Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
saat Chandra kembali


__ADS_3

Melani meringis kesakitan pada kepalanya membuat dokter zalimah menjadi panik,ia segera menghubungi dokter yg menangani Melani.


"Dokter,tolong cucu ku", ucap dokter zalimah penuh rasa khawatir pada cucunya.


"Insya Allah dokter zalimah,mohon doanya semua,karena pasien sekarang dalam kondisi kritis ", ucap dokter Wijaya dengan mimik sedih,ia dapat memahami perasaan keluarga dokter zalimah sekarang.


Disisi lain,dokter kirana terdiam penuh duka mendalam,ia merasa bersalah telah jauh dari Melani selama ini,ia juga merasa paling bersalah atas permintaan Melani yg selalu ditolaknya,yg terkadang menolak permintaan Melani dengan ketus.


"Mamaa,Melani kangen ayah", ucap Melani,setiap ingin bertemu dengan ayahnya,yg pasti ditolaknya dengan berbagai alasan.


"Mamaa,panggilan ayah dong", pinta Melani dengan mata berkaca kaca.


"Melani,bisa nggak sih diam sedikit,mama sibuk banget nih,juga ayahmu gak bakalan mau peduli kamu lagi", ucap Kirana saat itu,yg sukses membuat Melani menangis.


Kirana mulai menyesali tindakannya yg seolah olah tak pernah mau peduli perasaan Melani karena rasa egonya.


*******


Chandra duduk didepan Melani yg dalam perawatan intensif,selang infus dan alat bantu pernafasan terpasang,yg menjadi saksi bisu penderitaan Melani,yg baru disesali kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Nania,tolong jangan ganggu kehidupanku,aku sudah punya anak dan isteri", ucap Chandra disaat Nania tak berhenti mendekatinya.


"Mas Chandra,tolong mengertilah perasaanku,aku sangat mencintai mas Chandra", ucap Nania dengan sungguh sungguh


ia terus mengejar Chandra,dan selalu berusaha ingin bertemu dengan berbagai alasan,hingga Chandra disuatu saat,mengabulkan keinginan Nania yg rupanya menjadi awal keretaka hubungannya dengan Kirana yg telah memberinya seorang anak yg menggemaskan.


"Melani,maafkan ayah nak,ayah berjanji takkan pernah meninggalkanmu lagi", Chandra kembali menitikkan air matanya.


Mulutnya terus komat kamit membaca ayat ayat suci Al-Quran untuk kesembuhan anak yg sangat disayanginya itu.


"Ya Allah, ampunilah dosaku ini, berilah kesembuhan pada anakku", ucap Chandra penuh harap.


Chandra terus menerus memohon ampun pada Allah dan berdoa untuk kesembuhan anaknya,ia tak menyadari jika pak Arya telah berdiri disampingnya.


Chandrapun tak menjawab,ia memang sudah sehari semalam tak pernah tidur,rasa khawatir telah membuatnya kehilangan kantuk.


"Saya pulang dulu yaah", pamit Chandra pada mertuanya itu


Chandra tidak langsung pulang kerumah mertuanya,ia terlebih dahulu ke kontrakannya mengambil pakaiannya.baru pulang kerumah dokter zalimah mertuanya.

__ADS_1


"Nak Chandra,bibi sudah bersihin kamarnya,silahkan masuk istirahat dulu", ucap bik ratmi yang mungkin sudah ditelpon oleh pak Arya.


"Terimakasih ya bik", ucap Chandra yg langsung ke kamar dan istirahat.


Beberapa saat kemudian,datang dokter kirana dari rumah sakit, melihat ada mobilnya Chandra terparkir,ia langsung mencari bik Ratmi.


"Kok,ada mobilnya Chandra diluar bik?", tanya kirana.


"Ia lagi istirahat didalam,pak Arya sendiri yg menyuruhnya kesini", ucap bik Ratmi dengan datar.


Dilihatnya kirana agak mengerut wajahnya,tapi bik Ratmi pura pura tak memperhatikannya,ia tetap melanjutkan pekerjaannya.


Kirana merasa,ayahnya memiliki tujuan tertentu dengan menyuruh Chandra kerumahnya,ia merasa mulai diliputi rasa gelisah,karena hubungannya dengan dokter Fadli yg makin serius.ia membayangkan bagaimana terlukanya hati dokter Fadli saat mengetahui,jika Chandra kembali tinggal bersamanya,walau statusnya belum rujuk lagi.


Tet tet tet!


Satu Notifikasi masuk di Aplikasi hijau Kirana


(Kirana,saya dalam perjalanan menuju kotamu,bentar lagi aku sampai nih) Isi pesan dokter Fadli yg membuat hati Kirana ketakutan.

__ADS_1


"Apa jadinya jika dokter Fadli tiba disini, sementara Chandra juga ada disini", ucap Kirana dalam hatinya.


Ia mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


__ADS_2