
Dikediaman Paman Iza.
Wahyu yang habis jogging bersama Andi pun sudah kembali. Wahyu membersihkan diri kemudian duduk diruang tengah bersama Syibil. Wahyu merasa rumah sangat sepi. Dia bertanya-tanya dimana iza dan sahabatnya.
"Kok sepi bil???kemana kakakmu dan juga teman-teman nya??" tanya Wahyu
"Emang mas Wahyu gak tau ya?? kan kak Iza pergi sama yang lainnya."
"Mang pergi kemana???" tanya Wahyu penasaran.
"Gak kemana-mana nak Wahyu. Iza hanya pergi menenangkan pikirannya. Besuk kalo dia sudah tenang dia juga balik lagi." terang Andi
"Oh.. Maaf om mungkin ini karena kesalahan Wahyu."
"Sudahlah tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Iza memang seperti itu jika ada sesuatu yang membebani hatinya pasti dia akan pergi dan dia akan kembali setelah hatinya tenang. kamu gak usah terlalu menyalahkan diri. Tapi kalo om boleh minta, tolong jangan sakiti Iza. jika memang kamu sayang sama Iza Om harap kamu bisa menjaga dia tapi jika memang kamu mengharapkan wanita lainnya maka Om harap kamu jangan dekati Iza lagi." Terang Andi yang membuat Wahyu kaget. Ucapan Andi memang benar untuk itu dia juga harus tegas.
Ditempat lain Iza dan teman temannya sudah sampai dirumah orang tua Iza. Ayah dan Bunda Iza juga sudah menunggunya didepan rumah. Iza pun turun dari mobil dan berlatri menghampiri bundanya. Bunda Iza pun juga langsung memeluk putrinya itu. Bunda faham betul dengan anaknya ini. Bunda juga sudah tau apa yang dialami Iza mulai dari Aan dan juga Wahyu. Iza menangis didalam pelukan bundanya. Ayah yang juga faham keadaan putrinya pun juga ikut memeluk putri kesayangannya itu sambil mengusap-usap punggung anaknya. Ketiga sahabatnya pun terharu melihat pemandangan didepannya ini. Ini adalah kali kedua mereka datang kerumah bunda. Setelah dirasa Iza cukup tenang Iza pun melepaskan pelukan bundanya.
__ADS_1
"Maafin Iza bunda... Iza selalu menyusahkan ayah dan bunda." ucap Iza sambil melepaskan pelukannya
" Tidak ada orang tua yang merasa disusahkan anaknya sayang. Kamu putri ayah dan bunda. Sudah sepantasnya kamu pulang kepangkuan orang tuamu ketika kamu sedang ada masalah. Bunda dan ayah sangat menyayangi mu.." ucap bunda menenangkan Iza.
" Sudah sudah ayo masuk. kasian mereka capek biarkan mereka istirahat terlebih dulu bund. Nanti kalo mereka sudah gak capek kita ngobrol lagi." kata ayah.
" Baik ayah." ucap mereka serempak
Iza dan temannya istirahat dikamar. Mereka sangat senang bisa datang kesini. ketiga sahabatnya pun bahagia karna setelah bertemu dengan bunda Iza sudah mulai bisa tersenyum dan mulai bisa diajak bercanda.
Ketika mereka sedang asyik bercanda tiba tiba pintu diketuk.
"Loh bunda kira pada tidur tap nyatanya lagi pada bercanda..."
" Hehehe... mereka ini bund daritadi usil Mulu." keluh Iza
" Bohong bund Iza yang daritadi gak bisa diem. Ada aja yang dia lakuin." timpal Annisa.
__ADS_1
Bunda pun tertawa melihat Iza dan temannya.
"Ini ni yang bikin bunda suka kangen sama kalian. Bunda jadi berasa kaya punya anak yang masih anak anak dan madih suka ribut ribut." ucap bunda
mereka pun langsung berhambur memeluk bunda...
"Kita juga suka kangen sama bunda.. kita juga berasa punya bunda 2." jawab Nisa. Mereka pun saling berpelukan.
" Sudah sudah Bunda sesak nafas ini. kalian udah besar sekarang. Sekarang yuk kita makan dulu habis itu Bunda mau bantuin ayah dikebun." Ucap bunda...
" ikuuut.." jawab mereka serempak.
Bunda tersenyum bahagia melihat Iza dan temannya itu...
"Bunda Gimana kalo makannya kita bawa kekebun aja. kayaknya enaak deh bund kalo makan di kebun sambil lihatin tanaman hijau dan deru air sungai mengalir. Duh indahnya dunia..." ucap Sanya sambil membayangkan..
" Terserah kalian saja. jika mau makan disini ya silahkan tapi kalo mau dibawa kekebun ya silahkan yang penting kalian makan" ucap bunda
__ADS_1
"Siap bunda" jawab mereka serempak lagi.