Salahkah Aku

Salahkah Aku
30


__ADS_3

Malam pun tiba. Semua berkumpul diruang tengah. Ayah dan bunda pun juga ada disana, mereka bersenda gurau bersama. Hingga tiba pada waktunya Ayah bertanya kepada Iza tengtang keputusannya.


" Bagaimana keputusan mu nak?"


"Maafin Iza yah.. Iza juga belum tahu harus berbuat apa. Iza juga masih bingung harus bagaimana kepada keduanya."


"Kamu harus segera memutuskan sayang... Jangan egois dengan tidak mengambil sikap. Kamu jangan ikut egois seperti mereka yang masih tetap ingin bersamamu tapi mereka juga masih bersama wanita lain. Ingat nak kamu ini anak gadis. meskipun disini kamu merasa tidak salah tapi didepan orang lain yang sama sekali tidak tahu cerita diantara Aan dan Wahyu nanti pasti kamu yang dianggap perebut laki orang." tutur bunda


Semua yang mendengar pun kaget dengan ucapan bunda.


" Bund...Kok bunda ngomongnya gitu sih, ini anak kita lagi sedih kok bunda malah kayak gitu."


Bunda pun terlihat menahan air matanya.

__ADS_1


"Bunda hanya gak mau anak bunda dianggap perebut laki orang yah. Ayah sendiri juga tahu kan bagaimana warga desa. Mereka selalu menilai seseorang seenaknya sendiri. meskipun tidak tahu kenyataannya. Bunda mau anak kita ini tegas yah..." ucap bunda sambil menangis.


Iza pun langsung memeluk bundanya itu. Iza tahu jika bunda gak mau Iza jadi bahan pembicaraan tetangganya.


"Jika ayah boleh tahu apa selama diluar negeri Aan pernah menghubungi kamu nak??" tanya ayah


"Hanya sesekali saja yah Aan mengirim pesan. tapi kalo untuk telfon Aan belum pernah karna dia bilang dia masih sibuk dan Iza juga gak mau ntar kalo Iza maksa telfon malah membuat Aan marah lagi"


" Bagaimana kalo ayah yang telfon Aan??? Biar ayah yang bicara padanya." tanya ayah


"Baiklah nak... Ayah cuma mau kamu menentukan pilihan mu sesuai dengan hatimu nak. Jika kamu memang memilih salah satu dari mereka kamu harus memberi tahu mereka jika mereka juga harus meninggalkan wanita lain itu. Mereka juga tidak boleh egois. Dan kamu juga jangan terlalu mengalah sama Aan nak walau Aan memang sudah sangat dekat dengan keluarga kita tapi jika dia sudah menyakiti kamu maka ayah juga tidak akan membiarkan dia seenaknya." terang ayah.


"Baiklah ayah. Nanti Iza akan bicara sama Aan dan mas Wahyu. tapi untuk sementara Iza masih ingin menenangkan pikiran Iza dirumah dulu. karna jadwal kuliah Iza juga sudah gak ada biar besuk mereka pulang dengan Pak supir yah." ucap Iza yang dibalas anggukan ketiga sahabatnya itu.

__ADS_1


Jujur mereka sempat kaget dengan suasana dirumah malam ini karna bunda yang sedikit terbawa emosi karna putri kesayangannya disakiti. Mereka pun akhirnya kembali ke kamar dan istirahat.Keesokan harinya ketiga sahabatnya pun kembali kekota bersama sopir Om Andi.


Hari telah berlalu hari ini Iza sudah memutuskan untuk kembali ke rumah pamannya dan menyelesaikan masalahnya bersama Wahyu dan Aan. Hari ini Aan akan berkunjung ke perusahaan yang ada dikota dan ini Iza jadikan kesempatan untuk bertemu. Aan merasa senang karna untuk pertama kalinya Iza memintanya untuk bertemu. Iza juga sudah menghubungi pamannya jika dia akan kembali kekota. Paman bilang dia akan menjemputnya. Namun betapa kagetnya Iza ketika melihat mobil yang datang kerumahnya.


" Naak.. apa mobil Om mu baru?? kok itu kayaknya bukan mobil Om kamu." ucap bunda


Iza masih tak menjawab karna dia sangat kaget. bagaimana bisa dia yang menjemputnya.


" Mas Wahyu.." tanpa sadar Iza menyebut nama Wahyu


Bunda dan ayah pun saling bertatapan. Mereka juga kaget jika ternyata yang datang menjemput bukanlah adiknya tapi justru Wahyu. Orang yang juga sudah menyakiti Iza.


Ayah tersenyum melihat paras Wahyu yang turun dari mobil. Ayah merasa jika Iza bisa memilih Wahyu maka dia akan sangat bahagia.

__ADS_1


"Assalamualaikum..." ucap Wahyu


Melihat Wahyu datang dan mengucapkan salam Iza tak menjawab dan memilih masuk kedalam rumah. Ayah dan bunda pun kaget dengan sikap Iza. Bunda menjawab dan mempersilahkan Wahyu masuk.


__ADS_2