buat dirimu terhanyut dalam kedesihan,bangkitlah kembali.chandra adalah jodoh Kirana,mereka pasti bersatu lagi", ucap januar yg membuat dokter zalimah tersentak,nyata ia dengar suara ayahnya yg memang kerapkali datang mengunjunginya disaat memilki masalah besar
Baru saja dokter zalimah hendak menyapa ayahnya, dilihatnya ayahnya sudah tidak berada di dekatnya lagi
Tapi dokter zalimah tersenyum lega, kedatangan ayahnya pasti selalu membawa kabar baik,iapun segera beranjak meninggalkan tempat tersebut.
********
Dokter Kirana sudah 2 hari tak meninggalkan kamarnya, badannya sangat panas hingga membuatnya tak bisa duduk,tapi ia menolak dibawa kerumah sakit untuk dirawat.
"Makan dulu yah", ucap dokter zalimah membawakan sepiring bubur untuk dokter Kirana.
Dokter kirana pun duduk,berusaha untuk menelan bubur itu tapi tak bisa ,tapi ia tetap memaksakan untuk menelannya.
"Kirana, Chandra ingin menemuimu,tolong jaga sikapmu nak,bagaimanapun juga ia masih berstatus suamimu", ucap pak Arya yg datang menghampiri mereka dikamarnya Kirana.
"Baiklah ayah", sahut Kirana singkat
Tak lama datang Chandra duduk disamping Kirana.melihat hal itu dokter zalimah pun keluar dan membiarkan mereka berdua mengobrol.
"Kirana,kudengar kamu sakit,jadi aku kesini", ucap Chandra.
__ADS_1
Kirana tersenyum getir,ia merasa tak ada nuansa apa apa lagi dihatinya untuk Chandra.
"Terima kasih Chandra,kukira kamu tak menemuiku lagi", sahut Kirana.
Chandra membetulkan posisi duduknya.
"Sebenarnya aku sangat marah padamu Kirana,saat melani sakit dan sekarat,kamu tak ada disisinya,tapi posisiku sebagai suami mu tetap berusaha memaafkanmu", ucap Chandra.
Kirana menitikkan air matanya,disaat tertentu iapun masih mengingat Melani yg telah pergi mendahului nya.tapi Kirana sendiri tak tahu kenapa bisa hatinya terkadang tak memeliki tempat untuk siapapun juga.
"Sudahlah Kirana,jangan ditangisi lagi,Melani sudah tenang disana,saya pamit dulu ya", ucap Chandra yg merasa tak enak berlama lama dikamar berduaan dengan Kirana,meskipun Kirana masih isterinya,tapi sepertinya ada sekat yg memisahkan mereka.
"Kok bibru buru nak?", tanya pak Arya yg melihat Chandra sudah keluar dari kamar Kirana.
Chandra tak menjawab,ia hanya menyalami tangan pak Arya dan menciumnya,lalu keluar.
Chandra tak langsung pulang ke kontrakannya,melainkan ke makam Melani,ia bapak membacakan doa di makam anaknya itu dan menaburi kembang lalu pulang.
Disaat yg sama dokter Fadli berencana untuk melamar kirana,tapi Kirana mematikan ponselnya hingga sulit dihubungi.tiba tiba mau datang juga tak mungkin,karena orang tua Kirana pasti menolak kedatangannya.
"Kabarnya sakit dokter,saya sendiri cuma dengar dari asisten dokter zalimah karena ponsel dokter Kirana nonaktif", jawab suster Messy,lalu pergi meninggalkan dokter Fadli yg masih berdiri mematung
Beberapa hari ini dokter Kirana memang nampak kurang ceria,ia selalu terlihat duduk merenung,entah mengkhayalkan apa?.
POV Dokter Fadli
Sebenarnya orang tuaku menghendaki aku menikahi wanita yg masih berstatus perawan,juga wanita dari kalangan bangsawan.tspi hatiku telah terpaut dengan Dokter kirana yg telah menawan hatiku.
(Kirana,tolong aktifkan hpmu,aku mau bicara,penting!)Isi pesan dokter Fadli melalui via WA.ia tak sabaran lagi ingin bicara dengan kirana
2 hari sudah dokter Fadli mengirim pesan ke Kirana,tapi Kirana belum ada kabar sama sekali membuat kepala dokter Fadli menjadi nyut nyut.
