
Melani berhasil melewati masa kritisnya, membuat seluruh keluarganya merasa sangat bahagia.lain halnya dengan dokter kirana yang nampak gundah oleh keputusan mendadak dokter Fadli yg berhubungan dengan nya, satu tahun belakangan ini.
"Saya gak menduga,kamu setega itu mengkhianatiku Kirana", ucap dokter Fadli penuh penyesalan,saat Kirana berhasil mengejar nya di parkiran.
"Kamu salah faham Fadli,sungguh aku belum ada niat rujuk lagi dengan Chandra", Kirana berusaha menjelaskan,tapi dokter Fadli seperti sudah terlanjur kecewa,air matanya menitik membuat Kirana merasa sangat bersalah
"Saya ngerti kok,terlalu susah masuk di kehidupanmu,karena Melani tentunya selalu menjadi alasan utama", ucap dokter Fadli.
"Jika bukan karena Melani yg sedang kritis,tentu tak ada waktu lagi untuk bertemu Chandra ", Imbuh Kirana.
Dokter Fadli tak mampu menahan perasaan duka Nya yg mendalam,ia menepis tangan Kirana yg hendak menggenggam nya.
"Sudahlah Kirana,tak ada yg perlu dijelaskan lagi,mataku tidak rabun saat melihatmu berpelukan ditumahmu sendiri", Dokter Fadli tak memberi kesempatan lagi untuk dokter kirana.
"Saat itu aku tak sengaja memeluknya Fadli", sanggah kirana,yg merasa terkejut bagaimana bisa dokter Fadli datang tanpa sepengetahuannya.
"Ini semua, karena ulah Chandra yg licik itu,ia sengaja datang mengacaukan semuanya", bathin kirana.
Dokter Fadli masuk ke mobilnya dan segera tancap gas meninggalkan pelataran rumah sakit dengan luka dihati, Sementara dokter kirana menatapnya penuh rasa bersalah.
"Kirana,Melani sudah dibolehkan pulang,mari kita jemput dirusngannya", tiba tiba datang chandra menggandeng tangan Kirana,dan membimbingnya seperti orang yg hilang dayanya.
*********
__ADS_1
Dokter zalimah merasa bahagia melihat kebahagiaan Dokter Kirana dan Chandra, harapannya sudah sedemikian besarnya melihat anak dan menantunya bersatu kembali.
Dokter zalimah tak menyadari,ruang hati Kirana yg kosong oleh kepergian dokter Fadli.
"Alhamdulillah Kamu dah sembuh nak", ucap dokter kirana mencium kening Melani dengan penuh kasih sayang.
"Mamaa,Melani sembuh karena ada om yg berbaik hati mendonorkan tulang sumsum nya ke Melani", ucap melani dengan senyum mengembang di bibirnya.
Kirana terkejut mendengar hal itu,ia sebelumnya tidak diberitahu jika Melani mengalami penyakit leukimia.
"Siapa om itu nak?", tanya kirana penasaran.
Melani tersenyum karena tiba tiba ada seorang perawat datang mendorong kursi roda.
Danang tersenyum,ia menggenggam tangan Chandra yg juga sahabat karibnya sejak masih SMA.
"Kirana,kita harus berterima kasih ke Danang,jika bukan karena Danang,entah bagaimana nasib anak kita", ucap Chandra
Mendengar hal itu,Kirana meraih tangan Danang dan menciumnya.
"Terima kasih ya Nang, ternyata kamu tidak menyimpan dendam", ucap Kirana terharu.
"Kirana,kita semua sahabat, saya yg seharusnya minta maaf karena pernah memaksakan cinta yg sesungguhnya milik Chandra", ucap Danang.
__ADS_1
Mendengar hal itu,Chandra merangkul Danang dan saling bertangis tangisan.
"Sekarang sudah lega hatiku Chand,aku ingin pergi meninggalkan dunia ini tanpa membawa benci dan dendam", ucap danang dengan tulus.
Mendengar Danang berkata begitu, membuat, Chandra dan kirana saling menatap dengan rasa sedih yg terlalu lalu
"Danang,kamu harus kuat,jangan menyerah, tetaplah bertahan hidup,anggaplah kamu saudaramu", ucap Chandra berlutut didepan danang.
Danang tersenyum,kepalanya tiba tiba terkulai,darah keluar dari hidungnya, membuat Kirana dan Chandra kelabakan.
"Dokter dokter,tolong Danang kritis!", teriak Chandra dengan paniknya.
Seketika para tim medis,melarikan Danang ke ruang perawatan intensif,danang tidak bisa diselamatkan lagi nyawanya,ia telah pergi meninggalkan orang orang Yg menyayangi nya.
"Danang kenapa secepat itu kamu pergi", ucap Kirana,ia tak sadar memeluk jasad danang dan menangis sejadi jadinya.
Mendengar berita kematian danang,Melani menangis sesenggukan,rupanya masih ada orang yg rela berkorban demi nyawa orang lain.
******
Chandra dan kirana,terduduk lesu didepan pusara danang yg masih basah.ia merasa bersalah tak bisa memberikan sekelumit kebahagiaan pada danang yg telah memberikan kehidupan pada putrinya.
"Ternyata Danang sahabat sejati kita Chandra", ucap Kirana.
__ADS_1
Kirana terus menetes kan air matanya mengingat pengorbanan laki laki yg sangat mencintainya setulus hatinya,dan mewujudkan rasa cintanya dengan memberikan tulang sumsum nya untuk puteri,wanita yg dicintainya mati matian itu.