
Chandra menunduk sedih mengingat nasib yg dialami Nania,bagaimana pun juga,ia masih punya hati nurani ke sesamanya.ia merasa bersalah pernah memberi harapan ke Nania.
Keisengan belaka ternyata berakibat fatal,seorang gadis karena cinta butanya, membawanya ke penderitaan.
"Maafkan aku Nania, kuhanya manusia biasa,tak bisa membagi cinta", bathin chandra.
Sepenjang perjalanan,air matanya terus mengalir membasahi pipinya, sekuat mungkin ia bertahan dari rasa belas kasih,semakin kuat pula rasa kasihan itu.
Disaat Chandra tenggelam dalam pikiran bersalahnya,orang tua Danang,justeru sedang asyik bercengkerama dengan tetangganya,tentang pernikahan Danang dengan dokter kirana yg cantik jelita,ia mungkin tak mengira,jika kelakuannya terekam CCTV hingga semua gerak geriknya terpantau.
"Rencananya danang resepsinya di hotel berbintang lima dikota ini, tunangannya kan dari kalangan jet set.ia dokter ahli bedah yg sangat hebat", ibunya danang terus berpromosi.
Membuat para tetangganya menjadi kurang suka sifat lebay nya ibunya danang.
"Kita lihat saja nanti buktinya ibu ibu,soalnya saya dengar kabar,jika dokter kirana akan rujuk lagi dengan mantan suaminya!"teriak yu Siti,yg dari awal tak percaya,omongan ibunya danang.
"Masa sih yu?, kasian dong ibunya danang,udah baperan gitu", celetuk mbak Yaya yg satu geng dengan yu Siti,yaitu geng bigos atau biang gosip.
"Lihat aja nanti yg kukatakan,kalau udah terbukti Dokter Kirana rujuk lagi,tambah satu lagi daftar pasien rumah sakit jiwa", ucap yu Siti yg juga terkenal tukang berantem dan ratu gosip di RT nya
Ibunya Danang tidak terima sindiran ibu ibu itu,ia mendekati yu Siti ,menjambak rambut yu siti.yu Siti tidak terima digitukan balik melawan ibunya Danang,hingga terjadi Jambak menjambak, tubuhnya yu Siti didorong,hingga telentang membuatnya jadi bahan tontonan para warga.
"Ayo sikat!", teriak para ibu ibu, mengompori yu Siti,melawan ibunya Danang yg memang paling rese disitu.
Ibunya Danang bangkit,dan menghujani yu Siti dengan tamparan,adu kekuatan 2 wanita itu mengundang perhatian,hingga terdengar oleh aparat kepolisian yg kebetulan sedang patroli.
"Hei,apa apaan kalian?,kenapa berantem", ucap polisi itu berusaha memisahkan 2 wanita yg bergulat ditanah,hingga seluruh tubuhnya belepotan.
"Iya yg salah pak", ucap yu Siti.
"Iya yg mulai menyindir saya pak,karena cemburu anakku,akan menikah dengan dokter kirana",Ucap ibunya Danang kembali berpromosi.
Polisi itu mengerutkan keningnya, mendengar nama dokter kirana disebut sebut,ia sangat mengenali Dokter kirana,karena merupakan Puteri Tunggal pak Arya,atasannya.
"Jangan sembarang sebut sebut nama dokter kirana,ia Minggu depan menikah", ucap polisi itu
Ibunya Danang,terkejut mendengarnya,hingga lunglai dan jatuh pingsan, membuat Polisi itu jadi kerepotan,ia yg tadinya akan membawa kedua Wanita itu ke kantor polisi,menyerahkan ke Pak RT untuk di nasehati dan dibina .
__ADS_1
Setelah ibunya Danang siuman,ia kembali disoraki para ibu ibu yg hadir.
"Wahh,da capek capek nih koar koar,hingga berantem,sekalinya dokter Kirana beneran mau rujuk lagi ma lakinya", ujar mbak Yaya
"Diam kalian,kenapa tidak bisa sedikit tenang,kerja kalian hanya terus mengacau,bikin malu saja", ucap pak RT .
Pak RT sangat marah melihat kondisi warganya Yg hampir tiap hari berantem.
Sementara itu Danang sedang mencari ibunya yg sedari pagi keluar tak pulang pulang,ia terkejut saat melihat ibunya sedang di Introgasi di rumah ketua RT.
"Ibu,kenapa?", tanya Danang ke pak RT yg sedang menghadapi Yu Siti dan ibunya sendiri
"Seperti biasa berantem Nang,bawa ibumu pulang kerumahmu,tolong dinasehati sedikit,tuh mulut jangan terlalu ember", ucap pak RT dengan wajah masam.
Danang dengan rasa malu menarik ibunya pulang kerumahnya.
"Ibu kenapa tidak bisa berubah sedikitpun,ibu tau nggak ,yg ibu lakukan justru sangat mencoreng wajahku", ucap danang penuh penyesalan.
