Salahkah Aku

Salahkah Aku
63


__ADS_3

Hari telah berlalu begitu cepat. Kini tiba saatnya acara resepsi pernikahan Iza bersama Wahyu. Resepsi diadakan dengan tema outdoor agar kedua mempelai bisa dekat dengan para tamu undangan.


Semua nampak sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing begitupun dengan Iza dan ketiga sahabatnya. Iza Nampak sedang melihat-lihat dekorasi pelaminan.


"Waah bagus banget sih dekorasinya.." ucap Sanya.


"Iya sungguh sangat cantik. " tambah Anisa sambil terus berjalan menapaki red carpet menuju tempat pelaminan yang dihiasi dengan banyak bunga mawar putih disekelilingnya.


Ditempat lain Aan baru saja sampai ketempat acara resepsi pernikahan Iza. Ketika dia akan masuk dia bertemu dengan paman iza yang hendak keluar.


" Kau datang An?" tanya paman iza.


"Om Andi. Assalamualaikum Om." sapa Aan kemudian meraih tangan dan mencium tangan paman Iza.


" Waalaikum salam An. Kamu tak menjawab ucapan Om Aan?" jawab Om Andi.


"Iya Om Aan pasti akan datang dan juga akan membantu Iza." jawab Aan.


"Terima kasih an. Om harap kamu juga akan segera bertemu wanita Sholehah seperti yang kau harapkan." ucap Om Andi

__ADS_1


"Amin terima kasih om." jawab Aan


"Sama-sama An. Ya sudah kamu masuk saja dulu. Om ada yang perlu dikerjakan diluar jadi om pamit dulu." ucap Om Andi


"Iya Om hati-hati dijalan." Jawab Aan


Aan pun masuk kedalam dan mencari-cari keberadaan Iza dan ketiga sahabatnya. Setelah melihat-lihat sekeliling akhirnya Aan menemukan Iza yang sedang duduk didekat bunga-bunga.


"Assalamualaikum za.." ucap Aan


"waalaikum salam An. kau sudah datang." jawab Iza.


"Iya za.... Bagaimana kabarmu??? Dimana suamimu???" tanya Aan.


"Ada apa sayang?" tanya Wahyu pada iza.


" Gak papa mas. Tadi Aan nanyain mas dimana gitu aja." jawab Iza.


"Oh iya... Hai An... gimana kabarmu?? Terima kasih ya sudah menyempatkan diri untuk hadir dan membantu persiapan resepsi pernikahan kami." ucap Wahyu

__ADS_1


" Alhamdulillah sehat yu.. Udah gak usah makasih segala. Udah jadi kewajiban juga sebagai seorang kakak membantu persiapan resepsi pernikahan adiknya... Oya ak kesana dulu yaa..." ucap Aan sambil berlalu pergi seraya tersenyum tanpa mendengarkan jawaban dari Iza dan Wahyu.


Iza merasa bersyukur karena kini Aan sudah bisa menerima kenyataan dan Aan juga menganggap Iza sebagai adiknya karena dengan begitu akan lebih mudah kedepannya untuk mereka menjalin silaturahmi.


" Sayang kenapa kok senyum senyum gitu." tanya Wahyu pada Iza.


"Gak papa mas. Adek cuma seneng aja karena pada akhirnya hubungan adek sama Aan bisa menjadi seperti ini. Karena bagaimanapun juga adek juga sempat takut jika nanti hubungan adek akan memburuk setelah pernikahan kita. Tapi Alhamdulillah Aan bisa berhati besar dan sekarang hubungan kita seperti ini." jawab Iza jujur


" Iya sayang mas juga bersyukur sekarang Aan tidak membenci mas karena mas sudah menikahi adek." ucap Wahyu sambil memeluk pinggang istrinya.


Waktu pun berlalu sangat cepat. Kini sudah saatnya acara resepsi pernikahan mereka dimulai. Nampak seluruh undangan sudah memadati lokasi. Kini saatnya Iza dan Wahyu memasuki tempat resepsi.


Iza nampak sangat cantik dengan balutan gaun pengantinnya dan berjalan berdampingan dengan Wahyu dengan setelan jas yang senada dengan warna gaun Iza.


Didepan mereka sudah ada para Bridesmaids yang tak lain adalah ketiga sahabat Iza beserta adik dan sepupu dari Wahyu. Nampak mereka sangat bahagia.


Kini iza dan Wahyu sudah berada di pelaminan. Seluruh tamu undangan pun satu persatu menghampiri dan mengabadikan moment pernikahan Iza dengan kamera.


Tiba tiba suasana menjadi canggung ketika kedatangan seseorang. Nampak asisten Wahyu ingin mencegahnya dan hal itu dilihat iza. SeketikaIza memberikan isyarat kepada asisten Wahyu untuk membiarkan dia masuk. Wanita itu kini nampak akan menghampiri Wahyu dan Iza dipelaminan. Wahyu yang melihat itupun nampak kaget bagaimana mana bisa dia dibiarkan masuk. Wahyu nampak ingin memberi isyarat kepada asistennya namun dicegah Iza.

__ADS_1


" Biarkan dia datang mas. Adek yang memberikan perintah kepada asisten mas untuk membiarkan dia masuk." Bisik Iza kepada Wahyu yang membuat Wahyu sangat kaget. Wahyu hanya menatap istrinya dengan penuh tanda tanya namun Iza hanya melemparkan senyuman manis nya kepada Wahyu.


Wanita itupun menghampiri mereka dan memberikan selamat. Nampak Wahyu sangat ingin marah namun Iza berusaha untuk menenangkannya dengan menggenggam erat tangan suaminya sambil memberikan senyuman termanisnya.


__ADS_2