
Keesokan harinya semua keluarga sudah berkumpul di ruang tengah. Hari ini semua akan kembali ke rumah masing-masing karena besok pagi Om Andi harus berangkat keluar kota untuk menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda selama ini. Semua nampak sudah selesai bersiap siap.
Iza nampak sedang duduk diteras belakang bersama pamannya.
"Apa kamu senang sayang??" tanya pamannya.
" Iya Om iza sangat senang sampai sampai rasanya masih ingin disini." jawab Iza dengan senyuman merekah dipipinya.
Andi yang mendengar itupun kembali mengingatkan Iza kalo dia masih ingin disini juga gak papa.
"Apa kamu masih mau Tinggal disini sayang." tanya Andi kembali
"oh enggak kok om. Iza juga harus kembali kuliah. udah satu Minggu izin juga." jawab Iza.
__ADS_1
" Ya kalo kamu masih mau disini juga gak papa sayang. Nanti biar om bilang sama Pram kalo kamu masih ingin disini. Tapi kalo gak mau ya udah kita pulang hari ini. ya sudah om kedalam dulu ya.." ucap Paman Iza sambil berlalu pergi dan hanya mendapat anggukan dari Iza.
wahyu yang sedari tadi sebenarnya sudah melihat Iza diteras ingin menghampirinya namun karna paman Iza datang terlebih dahulu maka dia urungkan niatnya karena takut mengganggu waktu Iza dan pamannya. Dan setelah paman Iza pergi tak berlangsung lama dia pun akhirnya menghampiri Iza.
Wahyu duduk di kursi sebelah kursi iza. Tidak ada percakapan antara mereka. Hanya sesekali mereka melemparkan senyuman kepada masingmasing. Mereka bergulat dengan perasaan masing-masing. Wahyu yang merasa sedih dan takut kedekatan yang sudah mulai terjalin diantara mereka akan segera berakhirpun akhirnya membuka pembicaraan.
" Aku harap setelah pulang dari villa kita masih tetap bisa sedekat ini dek, kita masih tetap bisa menjaga hubungan baik antara kita. Jujur sebenarnya aku sangat senang disini karena akhirnya aku bisa sedekat ini dengan kamu dan sekarang aku merasa sangat sedih karna kita harus berpisah lagi." ucap Wahyu yang membuat Iza sedikit kaget karna ternyata apa yang dia rasakan sama dengan apa yang dirasakan Wahyu namun Iza masih tetap berusaha menutupinya.
" Insyaallah kita masih bisa kok mas menjalin hubungan baik seperti ini. Kita juga masih bisa bertemu. Bahkan nanti pasti Anisa juga senang kalo dia juga bisa sering bertemu denganmu" jawab Iza meyakinkan Wahyu. yaa Wahyu tau jika wanita disampingnya ini pasti tidak akan mungkin membiarkan mereka jalan hanya berdua. Nanti pasti akan ada sahabatnya...
Setelah selesai siap siap seluruh keluarga pun akhirnya akan pulang. Terlihat paman Iza dan paman Wahyu berpelukan.Mereka harus berpisah disini karna paman Wahyu harus terbang ke luar negeri sedangkan paman Iza akan mengantarkan keluarga nya terlebih dahulu.
" Ya udah kalo gitu kami pamit dulu ya Pram. kamu hati hati disana. kalo ada apa apa jangan lupa hubungi kami." ucap Paman Iza.
__ADS_1
" Pasti Ndi. Nanti pasti aku kabari kami." jawab Paman Wahyu.
" Nak Wahyu om pamit dulu ya.. Nanti kalo kamu kangen Iza kamu bisa datang kerumah Om. Rumah om selalu terbuka buat kamu." ucap Paman Wahyu yang berhasil membuat pipi Iza dan Wahyu memerah.
Wahyu yang merasa mendapat lampu hijau dari paman Iza pun langsung berterima kasih.
" Pasti om. Nanti pasti Wahyu akan sering kerumah Om Andi." jawab Wahyu yang juga berhasil membuat Iza semakin malu.
" Harus itu yu... Jadi lelaki itu kalo memang gentle harus berani datang kerumahnya minta dia kepada keluarganya. Jangan kok malah janjian diluar rumah." Ucap Paman Wahyu tak mau kalah.
" Iza, Tante titip keponakan Om ya... Kalo sampai dia macam-macam kamu bilang aja sama om. Nanti biar Om yang urus." ucap Paman Wahyu pada iza yang hanya dibalas dengan anggukan kepala dan senyuman..
" Ya sudah kita berangkat dulu ya nanti kamu ketinggalan pesawat mu juga." jawab Paman Iza.
__ADS_1
"iya... kamu hati hati ya Ndi..." jawab Paman Wahyu.
bersambung..