Salahkah Aku

Salahkah Aku
59


__ADS_3

Setelah selesai makan Wahyu pun mengantarkan istri dan sahabatnya kepondok. Setelah beberapa saat mereka kini tiba dihalaman belakang pondok. Wahyu sengaja tidak menurunkan Iza didepan pondok karna tidak ingin dilihat banyak orang. ketiga sahabat Iza memilih untuk lebih dahulu turun disusul Wahyu yang membukakan pintu untuk istrinya. Iza pun kemudian berpamitan kepada Wahyu tak lupa dia mencium punggung telapak tangan Wahyu. Wahyu pun juga membalasnya dengan memeluk kemudian mencium kening istrinya sangat lama.


"Mas akan sangat merindukanmu sayang." Ucap Wahyu pada Iza namun bukan Iza yang menjawab melainkan sahabatnya Ustad Ismail.


"Kayak mau ditinggal kemana aja sih kamu tu yuuu Yuuu..Kalo kangen kan Tinggal datang kemari terus ketemu. Gak usah lebay gitu." ucap ustad Ismail.


" Kamu tu ya il ganggu aja. Kan jadi gak romantis ini perpisahan ku sama istriku ini." ucap Wahyu sambil melepaskan pelukannya pada iza sedangkan Iza nampak sangat malu dengan sikap suaminya dan itu dilihat oleh ustadz Ismail. Ustad Ismail yang juga sudah seperti sahabatnya sendiri bagi Iza pun ikut bahagia melihat keduanya.


" Tuh za kamu kok mau sih nikah sama orang tengil kaya gitu." goda ustadz Ismail pada Wahyu


"Enak aja kamu ngomong il. Gini-gini istriku juga cinta ya sama aku ya kan sayang?" ucap Wahyu meminta pembelaan pada istrinya. Namun bukan pembelaan yang dia dapat tapi Iza justru ikut menggoda suaminya.


"Kepaksa deh kayaknya." ucap Iza sambil tertawa dan segera masuk kedalam pondok.

__ADS_1


Wahyu pun tertawa melihat sikap istrinya itu..


" Aku titip Iza ya il.. Nanti malam aku akan keluar kota bersama Om andi dan juga Papaku buat menyelesaikan permasalahan disana."


"Kamu tenang aja yu.. Dia akan aman tinggal disini. Semoga urusanmu segera terselesaikan dan kau segera kembali dengan selamat sebelum acara disini selesai biar istrimu tidak curiga." Ucap ustad Ismail.


"Amin.. Makasih ya il kamu sudah bersedia menjaga dia untukku." kata Wahyu menunduk


" Aku pergi dulu ya il assalamualaikum.." pamit Wahyu


"Baiklah.. Hati-hati dijalan yu.. waalaikum salam." jawab ustad Ismail.


Wahyu pun berlalu pergi meninggalkan pondok menuju rumah paman Iza. untuk membicarakan masalah diperusahaannya bersama dengan papa dan juga pamannya.

__ADS_1


Wahyu nampak sangat serius mendengarkan saran saran yang diberikan oleh kedua orangtuanya itu kemudian mereka berangkat keluar kota untuk menyelesaikan pekerjaan itu.


Dua hari telah berlalu. Iza merasa ada yang aneh dalam dirinya karena sudah dua hari tidak bertemu dengan suaminya. Iza sudah berusaha menghubunginya namun Wahyu sama sekali tidak pernah menjawab panggilannya. Ketiga sahabatnya yang melihat Iza yang sedikit aneh pun bertanya tanya.


"Kamu kenapa za?? Apa ada sesuatu yang terjadi??" tanya Anisa.


" Aku juga tidak tau sa.. Sudah dua hari ini semenjak mas Wahyu mengantarkan kita kepondok ini dia tidak pernah menghubungi aku. Aku takut dia kenapa-napa." Jelas Iza


" kamu sudah menghubunginya?" Tanya Anisa.


" Sudah tapi tidak diangkat.. Aku juga sudah mengirimkan banyak pesan tapi tidak pernah dibalas Sama dia." jelas Iza sedih.


Ustad Ismail yang sedari tadi mendengarkan cerita Iza pun merasa sangat sedih karna tidak bisa memberi tahu Iza jika suaminya kini sedang berada diluar kota untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang sedang dia hadapi.

__ADS_1


__ADS_2