
Malam pun tiba. Semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang keluarga hanya tinggal menunggu kedatangan Iza dan Wahyu. Tak lama kemudian Iza nampak memasuki ruangan itu ditemani suami dan ketiga sahabatnya.
"Assalamualaikum." ucap Iza
"Waalaikum salam.." Jawab seluruh keluarga
" Kalian sudah datang nak?" tanya ayah
"Iya yah... Maaf Iza terlambat. Nenek dimana?" tanya Iza balik
" Nenek masih ada dikamar sayang. Kamu langsung masuk saja. Nenek menunggumu dikamar bersama Aan." Jawab mama Wahyu membuat Iza sedikit kaget dan seketika menatap suaminya seakan takut jika suaminya salah paham.
__ADS_1
"Masuklah... Mas akan menunggu disini." ucap Wahyu yang seolah tahu arti dari tatapan istrinya.
" Tapi mas..." ucapan Iza terhenti karena Wahyu menutup mulutnya dengan jari telunjuk nya..
"Mas tidak apa-apa sayang.. Masuklah mas akan disini sampai adek keluar." ucap Wahyu
Iza pun segera masuk kedalam kamar nenek. Ada sedikit rasa takut dihatinya. Iza takut nenek tidak bisa menerima kenyataan dan akan berusaha memisahkan Iza dengan suaminya.
" Assalamualaikum Nek.." kata Iza membuka pintu dan mendapati nenek yang sedang duduk bersama Aan disana.
Jawab nenek menepuk kursi disebelahnya. Iza pun duduk tepat disamping nenek sedangkan Aan berada didepannya.
__ADS_1
"Nek... apa yang ingin nenek sampaikan kepada Iza. kenapa harus bicara disini dan tidak didepan semua orang." tanya Iza sedikit takut.
" Kenapa? Apa kamu takut?" tanya nenek
" Bukan begitu Nek. Nenek sekarang juga sudah tahu kalo Iza sudah menikah. Iza hanya ingin menjaga perasaan suami Iza nek. Maaf jika Iza salah." jawab iza menundukkan kepalanya.
"Baguslah jika kamu berfikir seperti itu. Sesuai dengan yang nenek inginkan. Jadi langsung saja nenek akan bertanya dulu kepada kalian karena nenek hanya ingin memastikan saja jika suatu saat nanti tidak akan terjadi apa apa di keluarga kita. Nenek akan bertanya kepada kalian bagaimana perasaan kalian saat ini terhadap satu sama lain? Aan jawab dulu" pinta nenek.
" Nek, jika yang nenek kawatirkan itu Aan akan mengganggu rumah tangga Iza maka Aan akan menjamin itu tidak akan pernah terjadi. Aan memang masih sangat menyayangi Iza seperti dulu namun perasaan Aan tidak akan pernah lebih dari perasaan sayang seorang kakak terhadap adiknya. Aan telah berjanji pada diri Aan sendiri untuk kembali kehubungan kita terlebih dahulu. Aan akan menjadi kakak dan juga sahabatnya seperti dulu karena bagi Aan sudah cukup Aan menyakiti hati Iza dulu. Aan juga minta maaf kepada Iza karna kesalahan Aan yang terdahulu. Aan harap Iza masih bersedia menerima Aan sebagai sahabat sama seperti dahulu." jelas Aan.
" Lantas bagaimana menurut kamu sayang?" tanya nenek pada Iza.
__ADS_1
" Nek... Jujur Iza memang sangat sakit hati terhadap Aan atas apa yang dia lakukan. Dan dari dahulu Iza tidak pernah membayangkan jika Iza akan menikah dengan laki-laki selain Aan karena bagi Iza setelah Aan meminta kepada ayah untuk menjadi kekasih Iza sejak itu pula Iza merasa bahwa Aan lah calon suami Iza. Namun seiring berjalannya waktu semuanya berbeda dan jauh sebelum Iza memutuskan hubungan diantara kita Iza sudah memaafkan kesalahan Aan. Hanya saja Iza sudah tidak bisa meneruskan hubungan kita. Bagi Iza saat ini Aan pun tidak lebih dari seorang sahabat dan juga seorang saudara itu saja nek. Jadi nenek tidak perlu mengkhawatirkan semuanya. Insyaallah Iza akan menjadi istri yang baik untuk suami Iza dan juga Iza akan tetap menjadi sahabat dan juga adik dari Aan sama seperti dulu nek. Iza harap nenek juga tetap menganggap Iza cucu nenek meskipun Iza tidak menikah dengan Aan." jawab iza.
"Kamu tetaplah cucu nenek sayang. Nenek hanya ingin memastikan hubungan kalian saja. Nenek tidak mau jika nanti keluarga kita akan terpecah belah Hanya karna kesalahan yang pernah Aan perbuat. Sebenarnya nenek Sudah lama ingin berbicara dengan kamu lama sayang namun nenek sengaja menunggu setelah kamu menikah. Sekarang semua sudah jelas. Kalian memang cucu nenek yang terbaik. Sini peluk nenek sayang. Nenek sudah lama tida memeluk kalian berdua." ucap nenek merentangkan tangannya memeluk Aan dan Iza bersamaan. Iza dan Aan pun juga saling memeluk. Iza dan Aan merasa sangat bahagia karena kini mereka tidak harus canggung jika bertemu lagi...