
Dokter Fadli sedang memeriksa seorang pasien wanita yg menderita kanker payudara,ia menyarankan agar pasien segera dioperasi karena ditakutkan Virusnya akan menyebar yg bisa berakibat fatal.
"Apa ada jalan lain selain harus menjalani operasi dokter?", tanya salah seorang anggota keluarga pasien
Dokter Fadli sejenak terdiam,ia sepertinya tengah berpikir keras memikirkan paseian kanker payudara yg sudah parah itu.
"Satu satunya jalan untuk menyelamatkannya adalah operasi pak", ucap dokter Fadli serius.
Keluarga pasien itu terlihat sangat sedih,wajahnya pucat pasi membuat dokter Fadli menjadi kasian juga, didekatinya orang itu dan bertanya.
"Maaf pak,ini jalan terbaik untuk keluarga anda,jika ingin sembuh", Dokter Fadli mendekati orang itu yg sedang duduk termenung.
"Masalahnya bukan begitu dokter,kami dari kalangan rakyat miskin,mana bisa membiayainya,operasi tidak sedikit mengeluarkan uang,sedangkan kami.buat makan saja susah dokter", ucap bapak itu menitikkan air matanya,membuat dokter Fadli menjadi iba.
Semenjak menjadi dokter,tak sedikit jumlah orang yg ditemuinya mengalami nasib yg sama dengan bapak ini.
"Dokteeerr,tolong sakiit!", teriak pasien itu merintih kesakitan.
Dokter Fadli segera menyuntikkan penahan nyeri untuk pasien itu,yg hanya bersifat sementara saja.
__ADS_1
"Bapak duduk sebentar disini,nanti kuhubungi lagi", ucap dokter Fadli pada keluarga pasien itu yg sementara duduk sedih.
Ternyata dokter Fadli menghubungi temannya seorang youtuber yg sangat terkenal,ia ingin mengunggah video pasien yg sedang mengalami kesusahan itu.
"Pasiennya sekarang dimana fad?", tanya Andre temannya dokter Fadli itu.
"Ia pasienku ndre,kasian banget orangnya lagi sakit parah,sementara kehidupan keluarganya sangat miskin", ucap dokter Fadli.
"Okey,kalau gitu,Video kan aja pasien mu itu,ntar aku unggah di medsos,doain aja berhasil", ucap Andre menutup telepon.
Bener saja,2 jam kemudian postingan Andre betul betul mendapat respon positif dari para warga net,hingga terkumpul dana yg terus menerus meningkat.
"Insya Allah besok pasiennya akan dioperasi pak", ucap dokter Fadli pada bapak tua keluarga pasien kanker payudara itu
"Tapi dokter,dimana kami bisa mendapatkan uang sebanyak itu?", bapak tua itu merasa sedih.
Dokter Fadli tersenyum, membuat bapak tua itu merasa heran,ia merasa dirinya dipermainkan.
"Saya sudah menggalang dana untuk pasien,jadi bapak tidak usah khawatir lagi ya", ucap dokter Fadli dengan lemah lembut.
__ADS_1
""""""""""""""
Berita tentang seorang dokter yg menolong pasiennya begitu cepat tersebar, beragam asumsi mulai beredar,ada yg mengira jika dokter Fadli sendiri yg memberikan uang,ada juga yang mengira jika dokter Fadli meminta minta sumbangan langsung,tapi Dokter Fadli tidak menghiraukannya,baginya misi sosial jauh lebih utama untuk menyelamatkan nyawa seseorang yg membutuhkan bantuan.
"Hari ini dokter bedah yg akan mengoperasi pasien tiba tiba berhalangan hadir,jadi gantinya akan diganti seorang dokter wanita", ucap dokter Haris yg akan memimpin operasi itu.
"Baiklah dokter,tak masalah,semoga operasinya berjalan lancar", ucap dokter Fadli,ia tak berhentinya berdoa semoga operasi berjalan lancar.
Jadwal operasi tiba,semua tim dokter dan asisten masuk diruang operasi,dokter Fadli terkesiap saat matanya bertubrukan dengan mata seorang dokter yg sepertinya sangat ia kenali,begitupun halnya dengan dokter wanita itupun yg tak lain adalah dokter kirana,juga mendadak jantungnya berdegup kencang.ia sepertinya sangat mengenali sorot mata itu,dokter kirana tak mengetahui jika dokter Fadli pindah tugas kesini, karena dokter zalimah sengaja menyembunyikan nya,ia tak mau hati anaknya kembali terusik oleh dokter Fadli yg begitu dicintainya.
Sejam telah berlalu, operasi berjalan lancar hingga selesai.
"Alhamdulillah sukses", ucap dokter Fadli
Para tim dokter keluar dari ruangan operasi,saat para dokter itu membuka kostumnya dan penutup wajahnya dokter Fadli dan dokter kirana berteriak karena tak menduga jika mereka sama sama bekerja lagi
"Fadli!", ucap Kirana lirih.
"Kirana", balas dokter Fadli,mereka sama sama terdiam terhanyut dalam pikiran masing masing
__ADS_1