Sementara ibunya tertunduk tak mengeluarkan suara sedikitpun,begitupun dengan Ayahnya yg tetap diam, ayahnya danang seperti kerbau yang dicocok hidungnya,selalu menuruti kemauan ibunya yg tidak wajar
Tet tet tet!
(Saya Arya,ayahnya kirana,tolong ibumu dipantau dan diberi didikan yg baik danang,ia telah berani masuk ke dapur rumahku, menuangkan air guna guna untuk kami, beruntung'kami masih menganggapmu temannya kirana,jadi untuk hal ini,kami maafkan,lain kali jangan diulangi)Isi pesan pak Arya, membuat tenggorokan danang seperti tercekat.
"Ibuuuuuu!", teriak Danang,dan terkulai lemas karena rasa malu yg menggelayut di hatinya.
Ibu yg seharusnya ia hormati,justeru membuangnya ke kubungan rasa malu,tak terbayangkan bagaimana tercorengnya wajahnya di depan Kirana,wanita yg begitu dicintainya dan dihormati nya.danang merasa tidak ada muka lagi ,bila harus bertemu keluarga Kirana.
"Danang,ibumu sangat menginginkan Kirana nak,karena ia sangat menyayangi mu,hingga rela melakukan apapun demi kebahagian mu",ucap bapaknya Danang.
Danang merembes remas rambutnya,ia merasa tidak punya harga diri lagi tinggal di kota kecil ini,ia ingin segera pergi,menjauh dari ibunya,yg hanya bisa membuatnya terus menanggung rasa malu.
"Bapak,bimbinglah ibu ke jalan yg benar,danang akan pergi merantau lagi,danang tak mampu menanggung cibiran orang karena ulah ibu,tolong bapak bersikap sebagai mana mestinya seorang suami,jangan hanya berlindung dibawah ketiak isteri", ucap Danang,lalu berdiri beranjak ke kamarnya mengemasi barang barang nya
Hatinya telah hancur bagai debu,terbayang kemarahan keluarga pak arya ,akibat ulah ibunya.
************************
__ADS_1
Chandra merasa tidak tega pada nasib Nania,bagaimanapun juga ,ia penyebab Nania melakukan tindakan bodoh itu,iapun segera menuju desa orang tuanya Nania.
Sambutan orang tua Nania diluar dugaan,mereka mengira Chandra lah yg telah menyakiti hati anaknya dan bermaksud ingin keberatan,jika Chandra tidak menikahi Nania.
"Untung untung saya kesini memberitahu ibu,tentang kondisi Nania sekarang", ucap Chandra mulai tersulut emosi.
"Nania depresi karena kamu Chandra", ucap ibunya Nania.
"Depresi karena guna guna Saniyem kan?,ibu tidak usah membohongi saya,karena guna guna Saniyem sendirilah yg kembali padanya", ucap Chandra
Mendengar hal itu,ibunya Nania tak bisa berkutik lagi,Chandra segera pergi begitu saja meninggalkan sepasang suami isteri yg berusaha menjebaknya.
Disisi lain Kirana memikirkan dokter Fadli yg terus mendesaknya memberi kepastian,kapan keluarganya bisa datang melamar.
"Kirana,eyangku sudah sepuh,ia ingin melihatku menikah sebelum menutup matanya", ucap dokter Fadli
Kirana,menjadi bingung,karena ibunya semaleman juga mengutarakan keinginannya untuk menyatakannya kembali dengan Chandra demi Melani.
Melani buah hatinya,sangat menyayangi ayahnya,seolah tak mau lepas dari ayahnya.
"Kalau memang tak bisa menungguku lagi,dokter boleh mencari wanita lain", ucap Kirana datar.
Dokter fadli terkejut mendengar ucapan Kirana barusan,yg seperti mundur begitu saja.membuat dokter Fadli menjadi penasaran.
"Jangan berkata begitu kirana,tolong mengertilah posisiku,aku satu satunya cucu eyang,yang sangat diharapkannya bisa memberinya cicit,sebelum ia wafat", dokter Fadli sedekapkan tangannya di dadanya.
Kirana sendiri masih bingung,harus menjawabnya bagaimana ,keduanya pun terhanyut dalam pikiran masing masing.
******
Dokter zalimah merasa kurang enak badan,ia meminta tolong Bu ratmi untuk mengerok punggungnya.
"Takutnya saya masuk angin bik,kemarin kan bersihin halaman belakang di bawah gerimis", keluh dokter zalimah.
"Lagian juga sih bu,kenapa gak suruh Bagas aja yg bersihin", ucap bik Ratmi.
"Saya tiba tiba rindu suasana alam disini bik,entah kenapa kerinduanku ke ayah datang kembali,dengan bekerja dibelakang rumah,kerinduanku sedikit terobati", ucap dokter zalimah.
__ADS_1
Meskipun hidupnya sekarang sudah sukses,ia masih selalu merindukan masa masa kecilnya bersama ayah angkatnya yg telah mengasuhnya dari bayi merah.
Air mata dokter zalimah terus mengalir,mengenang kebersamaannya bersama ayahnya itu.