Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
Ruwat Rumah


__ADS_3

Kehidupan Rumah tangga dokter zalimah mengalami berbagai cobaan dan goncangan.yang sempat membuat suasana menjadi hening.


Rupanya mereka ada Yg mengerjai dengan mengirim ilmu santet Yg nyaris menghilangkan nyawa Kirana, Untung saja masih ada pertolongan dari Allah SWT melalui bantuan para tim ruqyah Yg berhasil menetralkan aura gelap di tubuh kirana.


"Kirana,sudah minum obat belum?", tanya bunda Yg selalu memperhatikan jadwal minum obat Kirana.


"Sudah Bu", jawab kirana singkat.


Kirana meskipun seorang dokter,tapi sangat sulit baginya minum obat yg rasanya pahit


"Kamu harus rutin minum obat Kirana,jika ingin lekas sembuh", kata bunda.


Bunda mengambil cucunya yg diberi nama Melani.ia menggendong cucunya itu dengan rasa sayang.


"Melani,digendong kakek dulu ya,nenek mau masak dulu", ucap Dokter Zalimah,memberikan Melani Ke pangkuan kakeknya.


"Melani sayang,cepat besar ya", pak arya menimang cucunya,ia selalu bahagia,saatbersama cucunya.


Melihat kebahagiaan pak Arya bersama cucunya,membuat Chandra makin merasa sempurna hidupnya,ia bahagia bisa berada ditengah tengah keluarga bahagia ini.meskipun Kirana belum sepenuhnya sembuh,tapi kehadiran Melani di tengah tengah mereka,menjadi penghibur dan pusat kebahagiaan.


"Bunda,Kirana tadi didatangi nenek rukmini,ia menginginkan kita mengadakan ruwatan rumah,katanya ada orang yg sengaja menanam sesuatu yang aneh disini", ucap Kirana,saat sedang makan.


Mendengar hal itu,dokter zalimah teringat ayahnya dulu yg selalu rutin mengadakan ruwatan disini.


"Astaghfirullah Kirana,bunda betul betul lupa,pesan kakekmu,insya Allah nak,besok kita adakan ritual itu", ucap dokter zalimah,ia yakin dan percaya.sesuatu yg telah mendarah daging dirumah ini,ia lupakan karena kesibukannya.


"Ayah,besok kita adakan ruwatan rumah disini", ucap dokter zalimah pada suaminya.


Pak Arya,hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Saya sebenarnya sudah lama,ingin menyampaikan hal ini bunda,takutnya ayah dibilang halu"imbuh pak arya.


Ia yakin,ada teluh yg terpasang dirumah ini,karena selalu terasa ada keanehan yg terjadi.kadang ada bayangan yg melintas,terkadang ada suara arus air yg deras.


*********


Dokter zalimah mengundang seorang maestro yg sudah sepuh,ia memiliki pengetahuan tentang ruwatan meruwat rumah atau bangunan Yg konon dihuni mahkluk ghaib dari golongan jin.


"Apa semua sudah siap nduk?", Tanya Mbah dikem,sambil memeriksa kembali semua perlengkapan meruwat yg Sudah dilakukan dirumah ini sejak nenek moyang pak januar.


"Sudah lengkap Mbah", jawab dokter Zalimah.

__ADS_1


Mbah dikem menyalakan tungku Yg berisi batok kelapa,sambil menabur kemenyam,sembari mulutnya komat-kamit tiada hentinya


Bau kemenyan memenuhi ruangan,bercampur daun melati.mbah dikem terus membacakan mantra di air dalam kendi,setelah air itu selesai dibacakan mantra, kemudian mengelilingi rumah,dan menyiram dengan air mantra itu.


Saat depan pintu belakang disiram air mantra,kontan tanah bekas disiram itu,tiba tiba mengepul mengeluarkan asap hitam.


"Hei kalian semua,kesinilah!", teriak mbah dikem dari belakang,membuat seisi rumah tersentak,dan berlarian menuju tempat Mbah dikem memanggil.


"Iya mbah", sahut dokter zalimah


"Astaghfirullah,apa Yg terjadi mabah?", tanya dokter zalimah terkejut melihat keanehan itu.


"Suruh salah seorang, menggali di tempat ini.nampaknya disini ada sesuatu Yg tertimbun", perintah Mbah dikem.


Mendengar hal itu,Bagas maju,dimana ia Sudah siap dengan linggis di tangannya.


"Biar saya Yg gali Mbah", ucap bagas


Bagas menggali tanah itu dengan seksama,tiba tiba mencuat benda yg menyerupai mayat yg sudah dijalani,tapi berukuran sangat kecil.


"Inilah biang kerok, kehancuran kalian, yang untung saja,kalian rajin sholat,jika tidak.maka kalian pun, akan mengikuti jejak benda ini yg terbungkus kain kafan.


Mbah dikem,mengambil miniatur mayat itu,kemudian menyulutnya dengan api.


