Salahkah Aku

Salahkah Aku
24


__ADS_3

Iza dan Wahyu pun bergegas meninggalkan rumah Wahyu.Hening tak ada pembicaraan diantara mereka. Hingga akhirnya Wahyu membuka suara.


"Makasih ya dek. Kamu udah mau mas kenalin sama mama dan makasih karna kamu tadi juga udah mau bermain sama Zahra." ucap Wahyu sambil melirik Iza sekilas.


"Sama sama mas. Iza juga seneng bisa kenal sama mama mas Wahyu tapii...." Iza tak meneruskan ucapannya.


"Tapi kenapa dek?"


"Ah gak jadi mas. gak papa kok" ucap Iza sambil menutupi keraguan dalam hatinya.


" Kenapa gak jadi.??? Ayolah bicara saja. Mas janji akan jawab kalo mas bisa jawab" ucap Wahyu


"em... Mas kenapa mendadak ingin ngenalin aku sama mama mas.??? terus tadi mama mas ngira aku ini sari. Siapa itu sari???" tanya Iza namun Wahyu mendadak terdiam. Dan melihat reaksi Wahyu pun Iza jadi sadar diri.

__ADS_1


Ada sedikit rasa kecewa dihati Iza. Iza kembali terdiam dan menatap kosong keluar jendela. Ada beberapa pertanyaan yang muncul dibenak Iza namun berusaha ia tepiskan karna dia sadar bahwa Iza bukanlah siapa-siapa Wahyu.


Tanpa Iza sadari ada butir bening membasahi pipinya. Entah kenapa Iza merasa sangat sakit dihatinya. Wahyu yang sekilas melihat Iza menghapus air matanya pun akhirnya membuka suara.


"Maafin mas dek. mungkin kamu bingung dengan keadaan ini. Mas juga tak tau harus menjawab apa. Mas hanya ingin kamu bisa dekat dengan Mama karna buat mas mama adalah segalanya. Jadi siapapun wanita yang mas sayangi akan mas kenalkan sama mama. Dan kamu adalah wanita yang satu satunya mas kenalin sama mama?" jelas Wahyu


Mendengar apa yang dikatakan Wahyu Iza pun kaget. wanita yang mas Wahyu sayangi???siapa??? aku??? tapi terus siapa sari?? ucap Iza dalam hati


ha...wanita yang dia harapkan?? terus apa maksud dia barusan bilang kalo aku adalah wanita yang dia sayang? kenapa semua menjadi seperti ini. Batin Iza lagi.


"Maksud mas apa?"


"Dek... Jujur mas sayang sama kamu. Mas juga gak berharap lebih dari kamu. mas cuma mau kamu tau kalo ada mas yang sayang sama kamu meskipun kamu punya kekasih tapi mas gak akan meminta kamu untuk meninggalkannya dan menjadi kekasih mas karna mas sendiri juga masih mengharapkan sari untuk menerima mas." ucap Wahyu jujur

__ADS_1


Iza tak tau harus menjawab apa. Disatu sisi Iza senang karena ternyata Wahyu juga sayang kepadanya namun Iza juga sedih karna ternyata Wahyu masih mengharapkan wanita lainnya...


Mereka pun akhirnya saling terdiam hingga sampai didepan rumah Iza. Wahyu akan turun membukakan pintu untuk Iza namun dicegah olehnya.


"Mas gak usah turun bukain pintu buat Iza. Iza bisa sendiri." Ucap Iza sambil membuka pintu dan turun dari mobil tanpa berbalik melihat Wahyu.


Wahyu yang sadar akan sikap Iza yang berbeda merasa sedikit menyesal. Namun Wahyu juga tidak mau membohongi iza tentang perasaannya. Wahyu hanya berharap Iza akan memaafkannya. Wahyu merasa sangat furstasi hingga akhirnya memutuskan untuk kepondok guna menceritakan perasaannya kepada sahabatnya ustad Ismail


Wahyu pun menjalankan mobilnya menuju pondok.sesampainya dia disana dia langsung menceritakan apa yang terjadi diantaranya dan Iza. Dia juga menceritakan sikap Iza ketika mendengar penjelasannya mengenai sari.


" Bodoh kamu itu yu... Bodoh banget... Bagaimana bisa kamu seceroboh itu." ucap ustad ismail.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2