Ditempat lain,Nania yg disekap dalam gudang tak berpenghuni berusaha melepas ikatan ditubuh nya tapi tak bisa berbuat apa apa kecuali pasrah menerima nasibnya.
__ADS_1
"Sudah kubilang,jangan pernah berani menolakku gadis bodoh", ucap seorang lelaki tua yg duduk didepan Nania.
Nania menatapnya penuh kebencian,ia tak mengira laki laki tua yg merupakan pamannya sendiri,adik kandung dari ibu angkatnya Nania menyimpan rasa dendam pada Nania.
"Kenapa menatapku begitu Nania,katakan saja jika kamu siap kunikahi,belenggu ditubuhnya sekarang juga kulepas", gertak laki laki tua itu
"Puihh,aku tak Sudi menikah denganmu laki laki tua,kamu sudah bau tanah masih saja bertingkah ", ucap Nania dengan kasarnya.
Laki laki tua itu tak menjawab,ia kemudian menyimpan mulut Nania lagi hingga kembali tak bisa berucap apapun,tak lama datang mobil hitam didepan gudang tua itu,Naniapun kembali diseret paksa dan dibawa pergi ketempat yg Nania tidak ketahui.
Sementara itu Chandra dalam pencariannya terus berusaha mencari keberadaan Nania,namun nihil.nania seperti kehilangan jejak,Chandra seperti menemukan jalan buntu karena seorangpun tak ada yg bisa memberikan informasi yg akurat.
Chandra duduk bersandar di sofa yg baru dibelinya kemarin,untuk tempatnya beristirahat.pikirannya mulai mengembara kemana mana,ia merasa sangat berdosa pada nania yg telah mengalami depresi karena cintanya yg ditolaknya demi Kirana yg sangat dicintainya,ternyata Nania tak memiliki cinta untuknya.chandra merasa sebatangkara setelah Melani satu satunya anaknya meninggalkannya selamanya.
"Melani anakku, seandainya kamu ada disamping ayah,ayah pasti tak kesepian begini",gumam Chandra sambil menyeka air matanya.
Chandra terus menerus meratapi nasibnya yg merasa terasing dalam keramaian kota,ia tak menyangka. Persahabatannya dengan Kirana yg kemudian berlanjut ke pelaminan akan berakhir dengan rasa sedih.
Sementara itu dokter zalimah sedang dalam perjalanan menuju kondangan,seorang temannya melangsungkan pesta pernikahan anaknya.dokter zalimah terkejut saat dilihatnya dengan jelas Kirana sedang bergandengan tangan dengan mesranya dengan dokter fadli.
"Betul betul anak tak tahu diri,belum cerai dari lakinya sudah bermesraan dengan lelaki lain", bathin dokter zalimah.
Dokter zalimah berniat menghampiri kedua sejoli yg sedang dimabuk asmara itu tapi keduanya keburu hilang.dokterzalimah menghela napas panjang,ia tak tahu harus berbuat apalagi untuk menyadarkan putrinya yg telah khilaf,iapun segera berlalu dari tempat itu.
Dokter zalimah melanjutkan perjalanannya kembali,sepanjang perjalanan hatinya terus berkecamuk.
Brakkk!!!
Dokter zalimah tak menyadari telah menabrak pembatas jalan karena terlalu banyak melamun.ia tak mengingat apa-apa lagi.kebetulan ada mobil patroli yg melintas jadi bisa segera ditangani,dokter zalimah dilarikan kerumah sakit terdekat,kebetulan salah satu polisi itu mengenali dokter zalimah sebagai seorang isteri anggota polisi segera menghubungi pak Arya yg kebetulan sedang berada dirumahnya.
(Halo dengan pak Arya ya?)
(Betul saya pak Arya,ada apa ya pak)
__ADS_1
(Isteri bapak mengalami kecelakaan,saat ini,ia sudah dilarikan kerumah sakit)
(Terima kasih infonya pak,segera saya kesana) pak Arya menutup telpon dengan begitu paniknya segera meluncur ke rumah sakit.