Menurut Mbah dikem,itu kiriman dari seseorang yang telah memusuhi dokter zalimah sejak masih kecil.


Ruwatan belum selesai Mbah dikem,memandikan dokter zalimah,pak Arya,Kirana dan Chandra dengan air yg sudah dibacakan mantra,mereka menuruti saja,karna Mbah dikem sudah dokter zalimah kenal memiliki ilmu yg sakti.ia bahkan sering diundang ke berbagai daerah untuk menolong orang orang Yg kena santet dan bisa memanggil jailangkung,tapi Mbah dikem tidak sembarang mau memanggil jailangkung,kecuali untuk sesuatu Yg sangat penting.


"Mbah,saya kadang didatangi arwah ayah saya dan arwah ibu saya,apa tidak berakibat buruk bagi saya dan keluarga?", tanya dokter zalimah pada Mbah dikem yg merangkap penasehat spiritual nya.


Mbah dikem manggut manggut mendengarnya


"Kukira itu tak masalah nduk,itu hal yg lumrah terjadi,bisa jadi mereka datang sekedar memberi peringatan,karena arwah itu tak bisa datang di sembarang waktu", ucap Mbah dikem.


Mbah dikem tahu,arwah rukmini dan januar sering datang mengunjungi rumah anaknya,karena tahu anaknya mengalami banyak masalah.tapi mereka tak bisa berbuat apa apa lagi,kecuali memberi peringatan.


Saat makan siang,keanehan tiba tiba terjadi.menu makan Yg terhidang diatas meja mendadak dikerumuni belatung,membuat Mbah dikem menjadi geram.


"Siapa yang berani bermain main denganku,akan kuhancurkan sekarang juga!", ucap Mbah dukun, giginya gemerutukan menahan emosi.


Ia segera meninggalkan meja makan dan menuju bilik yang khusus disediakan untuk nya, melakukan ritual.

__ADS_1


Segera dinyalakan tungkunya,dan ditaburi dengan kemenyam.mulutnya komat kamit membaca mantera.tangannya memegang boneka yg ia tusuk tusuk dengan jarum di bagian kepala dan perutnya.


Rasa emosi dihatinya,karena merasa dilecehkan, membangkitkan sisi gelapnya.


"Kamu sendiri yg meminta penderitaan ini anak manusia", ucap Mbah dikem.


Mantera yg dibacanya,rupanya bereaksi,boneka yg dipegangnya mengeluarkan air mata dan darah di area yg dicucuk jarum.


Di tempat lain,Ki Anom merasakan sakit disekujur tubuh nya,kepalanya terasa di tusuk belati,perutnya seperti diiris iris silet yang sangat tajam


"Arggghhhh,,sakiiit!", teriak Ki anom.


Makin lama lolongannya makin keras,terdengar hingga ke dusun sebelah,membuat para warga disekitar situ menjadi heran.


"Ada apa dirumah ji Anom,ayo kita pergi lihat", ucap Kadus yg merasa heran.ki Anom yg jarang beradaptasi dengan manusia,mendadak berteriak teriak seperti kesakitan.


"Saya takut pak Kadus,bukannya ki Anom itu dukun santet,takutnya,santet yg ia kirim kembali ke dirinya sendiri", ucap Ki Wangsa bergidik ngeri.


Melihat warganya banyak yg keberatan alasan takut,pak Kadus memberanikan diri mendatangi kediaman Ki anom.ia sebagai kepala dusun merasa bertanggungjawab jawab pada kejadian yang menimpa warganya


"Kalau begitu mari kita ikuti pak Kadus", ajak pak wangsa saat melihat kepala dusun nya berangkat sendiri


"Astaghfirullah,Ki Anom,apa yg terjadi denganmu?", ucap pak Kadus saat tiba di gubuk Ki Anom


Ki Anom tergeletak tak bernyawa lagi,di kepalanya mengucur darah segar,begitupun juga di perutnya mengalir darah,yg membuat heran.tubuhnya yg masih hangat sudah dikerumuni belatung.


"Ayo kita angkat sama sama", titah kepala dusun.


Warga yg merasa jijik banyak keberatan membantu,tapi kepala dusun terus mendesak dengan berbagai alasan.


"Ini manusia,bukan binatang,sudah sepantasnya kita tolong hingga ke pemakaman", ucap kepala dusun


Bau bacin yg menyengat,seperti mengaduk perut warga, banyak diantara mereka muntah muntah.


***********


Mbah dikem tersenyum puas,ia berhasil mengembalikan ilmu santet kiriman Ki Anom


"Senjata makan tuan", ucap Mbah dikem.mematikan dupanya.


Mbah dikem merasa berdosa telah menghabisi nyawa Ki Anom,tapi Ki Anom sudah keterlaluan,dosanya sudah terlampau banyak.puluhan bahkan ratusan manusia telah berhasil di santetnya dari jauh,sudah saatnya ia menerima karma

__ADS_1


.


__ADS_2