
"Mas tinggal disini ya?", tanya seorang pemuda yg berkisar berumur 25 tahun
"Iya mas,saya pekerjanya pak arya", jawabku
"Dokter kirana ada ya mas?", tanyanya lagi
"Wahh,gak ada mas,saya aja selama disini belum pernah ketemu dokter kirana", ucapku.
"Ayo duduk dulu mas", ucapku
Aku memang terbiasa ramah bagi siapa saja,karena ini ajaran dari orang tuaku yg mengajariku dengan adab adab.
"Dokter kirana tugas dimana mas?", tanya nya lagi
"Kabarnya di surabaya mas,cuma nama Rumah sakitnya gak begitu tahu", ucapku
"Diminum airnya mas", ucapku sambil kusodorkan segelas kopi hitam.
"Terima kasih ya mas,maaf merepotkan nih", ucap pemuda itu yg bila kutanyakan hanya selalu tersenyum
"Dikter kirana tau kok mas,jika ketemu sampaikan salamku aja", ucapnya.
"Ya udah mas,aku pamit dulu,terima kasih ya kopinya", ucapnya lalu pergi,kulihat ia mengendarai mobil yg cukup mewah.
"Pemuda tajir,sepertinya sangat menyukai dokter kirana", bathinku.
"Yg tadi temanmu ya gas?", tanya pak arya
"Yg mana pak?", tanyaku,karena banyaknya orang yg masuk bengkel hari ini,sulit mengenali mereka satu satu
"Yg simpan mobilnya diujung jalan sana gas", tunjuk pak arya ke arah perempatan jalan
"Bukan pak,ia tiap hari kesini,cuma tanyakan dokter kirana terus", ucapku jujur
"Namanya siapa gas?", tanya pak arya
"Nah,itu diaa,gak mau sebutin namanya,alasan dokter kirana tau banget namanya", ucapku.
"Aneh juga tuh orang", ucap pak arya.
"Yg tadi refly pak arya,kebetulan saya sedang berdiri dekat mobilnya saat membuka maskernya", ucap Hendra yg kebetulan datang mengganti aki motornya.
kulihat pak arya sangat terkejut mendengar penuturan hendra,wajah ya pias seketika,membuatku jadi heran,tapi aku tak berani bertanya,takut mengganggu privacynya.
*******
"Tolong kalau orang itu datang lagi,suruh pergi ya gas", ucap bu dokter yg datang di bengkel
"Iya bu", ucapku singkat
"Refly itu pernah memperkosa dokter kirana waktu masih kuliah", bisik hendra di telingaku saat dokter zalimah sudah keluar.
Aku terkejut menatap hendra,tapi sekali lagi aku takut angkat bicara
"Mas bagas,nih makan siangnya", ucap resti
Ia memberiku makanan siang dengan menunduk,sepertinya matanya sembab habis menangis.
"Kamu kenapa resti,abis nangis ya?", tanyaku
__ADS_1
Ia tak menjawab malah pergi begitu saja.
"Mas bagas,nih makan siangnya kuantar,yg ini enak lo,lebih enak dari pemberian resti", ujarnya
"Ternyata kamu masih belum berubah ya sukma,suka menyakiti hati orang", ucap hendra membalas ucapan sukma
"He,jangan pernah campuri urusanku hendra", ucap sukma menunjuk mata hendra
Hendra menepis tangan sukma
"Aku tak campuri urusanmu sukma,cuma aku gak suka caramu yg selalu menyudutkan resti,bahkan saya lihat kamu marahin resti kan,gara gara dekat bagas", ucap hendra
Lalu ia pergi setelah membayar harga akinya
"Sukma,yg dikatakan hendra apa benar?", tanyaku
Tapi sukma tak menjawab,langsung pergi begitu saja.membuatku menggeleng kepala.
*****************
"Hendra,kamu kenapa permalukan aku depan bagas!", tiba tiba datang sukma melabrakku
"Siapa yg permalukanmu,aku kan hanya peringatkan kamu,agar selalu bersaing dengan cara yg sehat", jawabku
"Bilang aja,kalau kamu saki hati lantaran ku tolak", ucap sukma
Aku tertawa menanggapi ucapannya
"Ngapain juga mau kecewa sukma,justru aku bahagia bebas dari cewek murahan seperti kamu,penjilat lagi", ucapku
"Dasar cowok brengsekk ,beraninya sama cewek", ujar sukma,yg siap melayangkan tamparan ke wajahku.
