Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
cobaan datang silih berganti


__ADS_3

Pak Arya termangu melihat kondisi isterinya yg masih tak sadarkan diri,perban yg membalut dikepala dokter zalimah membuat hati pak Arya menjadi teriris,guratan kesedihan nampak di wajahnya,sementara disampingnya duduk dokter Kirana dengan penuh penyesalan telah membuat hati bundanya menjadi galau.


"Maafkan Kirana bunda,jika saja Kirana menuruti panggilan bunda tadi,mungkin kejadian ini tak menimpa bunda", ucap Kirana penuh penyesalan yg sedang memeluk bundanya.


"Pergilah Kirana,jangan pernah datang lagi dikehidupan bunda",bathin dokter zalimah yg sudah bisa mendengar tapi mata dan bibirnya tak bisa bereaksi sedikitpun.


Dokter zalimah begitu sedih memiliki seorang putri yg tak memiliki akhlak yg baik,dihatinya seperti ingin menghapus nama Kirana sebagai seorang anak,tapi apa daya,kondisinya yg sekarang hanya bisa terbaring lemah tak memiliki daya apapun juga.


"Ini semua karena ulahmu Kirana,sekarang pergilah dari sini,kamu tak pernah bisa menjaga wibawa kedua orang tuamu", ucap pak Arya pelan pada putrinya,sepertinya tak mau kedengaran orang lain.


Dokter Kirana tetap tak bergeming,ia seperti tak mendengar ocehan ayahnya yg sangat kecewa oleh tingkahnya.


Ditempat yg lain,Chandra yg mendengar kabar kecelakaan yg menimpa dokter zalimah segera meluncur kerumah sakit,ia merasa sangat khawatir oleh musibah yg menimpa mertuanya.di parkiran ia berpapasan dengan dokter kirana,tapi hati Chandra sudah mulai beku.ia bersikap biasa biasa saja,bahkan tak merasa cemburu atau sakit hati lagi melihat wanita yg masih berstatus isterinya itu bergandengan dengan mesra bersama dokter Fadli.


"Masuklah nak", sambut pak Arya dengan penuh keramahan pada menantu pilihan hatinya itu.

__ADS_1


"Bunda,apa yg terjadi denganmu?", Chandra meraba kening ibu mertuanya dengan rasa penuh kasih sayang.


"Ayah juga tak tahu kronologi kejadian itu Chand,tiba tiba saja ada anggota polisi yg menelpon ayah dan mengabari musibah yg menimpa bunda",sahut pak Arya.


Chandra terlihat sangat sedih,ia merasa tragedi yg menimpa keluarga mertuanya akhir akhir ini seperti tak wajar lagi.


"Semoga bunda lekas sembuh ayah", ucap Chandra.


Pak Arya dan Chandra terdiam dan tenggelam dalam pikirannya masing masing.


Ia sungguh tak mengira pak Arya berkata begitu,atau bisa jadi pak Arya sudah merasa lelah menasehati Kirana yg asyik dengan perselingkuhannya.


"Hatiku masih sedih mengingat kepergian Melani ayah", jawab Chandra dengan sedih,air matanya bergulir dipipinya,membuat pak Arya menjadi sangat terharu.


"Ayah merasa berdosa padamu nak,ayah tak bisa membimbing Kirana menjadi seorang isteri yang patuh pada suaminya", ucap pak Arya.

__ADS_1


"Ayah tak bersalah apa apa ke Chandra,justru saya yg merasa bersalah yaah,tak bisa menjadi seorang suami yg bisa membuat hati isterinya menjadi nyaman,dan mencari kebahagiaan diluar sana",balas Chandra.


Pak Arya merangkul menantunya itu dan menangis terisak Isak ,ia merasa sangat beruntung bisa memiliki seorang menantu berjiwa besar,sementara dokter zalimah yg mendengar percakapan itu merasa sangat sedih,bagaimana bisa Kirana mengabaikan cinta dan kasih sayang dari seseorang yg tulus seperti Chandra.


************


Dokter Kirana dan dokter Fadli,sedang dimabuk asmara,mereka berdua sana sini mencari kesenangan dengan mengunjungi berbagai tempat tamasya yg indah.kali ini mereka mendatangi lokasi perkebunan teh yg sangat indah,untuk mengelilingi lokasi itu,menyewa kuda untuk ditunggangi.


"Saya agk takut menunggangi kuda besar fad,mau ya kuda poni itu aja", ucap Kirana dengan manjanya.


Dokter Fadli menuruti kemauan kekasihnya itu,dokter Fadli menunggangi kuda besar , sedangkan dokter Kirana kuda poni.awalnya takut takut,lama kelamaan udah mulai berani,tiba tiba saja kuda yg ditunggangi dokter Kirana berlari kencang seperti ketakutan,tak urung membuat dokter Kirana jatuh terpental.


"aaaaarrrgghhh sakiiiittt,toloooooong!!", teriak dokter Kirana kesakitan.


Beberapa orang disekitar situ datang menolong dokter Kirana, rupanya dokter Kirana mengalami cedera yg parah,ia mengalami patah tulang diarea tangan dan kakinya,dokter Kirana tak berhentinya menangis membuat dokter Fadli kelabakan,ia tak mungkin mengabari kedua orang tua dokter Kirana yg mengalami musibah dan masih berada dirumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2