
"aduh kenapa si ivan membawaku kuluyuran jadinya kan aku telat, prof. bayu akan marah tidak ya, aku harus alasan apa ya, gmn kalau gak di terima dan di suruh keluar, padahal ini mata kuliah terakhirku skripsiku nanti bagaimana? tuhan bantu aku tuhan" ngocehnya sendirian sambil menelusuri jalan menuju kelasnya
"tok.....tok.....tok.....maaf prof saya telat"
"selamat kamu safira untung mod prof bayu lagi baik jadi kamu selamat safira" ucapnya dalam hati ketika diperbolehkan masuk mengikuti matakulih dosennya yang katanya kiler itu
"safira kamu kemana aja, sudah telat berapa menit kamu, lagi keluyuran kemana sih safira" viola geram dengan safira yang baru datang
"kamu gak liat apa di luar hujan kayak gitu masak aku harus basah kuyub ke kampus kan gak mungkin vio"
vio adalah sahabat di kampusku, dia sahabat terbaikku sekaligus pacar setianya ivan patner berantem, patner jail dan patner semuanya, viola orang yang sangat peduli terhadapku setelah setelah ivan
"tumben-tumbenan kamu takut hujan lagian rumah mu dekat dengan mas ivan kok bisa kalian gak bareng sih, mas ivan gak mau menjemputmu apa gimana bilang saja nanti aku marahi dia"
"aku tadi kesini sama ivan cuma telat aja"
"wajah mu kenapa memar begitu, apakah ayahmu memukulmu lagi safira"tanyanya pada safira karena seketika viola melihat wajah safira yang sedikit memar kebiru-biruan
" sstttttt....... jangan berisik vio, aku gak apa-apa tadi cuma terjatuh namun sudah ku obati kok"
"jatuh apanya safira memar kayak gitu bukan jatuh, itu kayak bekas tangan"
"lama-lama kamu kayak ivan vio, jangan cerewet kayak ivan deh, aku gak pa-pa"
__ADS_1
"safira" suara viola agak meninggi kali ini sehingga membuat orang dalam ruangan melihatnya termasuk prof bayu
viola langsung tertunduk malu
"mampus aku kalau prof bayu marah bagaimana ini, aduh" gumamnya dalam hati
"nona anda kalau mau bikin onar di kelas saya silahkan keluar, jangan mengganggu mahasiswa yang lain." perintahnya begitu
"maaf prof"
safira pun langsung memperhatikan kembali mata kuliah dosennya
"safira kamu punya hutang penjelasan kepadaku" bisiknya kepada safira dengan raut wajah yang jengkel
profesor bayu adalah dosen paling di segani di kampus x, setiap kali jam kuliahnya tidak pernah ada yang absen tidak masuk, sebenarnya profesor bayu sangatlah muda namun IQnya di atas rata-rata sehingga di umurnya yang masih muda dia sudah mendapat gelar profesor. bukan hanya itu saja profesor bayu juga memiliki karisma yang pantas untuk dijadikan idola cewek-cewek. namun bukan karna itunya yang membuat mata kuliahnya selalu banyak mahasiswa, mata kuliah profesor bayu yang tidak masuk akan mendapatkan A 3kali dalam satu pertemuan. kampus ku memiliki aturan bagi mahasiswanya, banyak mahasiswa yang malas untuk mengurus nilai di mata kuliah prof bayu, disamping orangnya yang sangat dingin dan tegas nilai kami tak akan keluar begitu saja otomatis kami harus mengulang semesternya dan kuliah kami pun akan molor dan tidak tepat waktu.
"tuhan sehina itukah aku dimata ayah, sampai-sampai ayah berbicara seperti itu, aku harus bagaimana tuhan apakah aku harus menuruti ayah dengan meniadakan nyawaku, tapi aku takut padamu tuhan, rasanya aku ingin mati saja kalau seperti ini."batinnya terus meronta-ronta membuat air matanya jatuh
" safira"teriak viola membuyarkan lamunan safira
dengan segera aku menghapus air mataku yang mulai jatuh, aku tak mau viola mengetahui bahwa aku sedang menangis aku tak mau dia bertanya bertubi-tubi kepada ku karena memang aku tidak tau harus menjawab apa, apa lagi yang menyakitiku adalah ayahku, eh bukan menyakitiku namun menyayangiku.
aku selalu menganggap perlakuan ayah kepadaku adalah tanda sayangnya terhadap ku, mungkin setiap kali ayah melihatku dia teringat ibu, kebetulan wajahku tak jauh berbeda dengan ibu, bisa dikatakan aku reingkarnasi dari ibuku, mungkin teringat teman hidupnya, katanya yang aku dengan dari bik asih ayah sangat mencintai ibu bahkan ayah tidak akan membiarkan ibu kenapa-kenapa dan bersedih.
__ADS_1
aku bangga pada ayahku yang memperlakukan ibuku seperti itu, aku juga ingin mendapatkan suami seperti ayahku yang penyayang dan tanggung jawab
"safira kamu kenapa, dari tadi aku panggil gak respon" viola kembali membuyarkan lamunanku
"eh maaf vio mungkin aku kecapean saja, ada apa?"
"kita ke kantin yuk, aku yang terarktir deh sekalian kamu bayar hutang penjelasanmu itu kepada ku"
aku tersenyum mendengar ucapan viola, anak ini memang sangat polos, akupun mengiyakan ajakan vio
"bruk...."
"maaf prof saya tidak sengaja, maaf prof saya tidak melihat anda"
profesor bayu pergi tanpa menghiraukan ucapan safira
"ternyata profesor bayu kalau deket ganteng banget ya"
viola terpesona melihat ketampanan profesor bayu
"eh fir liat gak tadi profesor bayu tak memarahimu biasanya kan....
kamu pakai dukun apa fira dari tadi profesor bayu menurut padamu"ucap viola heran dengan tingkah profesor bayu
__ADS_1
difikir-fikir ucapan viola ada benernya baru kali ini aku melihat profesor diam saja, biasanya beliau paling dingin dan paling emosian ketika ada mahasiswanya tidak disiplin...
*****