
"Katakan lah sesuatu sebelum aku mengakhiri hidupku, ayah aku tak bermaksud mengakhiri hidup ibu ayah, aku bukan pembunuh, aku juga anak mu ayah, aku bukan anak sial seperti yang kau katakan ayah....."
perkenalkan namaku nadia safira orang-orang sekitar rumah sering memanggil ku safira, umurku sudah 20 tahun, aku masih kuliah di kampus ternama di Universitas xx, aku tinggal di sebuah perumahan yang terbilang kaum elit sih, bagaimana tidak dikatakan kaum elit semua penghuni perumahan ini mayoritas pekerja kantoran, pengusaha bahkan pegawai pemerintah.
Kota yang keseringan orang katakan Sebagai kota metropolitan, kota ku dihuni oleh multi etnis dan banyak suku bangsa, seperti warga Tionghoa, suku Jawa, Batak, Madura, Bali, Bugis, Sunda dan banyak lagi. Ada juga warga negara asing termasuk Malaysia, Cina, India, Arab dan Eropa.
Meskipun banyak dipengaruhi oleh beragam budaya, tapi keaslian budayanya masih tetap hidup dan berkembang sampai saat ini. Beragam kebudayaan asli itu bisa dilihat dari berbagai acara seperti, kesenian wayang, ludrug, tari remo dan kebudayaan khas Jawa lainnya.
__ADS_1
Saya pun sangat jatuh cinta dengan kota dimana aku tinggal, bagaimana saya tidak jatuh hati dengan kota ku ini sebuah kota yang dipimpin oleh pemimpin perempuan yang mempunyai wibawa sangat tegas........
Itulah kota ku, aku memang selalu bangga menceritakan bagaimana keadaan kota ku, meski kebanyakan orang mengatakan bahwa kota adalah kota psk, atau kota pencopet, atau penyabu, itu semua tidak menghilangkan rasa cinta ku kepada kota ku ini, orang lain memang bisa berkata seperti itu tanpa mereka tau bagaimana keindahan yang ada di kota ku
oh ya sampai lupa, di kota ini aku tinggal bersama kedua kakak ku, ayah, dan 3 pembantu rumah tangga
kakak ku yang pertama namanya davino putra pratama, aku sering memanggilnya kak vino dialah kakak ku yang paling aku banggakan, paling aku sayang semenjak aku kecil dialah yang selalu menemani ku, membuatku tersenyum bahkan menemaniku kemana-mana, namun itu dulu sebelum dia menikah, kini dia tinggal di rumah istrinya yang lumayan jauh dari tempat ku tinggal namun tetap satu kota. dia punya 3 anak 2 anak laki-laki dan satu anak perempuan
__ADS_1
ayahku.....
aku takut berbicara tentang ayah, aku tidak tau harus berkata seperti apa tentang ayah, meskipun aku anak perempuan satu-satunya ayah tak pernah menyayangiku dia selalu memarahiku bahkan sering kali enggan melihatku, muhammad sajay, itu nama ayahku, aku tidak tau banyak tentang ayah karena memang ayah tidak pernah berbicara kepadaku, kata ayah setiap kali melihatku rasanya ingin membunuhku, aku tidak pernah tau mengapa ayah seperti itu kepadaku, apa salah ku, apakah aku memang anak yang tidak diinginkan oleh ayah, atau aku anak orang yang dipungut oleh keluarga ini, kalau ibuku aku tak pernah tau jelas tentang ibuku, semenjak aku mengenal dunia ini aku hanya tau fotonya saja yang di bingkai rapi di dinding kamarku, kakak-kakak ku tak pernah menceritakan apapun kepada ku, mereka selalu diam seribu bahasa jika aku bertanya tentang ibu, semenjak aku kenal dunia ini bik asih lah yang merawatku, dia pembantu rumah tangga di rumah kami, bukan hanya bik asih ada juga suaminya yang ikut bekerja di rumah ini, aku lebih mengenal bik asih dan pak salam dari pada ayahku sendiri. bahkan yang mengajariku, mengantarku sekolah dulu, dan merawatku ketika sakit itu hanya bik asih dan pak salam.....
aku rindu ibu aku ingin tau semua tentang ibu, wanita yang telah melahirkan ku kedunia ini.
******
__ADS_1
maaf ya saya penulis baru disini..🙏🙏🙏
mohon komentarnya ya....