Salahkah Aku

Salahkah Aku
53


__ADS_3

Setelah mendengar cerita dari ketiga sahabatnya Iza pun merasa sangat senang karena dia tidak akan pernah canggung lagi jika bertemu dengan Aan. Iza yakin jika Aan pasti akan menepati janjinya. Namun Iza juga tidak mau gegabah untuk percaya. Iza juga bertanya kepada Wahyu.


"Menurut mas bagaimana?? Apa mas percaya kalau Aan bisa dipercaya lagi?" tanya Iza.


"Setelah mendengar cerita dari mereka, mas sedikit percaya sih dek cuman mas juga gak mau egois buat ngelarang adek berteman dengan siapa saja yang penting adek bisa menjaga diri saja." jawab Wahyu sambil tersenyum manis kepada istrinya itu.


"Makasih mas... Adek janji adek gak akan membuat mas kecewa." ucap Iza.


" Ya sudah sekarang kita cari tempat buat istirahat dan sholat dulu ya.. Nanti baru kita kerumah nenek." ajak Wahyu.


" Baiklah kalo begitu. Ayo para gadis kesayangan kita pergi.." ajak Iza kepada ketiga sahabatnya...


Setelah berjalan beberapa saat Wahyu menghentikan mobilnya kesuatu penginapan yang tak jauh dari pantai tadi. Karena memang Wahyu tadi sudah sempat mencari tahu tentang penginapan terdekat disekitar sini. Wahyu sengaja memilih penginapan dengan model klasik namun begitu menawan. Wahyu sengaja memilih tempat seperti ini karena dia berencana setelah pulang dari rumah nenek dia akan menginap disini bersama istrinya.

__ADS_1


" Kok mas tahu kalo disini ada penginapan??" tanya Iza


" Tadi mas sengaja mencari tahu tentang penginapan disekitar sini biar nanti kita habis dari rumah nenek kita masih bisa mampir kesini lagi dan menikmati suasana malam dipinggir pantai sayang.." ucap Wahyu mesra membuat wajah Iza nampak merona. Iza tak pernah berfikir jika Wahyu akan memikirkan hal seperti ini.


"Makasih mas... Tapi bagaimana dengan ketiga gadis ini??" tanya Iza sambil menatap ketiga sahabatnya yang memelas seolah mengatakan jika mereka tidak mau pisah dengan Iza.


"Biarkan mereka ikut sayang... Tapi..."


" Tapi apa mas..? " ucap Iza dengan ketiga sahabatnya kompak membuat Wahyu tertawa..


"Iya lah kita kompak karena kita itu satu, jadi gak bisa tuh dipisahkan." ucap Ningrum diikuti anggukan kepala ketiga sahabatnya.


" Kalo gak bisa dipisahkan berarti nanti kalo aku dan istriku mau bermesraan dikamar kalian ikut dong?? Emang kalian mau lihat apa yang akan dilakukan suami istri?? " Goda Wahyu terhadap istri dan sahabatnya. Iza nampak sangat malu ketika Wahyu mengatakan hal tersebut.

__ADS_1


" Mas kok ngomongnya gitu sih didepan mereka." ucap Iza disusul Anisa.


" Kalo itu beda lah mas.. Masa iya kita mau ngikutin kalian sampai didalam kamar sih. Kita cuma ngikut kalian nginep disini tapi gak ikut kalian buat begituan juga.." jawab Anisa.


"Hahahaha.. ya ya ya... Kalian akan teta ikut kita nginep disini tapi kalian beda kamar dan kamar kalian sudah aku peseneni yang cukup besar biar kalian bisa tidur bersama.." ujar Wahyu...


" Yeee.... Makasih mas Wahyu..." ucap ketiga sahabatnya itu bersamaan...


Mereka pun tiba didepan kamar masing-masing. Iza masuk bersama suaminya sedangkan ketiga sahabatnya masuk ke ruangan yang ada di seberang kamar mereka.


" Mas adek mandi duluan ya.." pinta Iza..


" Iya sayang.. Mas juga masih mau telpon temen mas dulu buat ngecek kerjaan dikota." jawab Wahyu.

__ADS_1


Setelah hampir satu jam Iza berada di dalam kamar mandi akhirnya dia keluar dan ganti Wahyu yang masuk kedalam kamar mandi...


Wahyu pun keluar dari kamar mandi. Dilihatnya Iza sedang tertidur pulas di atas sajadahnya dengan masih menggunakan mukenanya. Wahyu yang tak tega membangunkannya pun akhirnya menggendongnya keatas kasur dan menyelimutinya dengan selimut yang sudah disediakan kemudian Wahyu mengambil pakaian yang sudah Iza siapkan sebelumnya tadi lalu beranjak sholat.Setelah selesai sholat Wahyu pun merebahkan tubuhnya disamping Iza dan ikut tidur.


__ADS_2