Salahkah Aku

Salahkah Aku
Terluka (part 2)


__ADS_3

Disisi lain safira masih menangis didalam mobil ivan, ivan memang sengaja membawanya berkeliling, karena ivan tau bagaimana ketika safira sedang sedih bahkan dicaci maki seperti tadi oleh ayahnya


"fira apakah kamu baik-baik saja" tanya kembali ivan


"iya" jawabnya singkat


kamu gak tau van bagaimana sakitnya hati ini ketika ayahku sendiri mengatakan kata-kata seperti itu, aku tak pernah merasakan sakit ketika ayah berkali-kali memukulku sebab itu bisa sembuh van, namun jika ayah memakiku bahkan tidak mengharapkan mu dan menginginkan ku mati aku tidak terima van sakit hati ketika mendengar semua itu.bicaranya dalam hati


"kok cuek begitu kamu fira, lihatlah kepadaku lihatlah ketampanan ku, karismaku yang seperti raja ini, kau akan tertarik kepadaku, kau akan kelepek-kelepek melihatku" ucapnya menghibur safira


"sok pede kamu, geli aku mendengarnya"


"alhamdulillah akhirnya ketawa juga meskipun ketawanya seperti itu"


"apaan sih van, gak lucu, aku gak ingin bercanda deh van"


"yang bercanda siapa sih fir, aku ini beneran ih, siapa cewek yang tidak tergila-gila kepadaku, setiap kali cewek itu sudah melihat ku pasti tidak mau lepas dariku"

__ADS_1


"masya allah kepedean mu ituloh van membuat perutku mual pengen muntah" dengan ekspresinya yang seakan-akan ingin muntah


"apa ingin muntah, jangan-jangan kamu....


tidur dengan siapa kamu" ledeknya kembali


"kampret lu..... emangnya aku wanita apaan" sambil memukul lengan ivan dengan kerasnya


"awww....... lu cewek apa cowok, pukulanmu kayak mempunyai kekuatan turbo" merintihnya kesakitan dengan pukulan safira


mata safira dan ivan saling berpandang-pandangan membuat ivan terpanah melihatnya untuk beberapa menit


"hey......" teriak ivan mengagetkan safira


"astagfirullah hal adzim" ucapnya sambil mengelus dadanya


"kenapa mengagetkan begitu sih van, jantung ku rasanya mau copot"gerutunya

__ADS_1


" habisnya sih kamu bengong begitu, kenapa mulai tertarik kepadaku kamu, mulai mencintai ku katakan saja kalau kamu cinta kepadaku, aku akan senang hati menerimanya"


"hahahahaha........ pala lu peak...." kembali memukul ivan


"lu kira lu cakep, haduh..... ivan..... ivan.... di dunia ini masih banyak cowok yang lebih ganteng dari kamu, jijik jika hatiku di kasih ke kamu" ucapnya tertawa lepas


untung kau cantik dan masih sahabatku, kalau bukan sudah aku turunkan di sini kamu.gumamnya


"van ini sudah jam 8 van, aku telat masuk kampus sekarang aku ada kuliah profesor bayu, kamu mau kemana kok kita dari tadi gak sampai-sampai sih van, loh kok ini taman xx, kamu mau kemana van, mau menculikku, cepet van aku sudah telat ini" ucapnya panik


"oke tuan putri jahat, supirmu ini siap mengantarkan mu dengan selamat ke tempat tujuan, oke tuan putri"


safira tertawa lepas melihat kekonyolan ivan dan ivan pun senang melihat safira yang tertawa seperti itu, ivan pun tak habis fikir ayah kandung safira sendiri berani memukulnya seperti itu, apakah masih ada di dunia yang sudah modern ini ada orang tua sejahat itu


aku senang melihatmu tertawa seperti ini fira, aku paling gak suka ada yang menyakitimu, mengapa om sajay setega itu kepadamu, mulai dari kita kecil om sajay selalu memukulmu seperti itu, pukulannya selalu membabi buta seperti orang yang kerasukan, namun kau tetap saja mampu bertahan safira tanpa mengeluh apa pun, aku bangga padamu, aku bangga bisa kenal denganmu, aku akan menjagamu safira sampai kapan pun.ucapnya dalam hati sambil memandang wajah safira yang masih ketawa lepas


ivan langsung membawa mobilnya kencang menuju kampus karena di pikir nya safira sudah tidak sedih lagi...

__ADS_1


__ADS_2