
Di meja makan sarapan sudah tertata rapi.
Semua keluarga juga sudah berkumpul untuk sarapan bersama tinggal menunggu Iza.
"Assalamualaikum Om, Tante".. ucap Iza
" Waalaikum Salam sayang yuk segera sarapannya" jawab Tante Ratna sambil menuangkan nasi kepiring suaminya.
Mereka pun makan bersama tanpa ada suara apapun kecuali suara piring dan sendok.
Setelah selesai makan Iza pun berangkat kekampus diantar pamannya karna sudah jadi kebiasaan kalo pamannya dirumah Iza tidak diperbolehkan berangkat kekampus sendirian sama pamannya. Kemanapun Iza pergi pasti selalu sama pamannya.Tak terasa Iza pun sudah sampai dkampus.
Setelah turun dari mobil Iza pun langsung disamperi sama sahabat sahabatnya itu...
" Waaaah.... Anak Gadis kesayangan hari ini diantar ya...." goda sahabat sahabat Iza. Namun tak mendapatkan respon dari Iza seperti biasanya. Mereka pun saling bertatapan seolah tahu kalo ada sesuatu yang menggangu sahabatnya itu...
"Za kamu ada apa??? kok gak kayak biasanya....?? kamu marah sama kita???" tanya sanya yang diangguki sahabat sahabat lainnya.
__ADS_1
"Enggak kok, aku gak marah sama kalian. cumaaan...." ucapan Iza tak dilanjutkan
"Cuman kenapa za???" jawab serentak ketiga sahabat Iza.
" aku lagi bingung aja... Tadi pagi Aan tiba tiba telfon. dia bilang Minggu depan akan ada acara di kota sebelah dan dia mau setelah acara itu selesai kita bertemu..." ucap Iza sambil menundukkan kepalanya menahan air matanya...
ketiga sahabat itupun langsung memeluk Iza tanpa menjawab apapun. Mereka tau jika Iza tak pernah mencintai Aan. Dan mereka juga tau sifat Aan yang selalu memutuskan segala sesuatu tanpa persetujuan dari Iza.
Setelah berpelukan mereka pun masuk kelas untuk mengikuti mata kuliah hari ini. Tak ada pembicaraan apapun diantara mereka karna mereka tau kalo saat ini Iza tak ingin membahas apapun.
Ditengah permainan handphone Iza berdering tanda pesan masuk dari Om Andi.
"Sayang nanti habis dari mall kamu djemput Wahyu ya... Soalnya Om Pram datang terus ngajakin kita nginep divila milik Om Pram. Kamu tenang aja semua perlengkapan kamu udah disiapin Tante kamu dan juga udah Om bawa. Wahyu masih ada meeting sama client makanya berangkat belakangan sama kamu." isi pesan itu..
"Siapa za kok kamu kayaknya kaget gitu??" tanya ningrum
"Oh ini Om Andi katanya gak bisa jemput soalnya lagi divilanya Om Pram pamannya Wahyu." jelas Iza
__ADS_1
" Pamannya Wahyu??? Berarti Paman kamu juga dong nis? " tanya Ningrum sama Anisa sepupu Wahyu
" Oh bukan... itu beda... Aku kan sepupu dari mamanya wahyu sedangkan Om Pram itu sodara lelaki dari ayahnya Wahyu.."
"Ooooo..." jawab mereka bertiga
Tak selang berapa lama Ningrum pun pamit pulang duluan karena sudah dijemput sama kekasihnya. Sanya pun ikut Ningrum karena mereka searah. Tinggallah Iza dan Anisa disana menunggu Wahyu datang.
"Za itu kayaknya Wahyu tu.." Anisa pun langsung melambaikan tangannya kepada Wahyu. Aiza hanya tersenyum melihat tingkah temannya itu.
"Assalamualaikum nis, za udah lama ya nunggunya?" ucap Wahyu dan dijawab Aiza hanya dengan senyuman yang membuat detak jantung Wahyu berdetak kencang.
" Udah lumutan nungguin kamu itu mas mas... untung aja temenku ini orangnya sabar kalo gak udah dmakan habis kamu.." jawab Anisa
"Emang aku apaan za makan daging orang..." jawab Iza sedikit manyun dan itu membuat Anisa dan Wahyu tertawa....
Bersambung....
__ADS_1