Salahkah Aku

Salahkah Aku
21


__ADS_3

" Hey gadis kesayangan....." teriak Ningrum


" Ya Allah Iza akhirnya kamu datang juga kekampus.." ucap Sanya


"Kamu diantar siapa za? kayaknya itu bukan mobil Om Andi. Atau kamu diantar mas Wahyu?? tapi itu juga bukan mobil mas Wahyu. Za jawab kamu sama siap za..." tanya Anisa sambil mengoyak tubuh Iza.


" Iza jawab..." teriak merek bertiga serempak.


Iza yang kaget dengan teriakan sahabtnya pun akhirnya membuka suara.


"Ok. ok aku jawab. Aku diantar Aan. Tadi dia jemput aku dirumah dan mengantarkan aku kekampus. Puas? " Jawab Iza sambil berjalan masuk kampus dan diikuti sahabatnya


"kok bisa??? gimana ceritanya kamu diantar Aan. Bukannya Aan ada dikota xxx dan lagi bukannya kalian bertengkar. kenapa bisa baikan?" tanya sahabatnya yang membuat Iza menghentikan langkahnya. Ya selama ini tak ada yang ditutup-tutupi diantara mereka. Bahkan kejadian divilla kemarinpun mereka juga mengetahui karna setiap hari mereka selalu berkomunikasi lewat group mereka.


" Tadi malam Aan menghubungi ku. Dia minta maaf atas apa yang terjadi diantara kami dan dia minta ketemu tapi aku menolak. Terus tadi pagi setelah ak keluar kamar Aan sudah ada diruang tamu bersama Om Andi. Awalnya aku marah karna kedatangannya terus dia minta ijin sama Om Andi untuk mengantarkan ku dan Om Andi menyetujui itu jadi aku berangkat sama dia." jelas Iza panjang lebar.


"Apa kalian tadi bertengkar?? trs bagaimana bisa tadi kamu tersenyum begitu manis padanya.?? "tanya Annisa


" Panjang ceritanya. Pada intinya tadi kita udah baikan dan dia juga pamit mau keluar negeri buat ngurus kerjaan." jelas Iza singkat


"Keluar negeri??? Terus kalian gimana??"

__ADS_1


" Ya gak gimana gimana. emang mau gimana?? Udah ah gak usah dibahas. sekarang yang penting kita baik baik aja dan sekarang lebih baik kita kekelas." jawab Iza sambil berjalan dan diikuti teman temannya.


Setelah mata kuliah selesai pun Iza dan sahabatnya bergegas pergi ke pondok.


Ditengah jalan handphone Iza berdering.


Ada panggilan video masuk. Dilihatnya nama Aan disana.


"Assalamualaikum sayang... Gimana udah selesai kuliah nya?" tanya Aan perhatian


"Waalaikum salam. Udah ini lagi dijalan mau kepondok."


"Sama siapa?? Maaf ya aku gak nganter kamu kepondok."


" Ya udah kamu hati hati ya... Tadi udah makan belum??? Ingat jangan telat makan ya... Jaga diri baik baik." ucap Aan yang berhasil membuat ketiga sahabatnya saling bertatapan.


" Iya... tadi aku sudah makan sama mereka dikantin."


" Ya udah ini aku udah dibandara tapi masih nunggu atasanku belum Sampek."


" Ya udah kamu juga hati2 dan jaga diri baik baik disana." jawab Iza sedikit perhatian

__ADS_1


" iya sayang.... Makasih ya udah maafin aku. ya udah kamu hati hati ya... I LOVE YOU.." Ucap Aan yang dijawab senyuman dari Iza.


" Kayaknya udah mulai kesemsem ni." goda sahabat Iza...


" Apaan sih... biasa aja kali.." jawab Iza


" Tapi kenapa kamu gak pernah jawab pernyataan Aan yang terakhir itu."


" Belum saatnya.," jawab Iza singkat


Mereka pun tak bertanya lagi. karna mereka tahu kalo Iza memang belum mencintai Aan.


Ditempat lain Nampak Aan sedang memainkan handphone nya. Tiba tiba gadis itu menyambar kedalam pelukannya...


" Gimana kamu udah telfon pacar kamu yang kampungan itu.?" ucap wanita itu


"Udah. Ni juga habis telfon."


" Apa Dia percaya dan apa dia gak curiga??"


"Awalnya sih dia tadi pagi sedikit curiga tapi aku udah yakinin dia." jawab Aan sambil memeluk dan mencium puncak kepala wanita itu.

__ADS_1


Ya Aan memang benar benar menduakan Iza. Menurut Aan jika saja Iza mau dia sentuh seperti wanita disampingnya ini pasti dia tidak akan pernah menduakan Iza. tapi sayang Iza tidak pernah mau disentuh. jangankan disentuh bersalaman saja tidak pernah. Awalnya Aan tak pernah mempermasalahkan hal itu namun karna terlalu banyak godaan yang dia terima akhirnya dia pun menduakan Iza.


Bersambung...


__ADS_2