Rumah Di Tepi Kuburan

Rumah Di Tepi Kuburan
Saya,bukan orang gila


__ADS_3

Malam kian sepi,kulihat penjaga sudah terlihat mengantuk,yoko dengan mudahnya membuka kerangkeng besi yg membelenggu tubuh kami


"Refly,yuuk kita berpetualang malam ini", ucap yoko


"Mau kemana yoko?", tanyaku bingung


"Ikut saja ref,kita akan bertamasya malam ini", ucap yoko


Ia membawaku menyelinap ke beberapa ruangan yg dihuni para ODGJ wanita.


Sungguh pemandangan yg sangat mengerikan,ternyata di sini pasien banyak yg mengalami kekerasan dari para perawatnya.


"Ampun suster", teriak seorang ODGJ yg di suntik paksa,hanya karena merasa terganggu oleh ocehan pasien


"Apa tidak bahaya sus?", tanya seorang wanita muda yg juga berseragam perawat


"Biar aja mati sekalian,obat yg kusuntikkan tadi dosis tinggi", ucap perawat bengis itu


"Bahaya sus,bisa bisa keluarganya keberatan nanti", ucap suster muda itu lagi


"Diam kau,saya sudah tugas disini puluhan tahun,belum ada yg keberatan,malah mereka senang kalau Keluarganya yg ODGJ mati,kan udah gak ada yg nyusahin lagi", ucap suster bengis


"Ya Allah,ternyata ini bukanlah sekedar rumah sakit jiwa biasa,melainkan tempat penyiksaan manusia yg tak berdaya", ucapku menangis.


kamipun segera menyusup lebih kedalam lagi,hingga tiba di suatu ruangan yg besar seperti aula,yoko menarik tanganku bersembunyi dibelakang pintu.


"Wanita gila yg dipasung itu,sebaiknya di beri suntikan mati saja,sudah beberapa bulan,keluarganya tak menjenguknya", ucap seorang lelaki yg memakai baju OB


"Lebih bagus begitu jon,dokter membebani kita menjaganya,sementara gaji kita tidak naik naik,juga wanita gila itu,makin menyusahkan,kotorannya pun sering dilempar sembarangan", ucap OB yg satunya lagi


Setelah mereka keluar,yoko memberiku isyarat melihat keruangan yg seoerti sel di penjara,terbagi bagi dalam beberapa ruangan,dan semuanya di batasi jeruji besi yg sangat kuat.


"Kamu siapa?", tanya seorang wanita pada yoko dan aku,saat berdiri melihatnya.


"Ibu saya yoko", ucapan yoko membuatku terperanjat.


"Yoko anakku,bawa ibu keluar nak,ibu sangat menderita di sini", ucap wanita itu,membuat hatiku sedih


"Ibu sabar ya,yoko baru mencari jalan untuk mengajak ibu keluar dari neraka ini", ucap yoko,ia mengeluarkan sebungkus nasi dan sebotol air mineral dan diberikannya ke wanita itu.


Tiba tiba terdengar derap langkah menuju ke arah kami


"Bu,sembunyi dulu makanannya,yoko akan datang lagi", ucap yoko


Aku dan yoko terpaksa,keluar lagi dari ruangan ini lewat pintu belakang,dan untuk menghindari kecurigaan perawat,aku dan yoko,masuk kembali keruangan,dimana kami tadi disekap.

__ADS_1


"Ibumu kenapa bisa berada di tempat ini yo?", tanyaku


Ia menghela napas panjang dan bercerita


"Ayahku menikah tanpa sepengetahuan ibuku,dan harta yg dihasilkan bersama semuanya di gadaikan ayah,untuk memenuhi gaya hidup istri mudanya,lalu ibu datang mengamuk,dan menghancurkan semua barang barang di rumah ayah bersama istri mudanya,melihat hal itu,ayah tidak terima,dan melaporkan ibu ke polisi sebagai orang gila,karena ibu terlalu depresi,akibat ulah ayahku,iapun dibawa kesini untuk menjalani perawatan,karena ibu merasa tidak gila,ia terus melawan dan memberontak,akibatnya sering mendapat hukuman disini", ucap yoko


"Sabar ya to,semoga kita bisa membebaskan ibumu dari sini", ucapku pada yoko


"Sepertinya malam ini,perawat pada lengah yo,mereka sedang asyik merayakan malam pergantian tahun", ucapku pada yoko


"Sipp", yoko mengacungkan jempolnya.


Tapi entah kenapa,semangat yoko yg tadinya menggelora,tiba tiba bagai bulan meredup


"Kamu kenapa yo,apa yg sedang kau pikirkan", ucapku


Saat melihat yoko terduduk lesu.


