
Wahyu hanya terdiam melihat istrinya yang menertawakan dirinya. Sedangkan Iza yang melihat suaminya diam akhirnya menghentikan tawanya kemudian memeluk lengan suaminya serambi menjelaskan apa yang terjadi.
" Maaas... Apa yang dibicarakan nenek tadi itu tidak seperti yang mas bayangkan. Nenek hanya menanyakan tentang perasaan adek dan Aan. Nenek hanya ingin memastikan hubungan antara adek dan Aan. Nenek tidak mau nanti disuatu hari Aan mengganggu pernikahan kita. Nenek hanya ingin memastikan semuanya akan membaik seperti dulu. Jadi mas jangan berfikir yang tidak-tidak lagi ya." ucap Iza memeluk erat tangan suaminya itu...
" Beneran cuma begitu saja sayang?? kamu gak sedang membohongi mas kan??" tanya Wahyu
" Beneran mas. Adek gak bohong... " jawab iza pelan.
"Maafin mas ya karena mas tadi sempat berfikir negatif sama adek.," jawab Wahyu memeluk dan mencium kening hingga bibir istrinya. Iza pun tak melawan dia hanya pasrah dan membalas ciuman itu. Ciuman yang awalnya sangat lembut akhirnya berubah menjadi sangat kasar hingga tak terasa membuat keduanya perlahan berjalan menuju tempat tidur. Dengan sangat sigap Wahyu membuka seluruh pakaiannya dan juga pakaian Iza. Hingga pada akhirnya malam itu pun menjadi malam penyatuan cinta keduanya setelah malam pertama yang mereka lakukan kemarin. Kini iza tertidur pulas di dekapan suaminya. Wahyu yang masih terjaga selalu menghujani tubuh iza dengan ciuman dan meninggalkan beberapa stempel kepemilikan diseluruh tubuhnya.
Pagi harinya Iza terbangun lebih dulu dibandingkan Wahyu. Iza yang masih tanpa busana apapun dan yang masih berada didalam dekapan suaminya yang juga hanya berselimutkan selimut tebal itu perlahan menarik garis bibirnya. Iza merasa sangat bahagia karna kini dia telah benar-benar jatuh cinta kepada suaminya. Iza pun menciumi wajah suaminya dan ketika dia hendak melangkahkan kaki menuju kamar mandi Wahyu sudah terbangun dan menarik Iza hingga terjatuh kedalam pelukannya.
" Mas.. Ini sudah mau adzan subuh.Lepasin Adek mau mandi dulu trus sholat mas..." bisik Iza ditelinga Wahyu, namun bukannya melepaskan Wahyu justru semakin memeluk erat tubuh iza.
"Maaass." Ucap Iza
__ADS_1
" Kenapa sayang... Tadi aja kamu goda godain mas. Sekarang giliran masnya udah bangun kamu bukannya bertanggung jawab malah mau ninggalin mas gitu aja." Jawab Wahyu
Iza yang mengerti apa yang dimaksud suaminya pun menjadi merutuki kebodohannya sendiri karena telah menciumi suaminya. Sedangkan Wahyu yang melihat istrinya termenung pun mengambil kesempatan untuk melakukan hubungan kembali. Iza pun tak berani melawan karena dia tahu jika ini juga salahnya. Dan setelah bergelut sekian lama akhirnya pertarungan itu berakhir juga.
" Makasih sayang.." ucap Wahyu mencium kening istrinya...
" Sama-sama mas. Adek mandi dulu ya?" jawab iza sambil meraba-raba letak baju tidurnya dan memakainya..
" Kita mandi bareng aja ya.." ucap Wahyu
Setelah selesai mandi Iza dan Wahyu pun menunaikan shalat subuh berjamaah. Setelah selesai sholat subuh tak lupa Wahyu dan Iza membaca Alqur'an hingga pagi menjelma.
Setelah selesai mengaji Wahyu mengajak Iza untuk berjalan-jalan dipinggir pantai menghirup udara segar. Mereka bergandengan tangan mesra menyusuri pinggir pantai. Nampak kebahagiaan yang sempurna yang saat ini mereka rasakan.
Setelah selesai berjalan-jalan Wahyu dan Iza pun memutuskan kembali ke penginapan dan sarapan bersama dengan ketiga sahabatnya. Iza menuju ketempat makan terlebih dahulu karena Wahyu sedang melakukan panggilan telepon dengan sekertarisnya.
__ADS_1
"Pagi gadis kesayangan" sapa Iza kepada sahabatnya.
"Pagi istri kesayangan." jawab mereka serempak.
" Za kayaknya kita mau ngomongin sesuatu, tapi kita takut nanti justru mengganggu kalian." ucap Ningrum
" Mengganggu? Emang ada apa?" tanya Iza penasaran.
" Kayaknya kita harus kembali kekota besuk karna kegiatan dipondok udah lama dimulai dan kita belum sama sekali datang untuk ikut berpartisipasi. Sedangkan puncak acaranya tinggal beberapa hari lagi. kan kita juga gak enak kalo gak datang. Tapi kita juga gak mau ganggu kamu sama mas Wahyu." jawab Sanya.
" Iya ya... aku lupa kalo dipondok lagi ada acara. Ok besuk kita pulang." ucap Iza.
" Tapi gimana dengan mas Wahyu?? Apa dia setuju? Nanti kalo kamu ikut acara ini berart kamu juga akan berpisah dengan suamimu untuk beberapa hari lho"... jawab Ningrum
" Sudahlah masalah itu aku bisa bicarakan dengan mas Wahyu." ucap Iza....
__ADS_1
Bersambung...