Salahkah Aku

Salahkah Aku
perasangka aneh


__ADS_3

apa sebenarnya yang terjadi kepada profesor bayu akupun tidak memahaminya, sifatnya begitu aneh kepadaku kali ini, entahlah aku tidak memahami sifat dosenku yang sering berubah seperti itu, memang sifatnya sulit untuk ditebak


"fir apakah profesor bayu menyukaimu"


"ngaco kamu, kamu kira aku mau kamu jadikan pelakor gitu, seenaknya kamu bicara"


"eh iya ya, tapi bener fir kelakuan prof itu seperti orang sedang jatuh cinta, aneh banget fir, coba bayangkan deh kamu telat berapa jam dia gak marah, kamu membenturnya dia juga gak marah, ingat gak waktu itu kamu tidur di kelas dia gak marah sama sekali, dan keesokannya si rian yang tidur beliau murka, kebayang gak kamu"


ada benarnya juga apa yang diucapkan viola, memang sikap profesor bayu akhir-akhir ini sangatlah berbeda, masak sih di suka kepadaku, bukankah dia sudah punya istri, bagaimana jika itu benar-benar terjadi tanggapan orang kepadaku bagaimana, ah mungkin itu hanya praduga viola saja, kan viola memang kepoan anaknya dan kadang bikin jengkel.lirihku dalam hati


perbincangan kami di kantin kali ini hanyalah profesor bayu, sampai-sampai aku lupa kalau kami akan membahas tentang magang kami di sebuah perusahaan nantinya, maklumlah kami semester akhir di universitas ini, paling menakutkan mahasiswa memang setelah lulus, predikat pengangguran akan segera kami sandang


*****


seperti biasanya setelah pulang kuliah aku pasti langsung ke toko tempatku bekerja, namun dalam perjalanan menuju toko ku bekerja tiba-tiba aku di bikin jengkel oleh orang kaya yang menurutku sombong dan ternyata


tit.....tit....tit...tit


suara klakson mobil yang berisik padahal aku sudah jalan kepinggir dasar orang kaya sombong.ucapku


aku benci dengan suara kelakson yang terus berbunyi tak henti-hentinya, namun ternyata mobil itu berhenti di dekatku, kaca mobil pun perlahan terbuka


"safira" sapanya begitu


dan ternyata mataku tercengang tak percaya ketika ku tau orang yang menyapaku adalah profesor bayu


"eh...i..iya prof"sahutku dengn gugup


" kenapa kamu jalan kaki, apakah kamu butuh tumpangan."


tanyanya dengan senyumnya yang begitu menawan namun tidak membuatku terpanah seperti kebanyakan wanita yang ada di kampus ini, karena memang profesor sudah mempunyai istri


"safira saya bertanya padamu"


"eh..iya kenapa prof"

__ADS_1


"kenapa kamu jalan kaki, apakah butuh tumpangan mari saya antar."


"tidak prof terima kasih, saya masih ada urusan sebentar."


"mari akan saya antar"


"tidak prof terima kasih banyak, pastinya saya akan merepotkan profesor nantinya."


"tidak sama sekali safira, mari saya antar."


"tidak prof terima kasih."


"oke mungkin lain kali saja, saya permisi safira, mari"


aku hanya tersenyum mendengar tawaran profesor kepadaku, batinku selalu bertanya kejadian aneh kali ini, sungguh sangat mengherankan bagiku,,,,


ternyata lamunanku membuatku tidak sadar ketika aku sudah sampai di toko tempatku bekerja, seperti biasanya aku melayani pembeli dengan ramah, dan tidak jarang juga banyak sekali pelanggan cowok yang menghampiri toko ku sekedar menggodaku....


hehehe...geli rasanya kata menggoda bagiku, namun itulah kenyataanya bahkan semua orang ditoko ini menyadarinya


"saya ingin membeli sesuatu mbak" jawab lelaki itu menatapku dengan rasa kagum


"iya ingin membeli apa mas"


"membeli hati mbak nya"


aku tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan lelaki itu


"mbak sudah punya cowok tidak, kalau belum bolehkah saya mengagumi dan memiliki mbak."


'tuhan apakah orang ini sudah gila ya, sampai segitunya dia mengagumiku'lirihku dalam hati


"maaf mas saya sudah punya suami dan anak" jawabku setiap kali pembeli di toko ini bertanya seperti itu


"ceraikan saja mbak, menikahlah dengan saya"

__ADS_1


'bocah sialan' getutuku sedikit jengkel


"maaf mas saya lebih mencintai keluarga saya, mas kalau sudah gak ada kepentingan saya tinggal dulu ya."


itulah memang kelakuan lelaki yang sering datang ke toko ku, aku ketawa geli sekaligus jengkel,,,,


"buk....."


"aww......." merintihku kesakitan


"sory....sory....fira apakah pukulan ku terlalu sakit ya sehingga kau menahan sakit seperti itu."


"tidak mas firman, hanya saja lengan ku sedikit terkilir tadi jadi rada sakit kalau di sentuh."


maaf mas aku berbohong, siksaan ayah membuat bekas di lenganku mas, maaf mas ketika aku jujur aku takut kau memberi taunya pada kakak ku.gumamku sambil menahan sakit akibat pukulan yang tak begitu keras di lengan ku, namun rasanya sakit, hari ini tubuhku tidak bisa di sentuh siapa pun karena minggu-minggu ini ayah sering memukulku


"kamu kenapa fir, kenapa ngindip-ngindip seperti itu, siapa yang kamu liat"


"itu mas pemuda itu, dia merayuku dari tadi." aku sambil menunjuk kearahnya


melihat pria itu mas firman langsung ketawa...


"safira.....safira...kamu sih mas ajak nikah gak mau"


"weeeeee....... enak aja, aku gak mau mas jadi istri kedua, aku maunya istri pertama "


"istri kedua juga enak fir"


"istri pertama mas"


kami pun langsung tertawa, mas firman selalu menggodaku seperti itu, bahkan meskipun ada istrinya dia tetap seperti itu kepada ku, aku sudah menganggap mas firman dan istrinya keluargaku sendiri dan sebaliknya istri mas firman malahan lebih dekat kepada ku, aku senang ketika banyak yang mencintai ku namun ayah tidak pernah mencintaiku....


batinku kembali menangis mengingat itu semua, aku juga ingin merasakan pelukan ayah....


*********

__ADS_1


__ADS_2