"Sukma,jangan berani bicara kasar di depanku,karena aku bisa membuka aibmu yg buduk itu pada bagas!", ancamku pada sukma.
sukma berlari meninggalkanku
"Dasar cewek aneh", ucapku dalam hati.
*************
"Bagas,cepetan pertandingan bolanya sudah dimulai", ucap hendra yg sudah tak sabaran menunggu
Hari ini pertandingan antar kabupaten yg mengusung semua klub klub terkemuka dengan hadiah yg menggiurkan.
Aku dijemput hendra untuk sama sama menonton pertandingan bola
"Wahh,hari ini jagoanku pasti menang gas", ucap hendra
"Taruhan yuk" ucap yudi yg ikut bergabung bersama ku
"Tuh namanya judi yud,juga aku gak ada nih", jawabku
"Ahh,uang mah gak bunyi bagas,kamu kan kerja terus", ucap yudi
"Kan mau nikahin sukma", ucap hendra bercanda.
"Alahhh,Cowok kalem kayak bagas,gak cocok jadi cewekmu gas,sukma semalem aja di bawa teguh nginap di kostannya", ujar yudi
"Masa sih yud?", tanya hendra penasaran.
__ADS_1
"Aku gak mungkin bohongin kalian lahh,tuhh liatin disana", tunjuk yudi.
Terlihat sukma diboncengan teguh sedang memeluk dari belakang,pakaiannya sangat ketat dan terbuka punggungnya.
"Amit amit jabang bayi,syukur aja,bagas selalu menghindar", ucap hendra.
"Nih ceritanya mau nonton apa ngegosip nih", ucapku
Yg membuat semua temanku tersadar.
"Gollllll!!!", teriakan itu mengakhiri pertandingan bola dengan Skor 3-1
Aku tak menduga jika sukma yg berhijab saat bekerja di apotik ternyata seorang cewek murahan.
Kami pulang menjelang senja dengan hati yg puas.didepan rumah pak arya telah terparkir mobil berplat surabaya
"Apa dokter kirana yg datang?", tanyaku dalam hati
"Assalamu alaikum", ucapku
"Wa alaikum salam,dah pulang ya gas?", tanya dokter zalimah
"Iya bu", jawabku
Mataku tertuju pada wanita berparas cantik dengan kulit yg putih mulus,rambutnya digelung keatas,menampakkan lehernya yg jenjang dan putih mulus.
"Bagas kenalkan,,ini anakku dokter kirana", kata bu dokter
Aku hanya sedekapkan tanganku di dada,dan menunduk hormat padanya.
"Sungguh cantik sempurna dokter kirana,pantas banyak laki laki yg tergila gila", ucapku dalam hati.
"Saya sudah mendengar banyak tentang kamu gas,ternyata kami anak muda yg sangat hebat", puji dokter kirana
Membuatku sangat tersanjung tapi aku tak mau terlena dalam pujiannya,aku ibarat naik tangga,baru di tangga pertama.
"Biasa aja dokter,namanya juga dari keluarga tak punya,ya beginilah jadinya,harus bekerja keras", ucapku merendah.
********
Dokter kirana sedang duduk duduk di bengkelku,sungguh tak kuduga,ia gadis tak sombong dengan apa yg dimilikinya.
"Siapa gadis itu gas?", tanya seorang pelangganku yg biasa membawa mobilnya kesini
"Ia majikanku,namanya dokter kirana", ucapku
Ada rasa bangga terbersit di hatiku,saat beberapa,bahkan seluruh pelangganku menanyakan dokter kirana.
"Sangat sempurna cantiknya gas,keliatan gak sombong lagi", ucap mas dwi pelanggan tetapku
"Iya mas,ia bahkan tidak malu bergaul denganku,ia lebih menganggapku saudara dibanding pekerja", ucapku lagi.
Kekaguman akan sikap dokter kirana sangat beralasan,ia tak sombong saat bertemu dengan para teman kecilnya,juga tetangga tetangga kami.
"Bagas,minum kopinya dulu dong,tadi saya juga beli pisang goreng nih,ayo dimakan", ucap dokter kirana ramah.
"Kirana", suara itu mengagetkan kirana
"Refly??", dokter kirana terbelalak saat melihat refly sudah berdiri di depannya.
__ADS_1