
Dokter kirana dibawa pulang kerumah oleh kedua orang tuanya yg membuat dokter kirana menangis sedih saat melihat kamar Melani yg tak berpenghuni lagi.air matanya menitik mengingat saat saat terakhir bersama Melani dan Chandra yg merengek rengek minta dibawa jalan jalan,rupanya itu pertanda jika Melani ingin memiliki moment terakhir bersama ayah dan mamanya.
"Aku berdosa padamu nak,entah dengan cara apa ku bisa menebus kesalahanku padamu", bathin dokter kirana.
Tiba tiba dari kejauhan,sayup sayup terdengar suara gelak tawa anak anak kecil mengusik lamunan dokter kirana yg sedang termenung.kirana mempertajam pendengar nya.
"Bukannya itu suara Melani,sumbernya terdengar dari arah pekuburan belakang rumah", gumam Melani.
Iapun segera beranjak,meninggalkan tempaynya berdiri menuju pintu belakang rumahnya yg berhadapan langsung dengan Kuburan.
"Melani", mata Kirana terbelalak,demi dilihatnya putrinya sedang asyik bermain bersama anak anak yg lain,nampak juga kakeknya yg dikenalinya lewat foto dan cerita bundanya.
"Melani!", teriak kirana dengan wajah gembira.
Terlihat Melani hanya memandanginya sekilas lalu bermain lagi dengan tertawa tawa.mrlani nampak cantik dengan gaun putih.
"Kirana masuklah nak,Melani sudah bahagia dialamnya sendiri,ia hanya terkadang bisa ditangkap dengan mata,tapi tak menyentuhnya lagi", ucap dokter zalimah.ia dapat memahami perasaan Kirana yg tetap memiliki hati nurani sebagai seorang ibu.
Saat Kirana masuk ke dalam rumah,nampak Chandra datang menepikan mobilnya agak jauh dari rumah dokter zalimah,ia langsung menuju pemakaman anaknya,sejenak ia tertegun memegang batu nisan Melani yg nampak berkilau terpantul sinar matahari,Chandra menabur bunga dipudara Melani,dengan perasaan duka yg mendalam .
"Melani anakku,ayah datang tidak membawakanmu cokelat dan boneka lagi nak,karena alam kita telah berbeda nak,ayah kesini hanya bisa memberimu seuntai doa,semoga kelak kita bertemu lagi", ucap chandra
Chandra terlihat betah berlama lama dipemskaman anaknya, kerinduan menyusup ke dalam hatinya paling dalam,anak yg semenjak lahir selalu kekurangan kasih sayang karena konflik dalam rumah tangga yg tak pernah usai.
"Nak Chandra pulanglah,aku yg menjaganya disini,anakmu baik baik saja", tiba tiba pundaknya terasa ada yg menyentuh dan berbicara pelan.
Saat ia membalikkan tubuhnya,tak ada siapapun yg dilihatnya,awalnya ia sangat ketakutan,tapi ia teringat cerita dokter zalimah,jika ayah ya masih sering datang mengunjunginya,hanya manusia yg dianugerahi indra keenam yg bisa melihatnya langsung termasuk dokter zalimah dan Kirana yg kadang bisa melihatnya.
"Terima kasih banyak kek", jawab Chandra lalu berdiri untuk meninggalkan pemakaman,karena hari sudah menjelang malam.
__ADS_1
Disaat Chandra akan keluar dari gerbang pekuburan dilihatnya sosok wanita yg sedang duduk termenung,awalnya ia terkejut dikiranya setan yg menampakkan diri,ia menggosok gosok matanya karena seperti mengenal wanita yg duduk termenung itu
"Nania,apa yg ia lakukan disini?", Chandra berbicara sendiri.
Ia berjalan mendekati wanita yg nampak kusut dan dekil itu.di sapanya wanita tapi tak ada respon, Nania seolah sedang asyik dengan dunianya sendiri.
"Kasian kamu Nania,kecintaanmu padakulah yg membuatmu kehilangan masa depan seperti ini", ucap Chandra.
Iapun berinisiatif memasukkan Nania ke rumah sakit jiwa,segera ditelponnya pihak rumah sakit jiwa untuk membantunya menangkap Nania,karena Nania sering mengamuk,susah dikendalikan ,malah bisa bisa melepaskan diri.
