
Rumah tua dekat kuburan angker yg dihuni keluarga dokter zalimah terlihat sunyi senyap,tak ada nuansa apa apa, dokter zalimah dan pak Arya masih larut dalam duka mendalam setelah kepergian Melani yg disusul kepergian Kirana yg terusir dari ayahnya sendiri.
"Kabarnya Kirana sedang sakit bunda", ucap pak Arya.
Dokter zalimah hanya terdiam mendengarnya air matanya nampak jelas mengambang di pelupuk matanya.nampak guratan kesedihan yg sangat mendalam
"Biarkan ia mencari jalannya sendiri ayah, bukannya itu yg ia kehendaki,ia bahkan lupa pada kondisi anaknya sendiri", ucap dokter zalimah pelan.
"Jangan bicara begitu bunda,itu anak kita satu satunya loo", sanggah pak Arya.
Namun dokter zalimah nampak begitu berduka oleh meninggalnya cucunya,ia juga merasa trenyuh oleh nasib Chandra yg hatinya telah disakiti Kirana.
Dokter zalimah beranjak dari tempat duduknya,menuju jendela yg dan berdiri menatap kuburan Melani yg kelihatan jelas,matanya yg bisa menangkap bayangan makhluk halu,nampak melihat sosok sosok yg sedang hilir mudik,salah satu diantara mereka nampak sosok Melani yg sedang duduk menggendong boneka
"Cucuku,alam kita telah berbeda,tapi nenek sudah merasa bahagia masih bisa melihat sosokmu walau tak dapat kusentuh", ucap dokter zalimah menyeka sisa sisa air matanya.
Dilihatnya ayahnya,januar sedang berusaha mendekati dan merayu melani.mendadaki dokter zalimah teringat dirinya sendiri di saat masih kecil,ayahnya yg tak memiliki uang sepeserpun berusaha membujuknya untuk membuatkan boneka dari kayu,pengganti boneka yg sangat diinginkannya,tapi harganya mahal.
"Ayah,kutitip Melani padamu,zalimah yakin ia akan menjadi teman yg baik buatmu", ucap dokter zalimah membathin.
"Bunda lihat apa?", pak Arya tiba tiba datang memegang pundak istrinya dan segera membimbingnya kembali duduk di sofa dan menutup jendela.
"Kenapa nasib kita selalu ditimpa masalah ya?,apa sebenarnya salah dosaku,hingga Allah selalu menimpakan musibah", dokter zalimah menatap kosong kedepan.
Pak Arya mendekati isterinya yg sedang dilanda gundah gulana, ingatannya menjadi kacau balau,satu satunya anak ya selalu memberikan masalah buat keluarga,setelah punya anakpun terasa sikapnya tak mau berubah juga
__ADS_1
"Sabarlah bunda,mungkin ini takdir buat kita,kita berdoa saja dan memaafkan Kirana,mungkin pola asuh kita yg salah hingga Kirana bisa berbuat begitu",ucap pak Arya bijaksana.
Dokter zalimah menangis dan memeluk suaminya,ia merasa jika dirinya lah yg salah dalam hal ini.
*********
Di kontrakan Chandra yg baru,ia mulai membenahi hidupnya belajar melupakan cinta nya pada Kirana yg selalu berbuat sesuka hatinya.ia juga mengikhlaskan kepergian Melani yg begitu disayanginya,Chandra memeluk boneka boneka kesayangan Melani yg sengaja diambilnya untuk mengenang Melani yg begitu banyak menorehkan kenangan manis bersamanya .
"Anakku,mengapa kau begitu cepat meninggalkanku,tidak kasian kah kau ma ayah,bukankah kamu berjanji untuk selalu bersama ayah", ucap Chandra sembari memeluk boneka Melani .
"Ayah,Melani pengen makan pentolan itu,beliin ya ayah", ucap Melani merajuk.
Chandra terpekur mendengar permintaan anaknya itu,ia sangat menakuti borax yg biasanya dicampur di adonan bakso
Setelah berbagai cara membujuk Melani,akhirnya Melani manut,Melani diajak ayahnya membeli pisang keju yg pedagangnya cukup dikenal Chandra..
Chandra kembali menangis mengingat Melani yg lebih dekat dengannya ketimbang Kirana yg memang tidak begitu mengindahkannya.
Hati Chandra kembali teriris mengingat betapa Kirana terlalu menyakiti hatinya dan sedikitpun tidak menghargainya sebagai seorang suami.
Chandra berusaha tabah menghadapi kenyataan yg telah terjadi.
Tet tet tet!
Ponsel yg sementara dipegang Chandra tiba tiba bergetar, dilihatnya satu notifikasi masuk,dari seorang sahabat yg entah dimana sekarang.
__ADS_1
(Chandra gimana kabarmu dan Kirana sekarang sehat aja kan?,Saya berharap kamu tetap bahagia,salam dari saya di Sumatra "Yoko")
Chandra tertegun setelah membac satu pesan itu,yoko kembali mengingatkan kenangannya saat saat bersama Kirana,sewaktu bersama menjaga dan merawat Refly.
"Seharusnya aku memang tak menikahimu Kirana, hatimu telah terpaut untuk refly", gumamnya dihapusnya sisa sisa air matanya yg kadang tanpa sadar terjatuh di pipinya.
********
Dokter zalimah tertunduk lesu, menatap potre pernikahan Kirana yg terpampang di dinding,dilihatnya senyum dipaksakan Kirana yg demi membahagiakan orang tuanya bersedia dinikahi Chandra.
"Maafkan aku nak,aku sebenarnya yg bersalah dalam hal ini",bathin dokter zalimah.
Ia memejamkan matanya, mengingat semua kejadian kejadian yg masih terasa segar di ingatannya.
Dokter zalimah yg memiliki kekuatan supranatural berusaha menerawang Kirana,tiba tiba ia tersentak saat dilihatnya kirana dalam mata bathinnya berbaring tak berdaya di rumah sakit.
"Mas Arya,anak kita sedang sakit keras,apa sebaiknya kita menemuinya?", tanya dokter zalimah.pada suaminya yg sebenarnya sedari tadi memperhatikan gelagat isterinya itu,yg ia ketahui memiliki kekuatan bathin yg sangat kuat
"Seharusnya memang begitu bunda,mari kita segera kesana", sahut dokter Arya tanpa basa basi lagi
Setibanya dirumah sakit dokter zalimah memeluk putrinya dan menangis sejadi jadinya melihat kondisi Kirana yg kian melemah,Kirana bahkan tak mengeluarkan suara lagi,hanya bibirnya yg terus bergerak gerak.
"Anakku bunda memaafkanmu nak", ucap dokter zalimah memeluk Kirana yg memberi isyarat meminta maaf
Dokter kirana berlinangan air mata melihat kedua orang tuanya datang memaafkannya.
__ADS_1