
Ketika iza meninggalkan Wahyu tiba tiba iza terhenti langkahnya. Ada ketiga sahabatnya dibalik ruangan itu yang sejak tadi juga mendengarkan pembicaraan mereka namun mereka tak bersuara apapun. Mereka hanya mendengarkan Iza yang berbicara dengan Wahyu dan ketika Iza keluar dari ruangan itu mereka pun langsung memeluk sahabatnya itu. Mereka tau apa yang dirasakan sahabatnya ini sangat menyakitkan.
" Kita kekamar aja ya... " ucap salah satu dari mereka dan Iza pun mengangguk.
sesampainya dikamar iza mereka pun juga tak banyak berbicara hanya sesekali memberi semangat kepada Iza.
" Apa yang akan kamu lakukan setelah ini za."
" Entahlah rasanya aku ingin menangis dipangkuan bunda." ucap Iza sambil menangis. Ketiga sahabatnya pun faham dengan keadaan iza. Jika sudah begini tidak ada lagi orang yang bisa membuatnya tenang selain pelukan bundanya....
"Baiklah setelah sholat subuh kita berangkat kerumah bunda. Tapi kamu pamit sama Om Andi dulu" ucap ningrum.
Adzan subuh telah berkumandang semua orang pun melakukan sholat berjamaah di masjid termasuk Wahyu.
Setelah sholat Iza menemui Om dan Tante nya dikamar.
__ADS_1
"Om.... Tante.... Iza mau bicara."
" Sini sayang sini... Duduk disini."
" Om maaf Iza kemarin udah buat Om dan Tante kawatir. Maafin Iza Om. Iza udah ngecewain Om dan Tante. Iza masih kayak anak kecil yang suka kabur.. Maafin Iza" ucap Iza sambil menangis.
Andi yang faham dengan keadaan keponakannya itu pun langsung memeluknya erat.
" Om gak marah sama kamu sayang. Om tahu kamu butuh waktu untuk sendiri. Om mengerti apa yang kamu rasakan saat ini. Kamu jangan seperti ini. Om minta maaf karna Om kurang perhatian sama Iza. Iza jangan pernah merasa sendirian. Ada Om dan Tante disini. Kamu bisa cerita apa saja pada Om dan Tante. Jangan merasa kamu jadi beban Om dan Tante. Om sayang sama Iza. Sekarang Iza mau apa??? Iza mau pulang kerumah bunda untuk sementara??? " tanya Andi yang dijawab anggukan oleh Iza.
" Baiklah nanti akan Om antar kerumah bunda ya.."
"Baiklah kalo gitu. Terus kapan mau berangkat??"
" Sekarang."
__ADS_1
Andi dan istrinya pun saling bertatapan. Andi tak menyangka Iza sudah memutuskan untuk pergi sekarang. Tapi akhirnya mereka menyetujui itu.
"Baiklah kalau Iza maunya begitu."
Iza pun memeluk om dan tantenya itu.
" Kita sayang sama Iza. Iza jangan pernah ngrasa sendiri." ucap tantenya..
Setelah itu iza pun kembali kekamarnya untuk siap siap. Iza juga meminta kepada Anisa untuk tidak memberi tahu Wahyu jika mereka akan pergi. Iza benar benar ingin sendiri untuk sementara. Anisa pun paham dengan maksud iza. Dia juga berjanji untuk tidak memberitahu Wahyu.
Mereka meninggalkan rumah Andi setelah melihat Andi pergi joging bersama Wahyu.
"Tant.. kita pergi dulu ya..." pamit Iza pada tantenya
" Hati hati sayang. Jangan lama lama drumah bundanya ya.." ucap Tante Ratna.
__ADS_1
Memang aneh istri pamannya ini. setiap kali iza akan pulang pasti dia melarangnya untuk lama lama drumah bundanya. Padahal rumah itu adalah rumahnya sendiri.
Iza dan sahabat nya pun berangkat menggunakan Mobil Iza yang sudah lama dibelikan pamannya sebagai kado ulang tahun tapi jarang digunakan karena Iza lebih senang naik motor daripada menggunakan mobilnya itu. Dan sekarang mereka pergi diantar oleh supir pribadi pamannya.