Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
Rencana menyatukan Chandra kirana


__ADS_3

Danang keheranan melihat bapak dan ibunya yg pulang pulang memarahi dirinya yg tidak tahu apa apa.


"Kamu bikin malu ibu Nang",Ucap ibu Danang.


"Ya bang,rupanya Kirana sudah punya tunangan dari Surabaya,kami tadi kesitu melamar kirana", tambah bapaknya danang dengan nada sungguh sungguh.


Danang menjambak rambutnya,dan mengerutkan wajahnya.


"Ibu kenapa juga tergesa-gesa ke rumah Kirana,bapak sebenarnya Yg bikin malu Danang", ucap Danang dengan wajah sumringah


"Kami secepatnya ingin mengikat Kirana nak", ucap ibunya Danang.


Ibunya Danang,sangat menginginkan Kirana menjadi menantunya karena Kirana seorang dokter,ia yg begitu berambisi menjadikan Kirana menantu,karena selalu ingin menjadi Nomor satu dilingkungan tempat tinggalnya.


"Tau gak Bu,calonnya danang seorang dokter ahli bedah", ujar ibunya datang,saat lagi rame rame membeli sayuran.


"Wahh hebat dong,anaknya ibu bisa dapatkan dokter,anaknya pak Arya ya?", tanya tukang sayur itu.


"Iya mang,pak Arya itu calon besan saya", ucapnya melirik para ibu ibu lain yg sepertinya mulai cemburu nasib mujur ibunya Danang


Beberapa ibu ibu yg tengah memilih milih sayuran nampak berbisik bisik.


"Yang bener aja,danang mau menikahi dokter kirana", celetuk salah satu diantara mereka.

__ADS_1


"Saya kurang yakin mbak yu,Kirana itu sangat cantik dan tajir melintir,ibunya juga seorang dokter,tentunya mereka lebih memiliki keluarga yg layak,gak seperti keluarga yg hancur hancuran itu", ucap seorang ibu ibu lagi yg kelihatannya kurang senang dengan keluarga Danang.


Mengingat itu,ibu danang menjadi sedih,tentu ia mendapatkan hinaan lagi setelah mereka tahu,gagal menikah dengan dengan dokter kirana.


"Danang,sebaiknya kamu bujuk dan dekati Kirana lagi nak,ibu menjadi malu jika sampai kalian tidak jadi menikah", pinta ibunya dengan wajah memelas.


"Emang kenapa harus malu bu,apa karena ibu sudah cerita ke tetangga ya?,ibu tolonglah mulai sekarang jaga sikap ibu,jangan bisakan ngerumpi tidak jelas,dosa Lo", ucap danang.


Ibunya tertegun mendengar yg nasehat dari anaknya yg semestinya ia yg memberi nasehat ke anaknya itu


**********


Di dekat kontrakan Chandra terjadi ribut ribut,karena Nania mengamuk ingin masuk ke kontrakan Chandra,membuat suasana seketika riuh.nania yg sudah dalam pengaruh ilmu hitam ya sendiri.eracau tidak jelas,membuat warga terpaksa membawa ya ke kantor polisi.


Polisipun menjadi bingung,karena susah mengintrogasi orang yg sepertinya tak waras lagi,merekapun mengantar Nania ke rumah sakit jiwa.untuk mendapat perawatan.


Rupanya Nania telah menerima karma dari perbuatannya sendiri.maksud hati ingin menaklukkan hati Chandra dan membuatnya tergila gila,justru Chandra tidak apa apa,malah Nania yg jadi gila sendiri .


*********


Melani sedang asyik bermain dengan nenek dan kakeknya diruang tengah,ia sudah mulai pintar menirukan bunyi dan mulai bisa mengeja kata menjadi kalimat.


Dokter zalimah dan pak arya merasa sangat bahagia melihat perkembangan cucunya yang sangat cepat

__ADS_1


Melani termasuk cepat dan tanggap terhadap situasi di sekelilingnya.


"Nenek, Mela susu", ucap Mela pelan.ia menunjuk susu yg disiarkan di TV,membuat neneknya tertawa.


"Melani minum yg ini aja ya", bujuk neneknya sambil memberi dot susunya ke Melani.


Melani cemberut membuat neneknya makin gemas,ia mau minum yg ada di TV.


Setelah dibujuk berulangkali,Melani akhirnya minum susunya dan tertidur, membuat kakeknya tersenyum,disaat saat yg seperti ini,Arya teringat chandra.yg harus jauh dari putrinya yang dalam perkembangan.


Dokter zalimah sendiri merasa sedih melihat cucunya,ia sedih karena Kirana,seolah tak peduli lagi anaknya yg sangat membutuhkan perhatian.


Ia sebenarnya tidak percaya jika Chandra tega melakukan hal itu,ia tahu betapa banyak orang yg tidak suka akan kesuksesan mereka,hingga selalu menebar fitnah untuk menghancurkan rumah tangga keluarganya.


"Mas Arya,sebaiknya kita jangan tinggal diam saja,Kirana harus kita satukan lagi dengan suaminya,apa tidak kasihan dengan cucu kita ini", saran dokter zalimah yg sepertinya disetujui pak Arya.


"Sebaiknya emang begitu bunda,ini memang tugas kita sebagai orang tua", kata pak Arya.


Kedua orang tua dokter kirana itupun sepakat untuk menyatukan kembali anaknya.


"Besok kusuruh Chandra kesini", ujar dokter zalimah


"

__ADS_1


__ADS_2