
Kepergian danang begitu menyisakan rasa sakit yg tak terkira di keluarga dokter zalimah . Danang yg tulus memberikan pertolongan pada si kecil Melani,karena merasa Melani adalah bagian dari kehidupannya juga.
"Danang kenapa kau tulus membantu kami, bukannya kamu sudah menyakiti hati keluargamu nak", ucap dokter zalimah mengusap kepala danang saat diruang operasi.
"Bunda,ini sebagai rasa penebus rasa bersalahku pada kesalahan kedua orang tua angkatku", ucap Danang dengan air mata berlinang.
"Jadi, mereka orang tua angkatmu,lalu orang tua kandungmu dimana nak?", tanya dokter zalimah merasa terkejut bercampur sedih mendengar penuturan Danang.
Danang tersenyum getir,air matanya telah tumpah membasahi pipinya yg sangat bening.
"Saya hanya diadopsi dirumah sakit bunda,saya lahir tak dikehenda kedua orang tuaku", tutur Danang dengan rasa sedih yg kian mendalam.
Seisi ruangan mendadak jadi riuh oleh suara tangisan,bahkan perawat yg berada disitu pun ikut menangis karena mendengar kisah hidup Danang yg sangat menyedihkan itu.
***********"
Melani dibawa pulang kerumahnya dengan kebahagiaan bercampur haru,jika Melani berhasil melewati masa kritisnya,danang malah kembali ke alam yg tak bisa mempertemukan mereka lagi,Danang telah tidur di sisinya.
Sesuai nazar pak Arya dirumah sakit,ia menelpon Bagas yg sekarang tugas diluar kota untuk membawakan satu kerbau yg paling besar untuk disembelih sebagai wujud rasa syukur nya.ia mengundang para tetangga dan kerabat dekat untuk datang selamatan atas kesembuhan Melani.
Seminggu kemudian dokter zalimah mengadakan tujuh hari meninggalnya Danang dengan acara tahlilan dan yasinan untuk mengirim doa ke arwah danang.ia sengaja mengambil alih semua prosesi pemakaman hingga ke yasinan.
Chandra dan kirana pun berhasil dibujuk oleh kedua belah pihak untuk disatukan kembali dalam ikatan pernikahan.meskipun hati Kirana belum sepenuhnya bisa menerima kenyataan.
"Kirana,siapin makan siang untuk suamimu,bik Ratmi kurang enak badan", ujar bunda zalimah mengingatkan kirana yg terus duduk termenung padahal Chandra sudah pulang dari tadi.
__ADS_1
"Kirana lagi malas bunda,suruh aja ambil sendiri", sahut Kirana beralasan
Mendengar hal itu,bunda zalimah bergegas masuk ke dapur menyiapkan makan siang untuk menantunya.
"Tidak usah repot-repot bunda, nanti saya sendiri yg ambil", ucap Chandra mengambil piring.ia sedikit merasa sedih melihat Kirana yg sepertinya masih bersikap sangat dingin terhadapnya.
"Kirana,jangan bersikap begitu, kamu harus menghormati suamimu,ingatlah ini rumah orang tuamu,jangan buat suamimu merasa tersisih disini", Cetus bunda zalimah.
Kirana menatap tajam bundanya merasa tersinggung oleh perkataan bundanya barusan.
"Jika bunda merasa terbebani saya tinggal disini,tinggal bilang saja",ucap Kirana cemberut.
Dokter zalimah menghela nafas melihat putrinya yg selalu salah faham dan masih kekanak-kanakan.
"Chandra jangan ambil hati kelakuan kirana nak, pandanglah bunda dan ayahmu,yg tak memandang mu sebagai menantu lagi,tapi seorang anak", ucap bunda zalimah pada Chandra.
"Ayahh Melani lapar!", teriak Melani dari dapur
Chandrapun segera memberi nasi yg disudah dicampur ksuk dipiring dan dimasukkan ke kamarnya.chandra begitu terharu melihat kondisi Melani yg sudah membaik.
"Nanti anterin Melani jalan jalan ya yah", ujar Melani dengan manjanya.
Chandra mengangguk dan tersenyum menatap putrinya yg sudah mulai tumbuh besar,meskipun tidak begitu mendapat perhatian dari Kirana,tapi ada dirinya dan kedua mertuanya yg memberi kasih sayang yg penuh pada melani.
"Iya nak,ayah pasti membawamu jalan jalan ", ucap Chandra,ia begitu bangga saat bisa membahagiakan putrinya.
__ADS_1
Meanipun cepat cepat menghabiskan makannya,ia tak sabaran lagi ingin pergi jalan jalan bersama ayahnya.
"Lho,kok makannya cepat cepat gitu,ntar keselek tulang ikan nak", ucap Chandra dengan lembutnya.
"Kita kan mau jalan jalan ayah,jadinya makanannya empat cepat kuhabiskan", ucap Melani .
"Baiklah kalau begitu,abis itu mandi ma ayah ya", ucap Chandra yg terpaksa menuruti keinginsn putrinya.
Padahal janjinya sore baru bisa mengantar Melani ke wahana permainan,ia tak mampu menolak keinginan putrinya yg baru sembuh itu.
"Ayah,ayo mandi sama sama!", teriak Melani melonjak lonjak kegirangan.
Chandra pun menggendong putrinya ke kamar mandi dan mandi bersama,setelah itu mendandani Melani dengan baju barbienya,sedangkan Kirana hanya terdiam melihat keakraban antara suami dan anaknya.
"Kirana,ayo kita pergi Sam sama", ajak Chandra.
Kirana menjadi bingung antara menolak dan tidak,karena bunda dan ayahnya memberi isyarat agar pergi bersama mengantar Melani .
"Ia anakmu Kirana,berikan waktumu juga untuknya", ucap bunda.
Kirana yg memang sudah berganti pakaian,yg tadinya mau kerumah sakit terpaksa menuruti keinginan bundanya.
"Syukurlah kamu ikut Kirana,setidaknya untuk memberi waktumu sedikit buat putri kita",gumam Chandra.
Mereka memasuki wahana permainan dengan gembira,bahkan Kirana pun yg tadinya kelihatan kurang mood,ikut tersenyum melihat kegembiraan Melani yg tunjuk sana tunjuk sini.
__ADS_1
Melani sangat bahagia bisa bersama kedua orang tuanya.rnghabiskan hari liburnya,kebetulan hari ini tanggal merah jadi seharian dihabiskan bermain main di wahana ,juga mengunjungi taman bunga yg menyejukkan mata.