
Nania yg pulang ke kampung halaman nya,bukan karena liburan semata,ia ingin mencari orang pintar untuk membuat hati Chandra bisa terpikat padanya.
Nania terlanjur jatuh hati pada Chandra,ia tak rela bila Chandra kembali lagi ke istrinya yg sah,yaitu dokter kirana.
Dikampung Nania bertemu Laksmi yg mengalami nasib buruk, karena penghinaan para warga,oleh kesialannya ditinggal mati suaminya Yg masih berstatus pengantin baru.
Iapun mendapatkan ide untuk mengajak Laksmi ke suatu desa yg sangat terpencil,jalanan jesanapun harus melalui hutan hutan kecil dan beberapa sungai kecil.
"Saya malu ketahuan orang kesitu Nania", Laksmi keberatan,saat Nania mengajaknya pergi mencari orang pintar itu.
"Tak ada yg akan melihat kita kesana, kita kan berangkatnya malam", ucap Nania,berusaha meyakinkan Laksmi yg kelihatan masih ragu ragu,tapi ia menyadari hidupnya yg selalu dikucilkan orang karna dianggap pembawa sial,hingga iapun mengiyakan ajakan Nania itu.
"Tapi saya tidak punya uang sama sekali Nania", sahut Laksmi terus terang.
Nania tertegun mendengar jawaban sahabatnya itu,ia merasa iba dan merasakan kepedihan dihati Laksmi
"Tak usah pikirkan itu Laksmi, saya yg mengajak,artiny saya juga yg tanggung semuanya", ucap Nani mantap.
Malam itu,dengan membawa senter yg cukup terang,Laksmi dan nania menuju kampung itu dengan penuh rasa cemas,was was, jangan sampai ada yg melihat.
Sepenjang perjalanan,Laksmi diliputi rasa takut,takut ada binatang buas atau dedemit yg mengikutinya.mulutnya terus komat kamit membaca ayat ayat suci Alquran pengusir setan.kecuali Nania yang kelihatan tidak ada takut takutnya,ia terus berjalan dengan penuhi keyakinan.
2 jam mereka berjalan,menyusuri jalan setapak yang penuh duri dan sungai sungai yg dinginnya seperti es, akhirnya mereka pun tiba dikampung tujuan mereka, dan mencari rumahnya Mbah Saniyem.
Beberapa warga memandang mereka penuh rasa heran, biasanya yg datang ke Mbah Saniyem, wanita wanita paruh baya yang suaminya selingkuh lagi,tapi yang datang kali ini 2 gadis cantik yg masih muda .
"Mungkin minta susuk pengasihan", pikir mereka.
__ADS_1
Nania pun menghampiri para warga yg mayoritas ibu ibu itu, yang duduk ngumpul menikmati terang bulan.
"Kita langsung kerumah Mbah Saniyem aja ya Laksmi", ajak Nania.
Laksmipun menuruti saja keinginan Nania yang memang punya tujuan utama kesini.
Nania mengikuti jalur kerumah Mbah Saniyem yg berada ditengah tengah sawah, seperti sengaja memisahkan diri dari warga sekitar.
Rumah Mbah Saniyem terbuat dari bambu yg dianyam, atapnya dari daun Rumbia.
"Masuklah", ucap Mbah Saniyem dari dalam
Membuat Laksmi dan nania terkejut, Karena Mereka berdiri dulu memandangi rumah Mbah Saniyem Yg unik.
"Iya mbah", ucap mereka serempak.
Merekapun segera masuk, ternyata Mbah Saniyem sedang duduk menghadap sesajennya,matanya tertutup, sekali kali menabur kemenyam di perapiannya .
"Iya mbah,saya sangat mencintainya", jawab Nania.
Nania begitu antusias menjawab pertanyaan mbah Saniyem,ia bergesar lebih dekat ke Mbah Saniyem.
"Saya ingin membuat Chandra jatuh cinta dan melupakan istrinya Mbah", ucap Nania penuh semangat.
Mbah Saniyem membuka matanya dan memandang Nania penuh selidik.
"Nania,Mbah tidak bisa memastikan Chandra bisa terpikat kekamu atau tidak nya,karena hatinya sekarang semata-mata untuk isterinya,tapi Mbah akan mencoba membantumu sebisa Mbah", Mbah Saniyem,kembali menutup matanya, menerawang jauh ke tempat dimana Chandra berada
__ADS_1
Mbah Saniyem menghela napas
"Chandra tidak punya perasaan apa apa ke kamu Nania,ia tulis mencintai kirana,tapi Mbah punya ramuan yg bisa membuat Chandra bertekuk lutut padamu", ucap Mbah Saniyem.
Iapun Segera memberi Nania,ramuan itu untuk dijaga ya baik baik,jangan sampai salah minum yang bisa berakibat fatal.
Kemudian Laksmi menyampaikan maksudnya dan menceritakan semua peristiwa yg dilaluinya, ternyata Laksmi memiliki tanda lahir di *********** yg harus dicucuk jarum emas, untuk menghilangkan aura negatif ditubuh nya itu
"Tapi Mbah,saya tidak punya Jatim emas", Laksmi berkata jujur ke Mbah Saniyem
Mendengar hal itu, Nania yg merasa bertanggungjawab jawab ke laksmi,karena ia yg mengajaknya kesini.meminta solusi dari Mbah Saniyem.
"Mbah ada jarum emas,tapi harus membayar mahar sedikit", ucap Mbah Saniyem
Nania pun menyanggupi dan mengeluarkan uangnya,setelah itu Laksmi pun diruwat.setelah semuanya selesai,Nania dan Laksmi pamit pulang malam itu juga
"Kalian boleh menginap disini", saran Mbah saniyem
"Biar kami pulang saja Mbah", Ucap Nania
Mbah saniyem tak bisa berbuat apa-apa lagi,selain mengijinkan 2 wanita muda itu pulang ke desanya
**********
Chandra gelisah,tak bisa memejamkan matanya .dibenaknya hadir Kirana Yg tak memberinya kesempatan kedua lagi,ia begitu kecewa oleh tindakan Chandra yg telah mengkhianati nya.
Chandra juga memikirkan Nania,yg 3 hari ini tidak muncul muncul lagi mengusiknya
__ADS_1
"Syukurlah,semoga gadis tak tahu diri itu, menghilang untuk selamanya", bathin chandra
Chandra hanyut dalam lamunannya yg membawanya ke alam tidur