
Iza tak menjawab perkataan. Dia berkulat dengan pikirannya sendiri. Dia bingung harus bersikap seperti apa terhadap Aan semenjak kejadian itu. Mungkin jika cuma lewat handphone Iza masih bisa berbohong. Namun jika bertemu secara langsung dia masih tidak sanggup. Penghianatan yang Aan lakukan sangatlah menyakitkan untuknya dan semenjak mengenal Wahyu hidup Iza berubah. Seolah olah dia kembali kedirinya yang dulu, sangat ceria dan selalu tersenyum.
apa yang harus ku lakukan. kenapa aku jadi begini. kenapa aku menjadi ragu dengan langkahku. Salahkah aku atas apa yang kini terjadi. Salahkah aku yang mulai membuka hati untuk mas Wahyu. Apakah mas Wahyu juga merasakan perasaanku ini. entahlah aku tak tau apa yang harus kulakukan. Batin Iza sambil perlahan berjalan meninggalkan Wahyu dan Sybil. Tak terasa air matanya menetes di pipinya. Langkah Iza terhenti ketika tiba tangannya yang terbungkus baju itu ditarik oleh Wahyu yang membawanya masuk kedalam mobil sambil berkata.
"Aku akan mengantarmu bertemu dengan kekasihmu. Tapi kita antar Syibil pulang dulu. Dan ak mohon sama kamu Stop memendam perasaanmu sendiri." tegas Wahyu sedikit keras.
Iza tak menjawab ucapan Wahyu. Matanya menatap kosong kearah luar jendela mobil. Sesekali Wahyu melirik Iza yang masih terdiam membisu.
Syibil yang tahu akan kakak nya yang sedang tidak baik baik saja hanya memilih diam karna takut salah bicara. Akhirnya Wahyu berusaha mencairkan suasana dengan bertanya pada Syibil.
" Bil kamu mau minum es krim??? Disini ada kedai es cream yang baru dbuka lho dan kelihatannya sangat enak" ucap Wahyu dengan sedikit melirik Iza berharap dia akan merespon.
" Emang ada kak?? Mau mau.. aku mau kak. kebetulan aku juga udah lama banget gak minum es cream sama kak Iza. iya kan kak?? tanya Syibil pada iza dan mendapatkan anggukan dari Iza sekaligus.
__ADS_1
Wahyu sangat bahagia karna rencananya untuk membuat Iza tersenyum kembali berhasil dengan bantuan Syibil. Kini mobilpun segera melaju ke kedai yang dibicarakan Wahyu tadi. Kedai yang sangat rame pengunjung.
"Ok. kita sudah sampai." ucap Wahyu
" Wah rame banget kak. pasti enak ini es creamnya." ucap Syibil...
"Pastinya gitu... Yuk masuk dulu.." ucap Wahyu sedangkan Iza hanya diam ikut dibelakang mereka dengan sesekali tersenyum melihat tingkah adiknya...
Setelah hampir satu jam mereka menghabiskan waktu di kedai es cream Wahyu memutuskan untuk mengantar Syibil pulang dulu lalu mengantarkan Iza bertemu dengan Aan. Karna tadi Aan sudah mengirimkan alamat cafe tempat mereka akan bertemu.
" Apa perlu aku temanimu untuk bertemu dengannya???" tawar Wahyu membuyarkan pikirannya.
"Oh.. nggak nggak perlu mas. aku gak papa kok.aku cuman sedikit gugup aja." jawab Iza
__ADS_1
Akhirnya Iza pun turun dari mobil dan berjalan masuk kecafe itu sedangkan Wahyu masih tetap didalam mobil menunggu Iza.
Iza melangkahkan kakinya pelan. Hingga tiba dimeja tempat Aan bersama kedua temannya.
"Assalamualaikum.." Ucap Iza yang membuat Aan dan kedua temannya itu sedikit terkejut.
"Wa Alaikum salam... Iza.... ka kamu sudah datang??? A... aku kira tadi kamu belum berangkat soalnya kamu bilang masih ada acara da dan masih mau ngantar Syibil kevilla dulu" tanya Aan sedikit gugup karna takut Iza akan cemburu melihatnya begitu dekat dengan wanita disampingnya itu.
" Iya tadi kebetulan kedainya juga dekat dengan villa jadi g perlu lama lama juga." jawab iza pelan. Iza tau Aan sedang gugup karna ketangkap basah duduk begitu dekat dengan seorang wanita namun bagi Iza ini bukan sesuatu yang mengagetkan karna apa yang dia lihat sebelumnya lebih menyakitkan dari apa yang dia lihat sekarang ini.
" O iya kenalin ini Atasanku namanya Dewi. dan ini temannya..."terang Wahyu..
Ketika Iza akan mengulurkan tangannya wanita itu tiba tiba merangkul lengan Wahyu dan berkata...
__ADS_1
" Aku capek... aku kehotel dulu... kamu jangan lama lama.." ucap wanita itu kemudian pergi, namun sebelum pergi dia mencium pipi Aan.
Cup... ciuman itu mendarat begitu saja dpipi Aan.