Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
Saat tak bahagia dalam pernikahan


__ADS_3

Kirana terus melampiaskan rasa kekesalannya,ia terus mengoceh tak karuan,tapi dokter zalimah tak menghiraukan hal itu,ia sendiri yg membereskan semua pakaian dan perlengkapan kirana yg dianggapnya penting.


"Bunda,saya tidak mencintai chandra,tolong dengarkan aku sekali ini bun", kirana memohon mohon tak mau kembali ke kampung,tapi kedua orang tuanya telah nekad membawanya pulang kampung.


"Jangan jangan macam-macam kirana,mau nggak'mau,kamu harus ikut pulang", ancam dokter zalimah pada anaknya yg terus membangkang.


"Iya kirana,apa kata orang-orang pada kami,jika terus membiarkan mu disini,sementara suamimu bersama kami", tambah pak arya yang dari tadi membereskan peralatan yg perlu dibawa.


Kirana tak bisa berbuat apa-apa lagi,selain menerima kenyataan ikut pulang kampung dengan keluar nya surat pindahnya.


Sepanjang perjalanan ia tiada henti-hentinya mengusap airmata nya yang terus meleleh.


"Kirana, Kamu harus lebih kuat Nak, belajar lah menerima kenyataan,jika Chandra adalah suamimu, seiring waktu Cinta akan tumbuh di hatimu", ucap Pak Arya.


Arya dapat memahami perasaan putrinya yang harus terikat pernikahan tanpa cinta.


"Ayah,kirana tidak sanggup menjalani kehidupan bersama chandra, dihatiku Ia tak lebih dari Seorang sahabat", kirana kembali'menangis.disisi lain,hatinya mulai terpaut dengan Dokter fadli.


Arya mengelus rambut putrinya dengan rasa iba,cinta memang tak bisa dipaksakan,tapi Chandra tetap harus menemani hidup kirana.Chandra yg memiliki jiwa yg tulus, sangat memikat hati Chandra dan Dokter zalimah.


Mobil terus melaju kencang,yg dikemudikan sendiri Arya,sementara mobil yg dipakainya dari kampung dikemudikan dokter zalimah sendiri.


Kirana nampak berkaca kaca, dimatanya menyimpan kabut.ia terus membayangkan nasib cintanya yg tak pernah berjalan mulus.


"Kirana,apa kamu lapar nak?", tanya arya pada putrinya,yg duduk seperti tak ada gairah hidup sama sekali.


"Terus saja ayah, makannya dirumah aja nanti, kirana masih kenyang", jawab kirana.


Kirana,tak ada nafsu makan lagi, dihatinya hanya ada kebimbangan,dan rasa sedih yg tak bisa ia lukiskan dengan apapun.


Angin menderu deru menerpa wajah kirana,yg sengaja membuka pintu mobilnya,agar leluasa masuk,ia ingin menikmati suasana alam yg seperti ya enggan bersahabat dan berdamai lagi dengan hatinya.


************


"Alhamdulillah Kita sampai juga nak", Ucap pak arya penuh rasa syukur.


Kirana tetap diam,dilihatnya Chandra berdiri diambang pintu tersenyum,darah kirana tiba tiba berdesir.


"Aneh,kenapa perasaanku tiba-tiba bisa sekacau ini", gumam Kirana.

__ADS_1


"Kira a,itu suamimu Nak,temuilah ", perintah pak Arya.


Kirana menuruti permintaan Ayahnya,ia mendekati Chandra dan mencium tangan Chandra.


"Syukurlah kamu sampai juga sayang", ucap Chandra


"Hmm,aneh sejak kapan Chandra mulai memanggil ku sayang,ini tak boleh terjadi ", ucap kirana dalam hatinya.


Kirana,yg kecapean duduk berjam-jam di mobil, menghempaskan tubuhnya begitu saja di sofa, mungkin karena rasa letih yg terlalu lalu,membuat matanya terlelap.


Chandra membiarkan saja Isterinya tertidur,ia tidak membangunkan Kirana.


"Sudah sore nak, bangunkan Kirana", ujar dokter zalimah.


Chandra Segera membangunkan Kirana.


"Kirana,bangun sayang", ucap Chandra,pelan pelan membangunkan Isterinya,kirana menggeliat dan membuka matanya.dipandanginya wajah Chandra yg rupawan,ia sebetulnya tak pantas untuk tidak mencintai Chandra yg telah resmi menjadi suami nya tapi cinta bukan datang Nya dari wajah,tapi bersumber dari lubuk hati yg paling dalam.


