
Wahyu yang melihat dan mendengar pembicaraan istri bersama ketiga sahabatnya dari balik pintu pun mengurungkan niatnya untuk memanggil istrinya. Wahyu memutuskan untuk kembali ke kamar dan menunggu istrinya didalam kamar.
Tak terasa waktu sudah semakin larut. Iza dan ketiga sahabatnya itu pun kembali kekamarnya. ketika Iza masuk kedalam kamar terlihat Wahyu sedang tertidur disofa yang terletak didepan tempat tidur Iza. Iza pun mendekati suaminya.
Ya Allah terima kasih atas segala rahmatmu.. terima kasih telah mengirimkan seorang lelaki Sholeh untukku. Terima kasih atas segala-galanya ya Allah. Lindungilah pernikahan kami ya Allah. jadikanlah kami sebagai pasangan yang bisa saling melengkapi, saling menerima dan saling menyempurnakan keimanan kami ya Allah. Amin. Ucap Iza sambil terus menatap dan membelai rambut dan pipi suaminya itu.
"Maafin adek ya mas. karna adek kelamaan ngobrol sama sahabat adek sampai-sampai mas ketiduran disini." Bisik Iza lirih didekat telinga Wahyu kemudian mencium kening suaminya itu. Iza pun berdiri melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Namun baru melangkah 3 langkah tiba tiba tangannya dicekal oleh Wahyu dan ditarik hingga Iza pun terjatuh dipangkuan suaminya. Detak jantung Iza pun berdetak sangat cepat membuat pipinya merona.
"Mau kemana sayang Hem..?? Kenapa lama sekali tadi dibelakangnya.." ucap Wahyu sambil memeluk dan menciumi leher istrinya itu.
" em... Maaf mas." jawab iza sedikit gugup dan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
" Hey kenapa adek menunduk seperti itu. Mas kan cuma nanya sayang." ucap Wahyu sambil mengangkat dagu Iza.
"Mas... emm" ucapan Iza terhenti karena tiba-tiba Wahyu mencium bibirnya.. Ciuman yang masih sangat kaku namun keduanya saling menikmatinya. Tanpa sadar kini Iza melingkarkan kedua tangannya dileher Wahyu. Mereka terhanyut dengan ciuman masing-masing. Hingga pada akhirnya Wahyu menghentikan ciumannya.
"Mas menginginkan adek sekarang... Apakah mas boleh melakukannya sayang?" tanya Wahyu kepada istrinya yang dijawab dengan anggukan kepala dari Iza. Wahyu pun mengecup keningnya.
"Kita sholat sunah dulu ya..." ucap Wahyu melepaskan kecupannya.
Iza pun berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil air wudhu. setelah selesai Iza keluar dari kamar mandi dan kemudian disusul dengan Wahyu. Selama Wahyu didalam kamar mandi Iza pun menyiapkan perlengkapan sholat untuknya dan juga suaminya tak lupa dia menyiapkan baju Koko dan sarung untuk suaminya.
Wahyu pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandinya.
__ADS_1
"Sayang dimana sarung dan baju Koko mas??"
" Ini mas sudah adek siapkan." jawab iza sambil memberikan pakaian Wahyu.
"Makasih sayang... Tunggu mas bentar ya.. Nanti kita jamaah..." Iza pun mengangguk pelan.
Setelah Wahyu selesai mengganti jubah mandinya dengan baju Koko lengkap dengan sarung dan pecinya pun akhirnya mereka melakukan sholat sunah berjamaah. Setelah selesai sholat Iza mencium punggung tangan Wahyu. Wahyu pun mencium kening iza.
"Sayang mas sangat bahagia hari ini. Terima kasih karna sudah memilih mas sebagai suamimu.." ucap Wahyu sambil kembali mengecup kening istrinya.
"Adek juga sangat bahagia mas. Makasih karna mas juga memilih adek untuk menjadi istri mas." jawab iza sedikit menunduk membuat Wahyu semakin gemas dengan istrinya. Wahyu pun mendaratkan ciuman di bibir Iza. Ciuman yang awalnya sangat lembut berubah menjadi sangat kasar dan bergairah. Wahyu pun menciumi seluruh tubuh Iza dan meninggalkan sangat banyak jejak ditubuh Iza hingga pada akhirnya mereka menyatukan cinta mereka dengan melakukannya berkali kali hingga akhirnya mereka terlelap hingga pagi.
__ADS_1
Bersambung...