Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
Chandra kirana


__ADS_3

Aku betul betul dihadapkan pada masalah,yg datangnya bertubi tubi,entah dosa apa yg pernah kulakukan,hingga ku diberikan cobaan yg seperti ini.


"Kirana,cepatlah!", teriak chandra sambil menarik tanganku.


"Sabar chandra", sahutku


"Kita harus buru buru kirana,takut refly akan melukai warga", ucap chandra


Dengan tergopoh gopoh,ku buka pintu mobilku,tanganku bergetar karena rasa cemas yg terlalu lalu.


Sepanjang perjalanan,hatiku diliputi pertanyaan demi pertanyaan,apa sebenarnya yg terjadi dengan refly,kenapa ia bisa sebrutal itu.


Setiba di depan rumahku,terlihat banyak orang berkerumun diluar pagar,berusaha menjaga refly jangan sampai terlepas,ke luar pagar.


"Syukurlah,dokter kirana datang dengan tepat waktu,saudara refly, sangat susah dikendalikan", ucap Ketua RT


Kuperhatikan refly dengan teliti,sepertinya ia mengalami gangguan jiwa pasca koma setahun.


Tangan dan kakinya dibelenggu,terbersit rasa iba dihatiku saat refly melihatku dengan pandangan memelas,seperti ingin dikasihani.


Warga segera bubar,pulang kerumahnya masing masing,saat melihatku berhasil menenangkan refly.


"Minum dulu refly", ucapku


Ia hanya mengangguk,setelah itu kuberi makan,saya sendiri yg menyuapinya.alhamdulillah ia bisa makan dengan lahapnya.


"Tadi pagi,dokter erwin kesini", kata yoko


"Ngapain?", tanyaku dengan rasa heran,untuk apa yoko datang,sementara saya tidak ada dirumah,kecurigaan,entah kenapa terbersit di hatiku.

__ADS_1


"Katanya melihat kondisi refly", sahut yoko.


"Apa,kau yakin ,erwin tak melakukan apa apa di tubuh refly?", tanyaku penuh selidik


"Kurang tau juga kirana,soalnya saya disuruh bikinin kopi hitam", sahut yoko


Aku mengernyitkan dahi,dokter erwin menyuruh yoko bikin kopi,sementara ku tahu,erwin sangat tak suka kopi,aku yakin erwin,telah menyuntikkan sesuatu di tubuh refly.


Brukk!!!


Refly,tiba tiba ambruk kembali,membuatku kaget setengah mati,padahal baru sekitat 5 menit,habis kuberi makan dan minum.


Chandra,bagas dan yoko,mengangkat tubuh refly,ke kamar tempatnya di rawat.


Nafas refly,naik turun membuatku jadi panik,segera ku pasang kembali selang infus,namun tangan refly mencegatku.


"Kirana,kemarilah", panggil refly dengan sura yg sangat lemah.


"Kirana,tidak usah lakukan itu,sudah saatnya aku pergi,aku sudah cukup merasa bahagia saat bisa bersamamu di saat saat terakhir hidupku", kata refly.


aku tak dapat menahan perasaannya,ia menubruk tubuh refly dan menangis sejadi jadinya


"Jangan tinggalkan aku refly, kumohon bertahanlah demi aku", ucapku di sela isak tangisku


Refly meraih tanganku ke dadanya dan menghembuskan nafasnya yg terakhir kali.


"Reflyyyyy,,kumohon bangunlah refly!", aku terus menangis dan memeluk tubuh refly yg sudah tak bernyawa.


"Kirana,bersabarlah, saya sangat mengerti perasaanmu", ucap chandra,oa membelai rambut ku

__ADS_1


"Tidak,refly tidak mati,ia pasti akan bangun bersamaku lagi,iya kan bagas?".


Sungguh kutak bisa menerima kenyataan,refly pergi tak kembali lagi.


"Kirana anakku!", pekik ibuku yg melihatku terbaring lesu di depan mayat refly yg ditutup sarung panjang..


"Bundaaaaa,kirana betul betul sial,setiap orang yg kirana sayangi.pasti meninggalkan kirana", ucapku.


Bunda meraihku kedalam pelukannya,ia juga menangis oleh perasaan yg campur aduk,semuanya seperti mimpi,yg datang dan pergi dalam sekejap.


************


Dokter Zalimah,merasa hidupnya didunia selalu di kelilingi kematian,orang orang yg ada di dalam lingkaran hidupnya,seperti halnya perceraiannya yg tiba tiba dengan ayahnya kirana,jauh lebih menyakitkan dari kematian.


"Kirana,mari kita pulang ,nak.Ini sudah sore", ucapku.


Kirana duduk terpekur dan menangis diatas pusara refly yg dikasihinya.


"Saya tidak tega meninggalkan mas refly sendiri bunda,ia pasti kesepian saat aku tak disampingnya", ucap kirana,membuatku menangis.


Ternyata ia masih menyimpan cinta untuk refly.


"Anakku,hiks hik hiks,sungguh malang nasibmu nak", ucapku,kupeluk kirana sekali lagi.


Rintik rintik hujan,mulai turun membasahi rambut kirana,namun ia belum mau beranjak dari tempat duduknya.


"Kirana,mari pulang", Chandra tiba tiba datang,menarik tangan kirana


Kiranapun berdiri,meskipun kelihatan berat meninggalkan pemakaman itu.

__ADS_1


"Aku mengerti perasaanmu kirana,tapi itu sudah menjadi takdir untuk refly,bahagialah bisa menemaninya disaat saat terakhirnya", ucap Chandra.


Chandra menatap mata kirana yg bening,yg selalu membuatnya berpikir untuk tidak jatuh cinta ke kirana,tapi pesona kirana membuatnya tak bisa membohongi kata hatinya.


__ADS_2