"Kirana, kenapa menatapku seperti itu?", chandra keheranan melihat Kirana yg menatapnya lekat lekat.


"Maaf", sahut Kirana,yg baru menyadari jika dari tadi menatap Chandra terus.


Kirana,terdiam dan melangkah masuk kamarnya.


"Kirana,apa kamu ada masalah?", tanya Chandra,demi melihat Kirana yg sedari tadi terdiam, wajahnya murung, seperti menyimpan sesuatu masalah.


"Saya bingung,kenapa bisa tiba-tiba mendapat surat pindah Chand,apa kamu yg mengurusnya?", tanya kirana,membuat Chandra menjadi bingung.


Ia sama sekali tidak mengetahui perihal kepindahan isterinya yg tiba, tiba-tiba.meski hal itu tentu membuatnya senang


"Maksudmu,kamu pindah kerja disini?", tanya chandra.


"Iya Chand,saya pindah kerja disini?",sahut Kirana,sambil mengangguk


Chandra terdiam,mendengar penuturan isterinya.dihatinya terbersit rasa bersalah,telah menuruti permintaan pak Arya untuk menikahi Kirana yg sepertinya menikah dengannya hanya setengah hati.


"Kirana,maafkan aku jika membuat mu, tertekan begini", ucap chandra dengan memelas.


Rupanya ia sudah tahu, jika dirinya penyebab kesedihan mendalam Kirana.

__ADS_1


"Jangan bilang gitu Chand,ini bukan salahmu sepenuhnya", sahut kirana.


Mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.mungkin orang menyangka,jika hubungan mereka normal normal saja, padahal tidak.mereka menjalani kehidupan rumah tangga,yg nampak bahagia diluarnya saja


Sebisa mungkin Chandra menyembunyikan kesedihannya pada orag mertua dan orang tuanya,jika kirana baik baik saja,padahal tidak.


**********


"Kirana,saya mau melanjutkan S3 ku diluar negeri", ucap Chandra,saat mereka duduk berdua di teras belakang rumahnya.


Kira a sedikit kaget mendengarnya, bagaimanpun juga chandra suaminya,meskipun hatinya belum sepenuhnya mencintai dan menerima keberadaan chandra sebagai suaminya,tapi Chandra sudah bagian dari hidupnya.


Walau hubungan Nya terlihat hambar,nyaris tak memiliki nuansa apa2.tapi kirana merasa ada yg janggal pada dirinya akhir akhir ini.


"Kirana,kamu dengarkan apa yg kukatakan tadi?", Chandra menepuk bahu kirana yg seperti larut dalam lamunan.


"Hm,iya Chand,saya mendengar nya", kirana menjawab dengan suara yang parau.


Chandra dapat memahami perasaan istrinya,ia bahkan siap mengurungkan niatnya,jika kirana keberatan,tapi kirana,tak menjawab apapun,melainkan dengan diam,suatu reaksi yg sangat sulit dipahami.


"Chand,saya kerumah sakit dulu ya,ada panggilan operasi yg mendadak", ucap kirana.


Chandra menatap isterinya yg seperti nya kurang sehat.nyata dari caranya berjalan yang seperti ada raga tak ada roh.


Ia juga tak bisa melarang isterinya pergi,karena paham tugas kirana yg tak peduli waktu..


Chandra,masuk kamarnya bermaksud istirahat melepaskan lelah, matanya tertumbuk pada testpack yg berada di atas meja


Ia terkejut melihat hasilnya yg positif,artinya Kirana hamil,tapi kenapa, kirana menyembunyikan nya,ia juga melihat,surat keterangan dokter kandungan yg menetapkan Kirana, mengidap penyakit yg Cukup serius.yg sangat berbahaya bila mempertahankan kandungannya.


"Kirana,inikah yg membuatmu terus bersedih dan tidak mengatakan nya padaku", ucap Chandra


Hatinya tiba tiba merasakan nyeri yg mendalam,kirana yg disayanginya diam diam terjangkit penyakit mematikan.


"Maafkan aku Kirana", gumam Chandra.


Ia membawa testpack dan surat keterangan itu ke dokter Zalimah,bagaimanapun juga,dokter zalimah harus tahu kondisi Kirana.


Dokter Zalimah terkejut,saat membaca keterangan ahli kandungan tersebut,ia terjatuh duduk di sofa,air natanya berurai, mulutnya terkunci.

__ADS_1


"Kirana!", hanya itu yg mampu ia ucapkan.


__ADS_2