Salahkah Aku

Salahkah Aku
16


__ADS_3

Wahyu terus berlari mengejar Iza. Wahyu tak habis fikir Iza bisa begitu cepat menghilang dari pandangannya. Wahyu pun kehilangan jejak Iza. Wahyu kembali ketempat dia memarkirkan mobilnya. Dia berkeliling mencari Iza namun tidak menemukannya. Wahyu berusaha terus menelpon Iza namun handphone nya mati. Wahyu tidak tau harus mencari Iza kemana lagi akhirnya dia memutuskan untuk kembali kevilla karna waktu juga sudah menjelang Maghrib dan sebentar lagi hujan akan turun.


Mobil Wahyu pun terparkir dihalaman villa tepat setelah magrib karna tadi dijalan dia mampir masjid untuk sholat terlebih dahulu.


Ketika hendak turun dari mobil Wahyu sedikit ragu karna takut untuk menjawab pertanyaan paman Iza. Namun ketakutan Wahyu menghilang karna ketika masuk kedalam rumah terlihat Iza sudah duduk diruang tengah bersenda gurau dengan keluarganya.


Ada rasa kagum dihati Wahyu. Baru beberapa saat tadi dia melihat Iza yang sangat emosional dan sangat rapuh, bahkan Wahyu juga sempat takut Iza akan sedih yang berkepanjangan.


" Nak Wahyu sudah pulang??" Tanya paman Iza dan hanya dibalas dengan senyuman dari Wahyu yang kemudian duduk di kursi sebelah paman Wahyu dan ikut bersenda gurau dengan seluruh keluarga.


Malam ini setelah makan malam Iza nampak duduk sendirian diteras belakang.Nampak dia melihat langit yang tak berbintang dan kemudian menutup matanya. Wahyu yang tak sengaja melihat pun perlahan menghampiri.


" Kamu gak papa dek?" tanya Wahyu sambil duduk disamping Iza.

__ADS_1


"Oh mas Wahyu... sejak kapan mas disini..." tanya Iza balik.


" Baru aja. kamu kenapa dek? Apa kamu baik baik saja??" tanya Wahyu


" Aku gak papa kok.Memang ak kenapa mas???" jawab Iza memalingkan wajahnya.


" Kamu jangan membohongi dirimu sendiri dek. Aku tahu kamu sedang tidak baik baik saja. Bicaralah dek aku tahu kamu butuh teman untuk bicara. Jangan menyiksa dirimu sendiri dek." ucap Wahyu berusaha membujuk Iza untuk bercerita, namun Iza tetap saja diam tak berbicara apapun.


" Kenapa kamu bersikap seperti ini dek. Kenapa kamu harus menutupi sakit hati yang kamu rasakan. Aku tahu kamu sangat butuh teman untuk mencurahkan isi hatimu. Bicaralah.... Utarakan seluruh beban dihatimu. Jangan menyiksamu dirimu seperti ini." terang Wahyu.


Iza berbalik melihat Wahyu yang duduk disampingnya.


" Aku tak tau apa yang harus aku sampaikan mas. Aku juga tidak tau harus berbuat apa. Bahkan aku pun juga tidak tahu harus bagaimana menghadapi Aan. Aku juga tidak mau Om dan Tante akan kepikiran dengan masalahku." ungkap Iza perlahan...

__ADS_1


"Lalu apa yang akan kamu lakukan dek.?" tanya Wahyu lagi.


" Entahlah mas. Aku juga tidak tahu. Biarlah waktu yang akan menjawabnya. Aku tidak mau terlalu memaksa Aan juga. Ku serahkan saja semua sama Allah mas. Allah yang lebih tau semuanya dan hanya Allah yang maha membolak balikkan hati manusia." jelas Iza pelan.


" Baiklah kamu yang sabar ya dek. Aku takjub sama pemikiran kamu. Bagaimana bisa kamu begitu kuat memendam semua ini dek. Andai aku seberuntung Aan.Aku tak akan pernah menyia-nyiakan wanita sebaik kamu dek." ucap Wahyu...


" Maksud mas Wahyu apa??" tanya Iza yang kaget dengan ucapan Wahyu.


" Ya mas gak akan mungkin menyia-nyiakan kamu jika saja kamu adalah kekasihku tapi sayangnya bukan." jawab Wahyu jujur.


Iza tak menjawab perkataan Wahyu. Mereka terdiam dan hanyut dengan pikiran masing masing hingga sampai pada akhirnya jam menunjukkan sudah larut malam. Iza dan Wahyu pun masuk kedalam kamar masing masing dan beristirahat.....


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2