Tak seberapa lama datang pihak rumah sakit jiwa dengan 3 pegawainya,laki laki yg cukup kuat,Nania tiba tiba berusaha melarikan diri saat melihat petugas itu,namun dengan sigap aku berhasil meraih bajunya,hingga Nania dengan mudah ditangkap,ia langsung diberi suntikan penenang dan dibawa kerumah sakit jiwa.
Chandra merasa iba melihat kondisi Nania yg tidak terurus,orang tuanya di desa pun seolah tak mau ambil pusing kondisi Nania.
"Pasien dalam keadaan depresi berat pak Chandra,sepertinya ia mengalami tekanan jiwa yg tak bisa ia tanggung lagi", ucap dokter ahli jiwa,saat Nania telah tiba dirumah sakit,tapi obat biusnya masih beraksi hingga terlihat tenang.
"Saya titip ia disini dokter,soal biayanya nanti saya yg urus,ini nomor ponsel saya", ucap Chandra sambil menyerahkan sebuah kartu nama
Setelah menyelesaikan berbagai macam berkas pengisian formulir, Chandra pun pamit untuk kembali kerumahnya,dihatinya penuh berbagai pertanyaan tentang Nania yg mengalami penyakit jiwa yg kelihatan begitu parah.
Chandra merasa bersalah dalam hal ini,tapi apalah dayanya,ia begitu gigih mempertahankan rumah tangga ya dengan Kirana yg ternyata tak menyimpan secuil cinta untuknya.
**********
Dokter kirana terpekur menatap foto Melani yg memeluk bonekanya,Melani tampak seperti hidup,matanya berkedip dan bibirnya tiba tiba bergerak mengajaknya bicara.
"Maafkan Melani ma jika pergi meninggalkan mama,karena Melani juga tak mendapat tempat diruang hati mama", ucap Melani dengan nada sedih.
Mendengar hal itu,Kirana menjadi linglung,bibirnya Kelu seolah tak bisa berucap sepatah kata pun.
__ADS_1
"Mama hanya mencintai dokter Fadli,ayah dan Melani tak sedikitpun mama hiraukan", ucap Melani lagi.
Setelah mengucap kata itu,foto Melani tiba tiba menjadi buram tak nampak foto Melani lagi,malah seperti sedang memutar film,dilihatnya dirinya sedang asyik bermesraan dengan dokter Fadli,sementara disuatu tempat nampak Melani meregang nyawa.
"Anakku apa maksud semua ini,segitu bencikah dirimu padaku,hingga kau tampakkan situasi yg seperti ini", bathin dokter kirana.
Ia terduduk lesu di tepi ranjang,air matanya mengucur membasahi dadanya.
"Kira a,jangan sesali nak,yg terjadi biarlah menjadi masa lalumu,pesan bunda,perbaikilah hidupmu,jangan biarkan dirimu menjadi hancur nak", tutur dokter zalimah penuh bijaksana.
Kirana kembali menangis,kedua telapak tangannya ia tutupi wajahnya yg terus menangis tiada henti.
Diluar terdengar ketukan pintu berulangkali membuatnya berdiri melihat siapa yg datang.kirana terkejut saat dilihatnya sosok dokter erwin tengah berdiri sambil tersenyum,dokter kirana mundur beberapa langkah terkejut melihat siapa yang datang.
"Ngapain kesini Erwin,apa belum puas menyakiti hatiku?", ucap Kirana dengan suara lantang.
Ia tak menyangkan dokter erwin bisa bebas secepat itu,atas segala kesalahan kesalahan yg berulang kali dilakukannya.
"Kenapa terkejut Kirana,seharusnya kamu bahagia melihatku,bukannya aku yg pertama kali mereguk kenikmatan tubuhmu", sahut dokter erwin tersenyum sinis.
Plakkk!!
Tangan Kirana tiba tiba mendarat tepat di pipi dokter erwin yg bejad itu,Kirana tiba tiba menjerit jerit memanggil bundanya,mendengar hal itu dokter zalimah yg baru selesai sholat melompat keluar.
"Oo rupanya kau lagi ya,berani beraninya menampakkan batang hidungmu disini lagi!", bentak dokter zalimah yg entah kekuatan darimana tiba tiba bisa menangkap tubuh dokter erwin dan menghempaskan ya keluar.
Bukkk!!
Dentuman keras terdengar dari luar,rupanya dokter erwin terbentur pada tembok bengkelnya Bagas,tak urung membuat dokter erwin jatuh pingsan.
__ADS_1
Dokter zalimah menjadi terkejut,ia tak menyangka pukulannya begitu keras,hingga mampu membuat dokter erwin terjatuh pingsan