Salahkah Aku

Salahkah Aku
60


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir kegiatan dipondok dan nanti malam pembubaran panitia. Iza nampak sangat sibuk sejak pagi hingga sore.


Ketiga sahabatnya pun sudah hafal dengan sifat Iza. Mereka tahu jika Iza memanglah orang yang sangat gila kerja apalagi jika sedang ada sesuatu yang menggangu pikirannya. Jika dia sedang ada pekerjaan pasti dia akan menghabiskan waktunya untuk bekerja tapi jika tidak ada pekerjaan dia pasti akan pulang kerumah bunda. Ketiga sahabatnya pun tidak akan menggangu pekerjaan Iza. Mereka hanya sesekali mengingatkan Iza untuk beristirahat.


Setelah Sholat maghrib semua sudah siap diaula untuk pembubaran panitia. Begitu pula dengan Iza dan ketiga sahabatnya.


" San nanti malam aku tidur dikamar kamu ya.." ucap Iza tiba-tiba membuat ketiga sahabatnya kaget.


"Ka kamu gak pulang za?" tanya Sanya sedikit gugup.


" Kenapa?? apa aku gak boleh menginap disini lagi?" tanya Iza namun belum sempat Sanya menjawab ada seorang santriwati yang memanggil Iza..


" Kak maaf ustad Ismail ingin berbicara dengan kakak Aiza. Beliau sudah menunggu diluar." ucap santriwati itu.


Iza sedikit kaget karena selama beberapa hari ini dia memang sangat jarang berbicara dengan Ustad Ismail karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Iza pun berjalan menuju pintu. Namun ketika berada didepan pintu langkahnya terhenti melihat orang yang berdiri disamping Ustad Ismail. Orang yang sudah beberapa hari menghilang tanpa kabar apapun. Melihat Iza yang tidak meneruskan langkahnya membuat ketiga sahabatnya menghampirinya karena melihat Iza meneteskan air mata.


"Za kamu kenapa?" Ucap ketiga sahabatnya sambil memeluk iza yang tak bergeming.

__ADS_1


Mereka pun melihat ke arah tatapan Iza. Nampak Wahyu yang sedang berdiri disamping Ustad Ismail dan berbincang-bincang dengan Pimpinan pondok.


"Mas Wahyu" Ucap Anisa sepontan membuat Wahyu dan yang lainnya menoleh kearah mereka.


Wahyu sekilas menampakkan senyum manis dibibirnya yang kemudian berubah menjadi kekhawatiran melihat Iza menangis sesenggukan. Dengan sigap Wahyu menghampiri istrinya dan memeluknya erat membuat semua orang kaget melihat sikap Wahyu kepada Iza karena mereka tidak tahu jika Wahyu dan Iza sudah menikah.


"Sayang kamu kenapa? Kenapa sayang menangis? Siapa yang nyakitin istri mas?" tanya Wahyu beruntun namun tidak dijawab oleh Iza.


" Tidak ada yang berani menyakiti dia disini yu.. Justru kamu sendiri yang menyakiti hati istrimu." jawab Ustad Ismail sambil menepuk bahunya


" Maksud kamu apa il?? Trus kenapa tubuhnya kurus sekali? Apa kamu tidak menjaga istriku dengan baik" tanya Wahyu pada sahabatnya


" Sayang maafin mas ya. Mas sangat sibuk disana. Mas hanya berusaha agar masalahnya cepat selesai dan bisa jemput adek tepat waktu. Maafin mas ya sayang" Ucap Wahyu memeluk erat istrinya.


Pemandangan ini sontak membuat seluruh santri dan pengajar disana kaget dengan apa yang mereka lihat. Melihat kondisi ini Pimpinan pondok pun angkat bicara.


" Nak Wahyu selesaikan masalah kalian didalam saja. Dan untuk semuanya saja jangan kaget dengan apa yang kalian lihat. Iza dan Wahyu adalah sepasang suami istri. Mereka sudah menikah Minggu lalu namun harus berpisah karena Iza harus mengikuti kegiatan dipondok ini. Jadi sekarang semua bisa kembali melanjutkan kegiatan masing-masing." jelas Pimpinan pondok.

__ADS_1


Didalam ruangan Iza masih tetap terdiam sedangkan Wahyu masih tetap membujuknya untuk berbicara dan masih terus meminta maaf.


" Sayang maafin mas ya... Mas bener-bener minta maaf sudah membuat adek khawatir. Bicaralah sayang jangan diam saja seperti ini. Ato kita pulang sja kerumah ayah dan bunda sekarang." ucap Wahyu


Mendengar ucapan Wahyu akhirnya Iza menjawab


" Kita pulang kerumah Om Andi." ucapnya


" Baiklah kalo begitu kita pulang sekarang. Sebentar mas bilang sama Mail dulu. Adek mau ambil koper dulu ato tidak?" ucap Wahyu


" Ini koper Iza sudah kami siapkan mas." suara dibalik pintu itu membuat Wahyu dan Iza menoleh nampak ketiga sahabatnya disana bersama Ustadz dan Pimpinan pondok. Iza pun memeluk ketiga sahabatnya dan menangis dipelukan ketiga sahabatnya.


"Maafin aku karna masih menyusahkan kalian." kata Iza disela sela tangisannya


"Kamu harus kuat. Jika ada yang menggangu pikiranmu kamu harus bercerita sama kita. kita akan tetap ada disampingmu seperti dulu dan jangan menyiksa dirimu seperti ini lagi ya." ucap Sanya.


" Jika ada kesalahpahaman didalam rumah tangga itu adalah hal yang wajar. Bicarakan dengan baik baik dan jangan ada yang ditutup-tutupi diantara suami istri. Apapun yang terjadi pada kalian, kalian harus saling jujur satu sama lain. Ingat itu nak Wahyu." Ucap Pimpinan pondok

__ADS_1


" Baik Ustad." jawab Wahyu singkat


__ADS_2