"Aku bingung refly,jika ibuku kubebaskan,ia kubawa kemana?, sedang rumahku telah disita ayahku semua", ucap yoko


Aku menjadi iba melihat yoko dan kuingat,jika aku masih punya rumah,meski terbengkalai lama tak dihuni,tapi jika dibersihkan sedikit pasti bagus.


"Yoko,jangan khawatir,aku masih ada rumah,kalian boleh tinggal disitu,karena kedua orang tuaku tinggal diluar daerah", ucapku.


"Benarkah ref,terima kasih banyak sebelumnya,ternyata di saat kita pura pura menjadi orang gila,ada suatu mukzizat yg tersimpan", ucap yoko


Kami terus mengendap endap,mendekati rua ang ibu yoko dan berhasil mendekatinya,ternyata yoko sangat cerdas,ia membawa kunci yg begitu mudahnya membobol gembok jeruji besi ibu yoko.


"Ayo bu,cepat keluar", ucap yoko


Kamipun segera kabur dari rumah sakit jiwa itu,dengan melompati pagar,meski beberapa luka akibat pecahan beling,tak menyurutkan langkah kami.


************


Dengan berbagai rintangan,kami berhasil melepaskan diri dari cengkraman petugas dan perawat Rumah sakit jiwa yg ternyata sangat bengis.


"Ini rumahku yo,masuklah", ucapku


"Ternyata rumahmu sangat besar ref,kenapa dibiarkan saja", ucap yoko


"Panjang ceritanya yo,masuklah dulu,kita bereskan dulu", ucapku


Lalu aku keluar mengunci pintu pagar,agar tak ada yg tahu jika aku sudah pulang kesini lagi


"Ibu,tinggal disini saja", ucapku

__ADS_1


"Iya nak,terima kasih banyak", ucap ibu refly


Ia wanita yg sangat bersih dan rajin,dalam waktu singkat,rumah sudah sangat bersih,hanya diluar tetap dibiarkan.


"Yoko,kamu gpp kan jika kutinggal,abis aku kerjanya di sini", ucap ku


"Iya ref,aku ngerti kok", ucap refly


"Jika aku pergi,gpp kamu mau bersihkan di depan,misalnya ada yg tanya,bilang aja ngontrak gitu", ucapku lagi


"Iya ref,terima kasih banyak ya,sering seringlah datang kesini", ucap yoko


*************


Aku kembali ke kota tempatku bekerja dan yoko menempati rumahku bersama ibunya,ternyata yoko seorang pemuda yg tangguh,ia tak malu kerja apa saja yg penting menghasilkan uang.


Ia dan ibunya berhasil mengatasi keterpurukan akibat ulah ayahnya.suatu hari aku di telpon bapakku karna ibu masuk rumah sakit,akupun segera ke bandara untuk membeli ticket menuju kotabumi lampung utara.


"Refly,sepertinya ibu tak lama lagi nak", ucap ibu,kupeluk ibu yg sangat kukasihi


"Ibuu,jangan tinggalkan refly", ucapku


"Jangan Cengeng nak,kamu sudah dewasa", ucap ibu


"Ibu,maafkan refly yg selama ini menyusahkan ibu terus", ku terus mengangis,melihat ibu yg demikian tabahnya melawan kanker ganas yg dideritanya


Bapak juga terlihat sangat sedih,ia merunduk matanya telah berair,sungguh kesedihan mengalahkannya predikatnya sebagai lelaki tangguh.


"Ibu,kita kembali ke jawa saja,bukankah rumah kita dijawa bu", ujarku


"Disini tanah kelahiran ibu nak,ibu ingin dikubur berdampingan dengan mbahmu",kata ibu


Ibu kelihatan gelisah,tubuhnya tidak tenang dan nafasnya turun naik,keringat bercucuran di seluruh tubuhnya.


"Refly ibu pamit nak,jaga dirimu baik baik", ucap ibu


"Tidak bu,jangan tinggalkan refly".


Bapakku membimbing ibu mengucapkan kalimat syahadat dan menalqinkan laa ilaaah illa llah.


"Pak kumohon ridhomu,maafkanlah segala kesalahanku", ucap ibu


"Bu,pergilah dengan tenang,bapak sudah memaafkan semua kesalahanmu", ucapan bapak belum selesai,ibu sudah menghembuskan napas ke terakhir kalinya.


"Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun", ucap bapak

__ADS_1


"Ibuuuhhu,jangan tinggalkan refliii!", jeritku pecah di keheningan malam.


"Ikhlaskan kepergian ibumu nak", ucap bapak.


__ADS_2