
"Waalaikum salam.. Maaf nak ada yang bisa saya bantu?" Tanya ayah Iza.
" Oh iya pak perkenalkan nama saya Wahyu. Saya datang kemari karna disuruh Om Andi untuk menjemput dek Iza." terang Wahyu
" Oh nak Wahyu... mari silahkan masuk kebetulan Iza juga sudah siap. Bund tolong panggil anak kita. Nak Wahyu maaf ya atas sikap Iza tadi."
" Iya pak gak papa kok. Mungkin dek Iza kaget dengan kedatangan saya." jawab Wahyu.
Didalam kamar Iza nampak termenung menatap pemandangan rumah lewat jendela didalam kamarnya. Bunda pun faham dengan putrinya itu.
"Naak..." Panggil bunda. Iza pun membalikkan badannya menatap bunda
" Bunda tahu ini berat untukmu tapi kamu jangan seperti ini. Kasihan nak Wahyu dia datang jauh-jauh dari kota buat jemput kamu karna Om mu sendiri yang memintanya. Apa pernah bunda mengajarimu untuk bersikap seperti ini kepada orang yang sudah berbuat baik padamu nak??? Sekarang temui dia waktu sudah siang. kalo kamu gak segera pulang nanti sampai rumah kemalaman nak.. Bicaralah pada nak Wahyu dengan baik dan bicaralah dengan hati hati ingat jangan menyakiti hati siapapun dengan ucapanmu." jelas bunda panjang lebar
" Maafin sikap Iza bunda... Iza sudah membuat bunda dan ayah kecewa dengan sikap iza." jawab iza sambil memeluk bunda dengan erat.Setelah itu Iza pun keluar bersama bunda.
"Mari mas kita berangkat." ucap Iza pada Wahyu.
"Kamu sudah siap dek?" tanya Wahyu yang dijawab dengan anggukan kepala. Wahyu pun berpamitan kepada kedua orangtua Iza.
__ADS_1
" Pak buk kalo begitu saya pamit pulang dulu, takut nanti kemaleman sampai rumah." pamit Wahyu.
" Iya nak Wahyu makasih ya sudah bersedia menjemput anak ayah. Ayah titip anak ayah ya nak Wahyu." ucap ayah Iza pada Wahyu.
" Ayah emang aku barang dititip titipkan sama orang..." ucap Iza sedikit kesal
" Pasti pak. pasti akan saya jaga sekuat saya." jawab Wahyu.
Mereka pun meninggalkan rumah ayah dan bunda. Didalam Mobil Iza memutuskan untuk diam dan tetap menatap keluar jendela mobil.
Wahyu yang sesekali melirik Iza akhirnya membuka suara.
"Enggak"
" Mas minta maaf"
"Mas gak ada salah sama Iza."
"Mas salah sama kamu dek. Gak seharusnya mas menyatakan perasaan mas sama adik disaat mas masih mengharapkan wanita lain."
__ADS_1
" Lantas bagaimana menurut mas sekarang? Apa yang harus Iza lakukan?"
" Mas gak mu adik melakukan apa apa buat mas. Mas sudah menyakiti adik terlalu dalam. Buat mas dengan mas masih bisa bertemu denganmu saja sudah membuat mas senang."
" Apa hanya itu saja yang mas mau dari Iza. Apa mas juga gak mau tau bagaimana perasaan Iza kepada mas? Apa hanya dengan mas masih bisa bertemu dengan Iza saja mas sudah bahagia tanpa ada rasa ingin yang lebih?"
Mendengar pertanyaan dari Iza membuat Wahyu menepikan mobilnya dan berhenti dipinggir jalan. Wahyu menatap Iza dengan tatapan sendu. Dia gak percaya Iza akan bertanya seperti itu.
" Dek Kamu beneran dengan pertanyaan mu?"
"Memang kenapa dengan pertanyaan Iza mas?
" Gak papa dek dan karna kamu bertanya maka mas akan menjawabnya. Jujur mas sangat ingin tahu bagaimana perasaan adik sama mas. Mas sangat ingin adik tetap bersama mas. Mas sangat ingin adik mau menerima mas apa adanya. Mas sangat ingin adek menjadi ujung pencarian dalam hidup mas. Mas sangat ingin itu dek. tapi mas juga sadar diri dek. Mas sudah menyakiti kamu."
" Lantas bagaimana dengan sari???"
" Itu bukan masalah dek. Mas akan berusaha untuk melupakan sari tapi jawab dulu pertanyaan mas dek. Apa adek juga sayang sama mas??"
Iza pun tersenyum melihat tingkah laku Wahyu yang sangat lucu baginya. Lalu ia menjawab pertanyaan Wahyu.
__ADS_1
"Iya mas... adek juga sayang sama mas." jawab iza pelan namun tetap didengar Wahyu. Wahyu pun langsung tersenyum bahagia mendengar jawaban dari Iza.