Salahkah Aku

Salahkah Aku
35


__ADS_3

Mendengar jawaban dari Wahyu papa Wahyu sedikit kaget, karna merasa aneh jika mereka saling menyayangi tapi tidak ada ikatan. Papa Wahyu pun punya rencana sendiri untuk mereka.


" Kak apa kamu yakin??? Maksud papa bukanya papa gak setuju dengan keputusan mu tapi buat papa itu tidak mungkin jika kalian saling menyayangi tapi kalian gak pacaran. Apa kamu tidak takut kalo nanti justru menjadi ladang dosa buat kalian karena sering bertemu." uca papa Wahyu yang membuat Iza semakin menundukkan kepalanya, karna semua yang diucapkan Wahyu tadi sebenarnya adalah keinginan Iza. Wahyu yang faham dengan ucapan papanya pun akhirnya juga tak berani menjawab untuk lebih.


"Baiklah jika kalian diam berarti kalian sudah memutuskan tentang semua ini. Maaf untuk saat ini papa tidak setuju sama kamu kak. Kakak bisa antar Iza pulang sekarang dan mungkin besuk kamu ikut papa saja keluar kota."


"Paaa... papa kok gitu sih. Masa iya cuma kau begini papa langsung marah dan mengusir Iza.?"


"Papa gak ngusir kak.Papa bicara apa adanya...kamu kan tau papa gak suka basa basi." jawab papa Wahyu.


"Trus papa maunya apa..? kakak gak mau pindah pa... kalo sampai kakak pindah terus bagaimana dengan kakak dan iza pa?"

__ADS_1


"Bagaimana bagaimana maksud kamu kak. kalian kan gak punya hubungan apa apa dan kalian bukannya sudah yakin kalo memang jodoh maka akan dipersatukan. Ya udah itu aja."


"Paaaa" Teriak Wahyu...


Iza pun kaget mendengar Wahyu teriak seperti itu. Iza tak pernah berfikir jika akan jadi begini. Iza pun sepontan memegang lengan Wahyu untuk pertama kalinya dengan maksud menenangkannya namun tanpa Wahyu sadari dia pun membalas dengan menggenggam tangan Iza lalu berkata pada papanya.


"Pa selama ini kakak selalu menurut kepada papa tapi maaf pa.. untuk kali ini kakak gak bisa nurut sama papa. kakak gak mau pergi dari rumah ini apalagi harus berpisah sama Iza pa." ucap Wahyu pada papanya yang kemudian dibalas dengan sedikit senyum dan syarat


"Kak lepasin dulu tangan Iza. kalian bukan muhrim." Ucap papa Wahyu yang membuat Wahyu dan Iza merasa sangat kaget dan Iza juga sangat malu kemudian melepaskan tangan mereka.


"Bukan kamu yang salah dek. Mas yang memegang tanganmu. Maafin mas ya... Mas yang salah." ucap Wahyu yang membuat papanya sangat bahagia melihat putranya ini.

__ADS_1


"Ehem ehem. Sudah sudah jangan drama drama didepan papa kak... Gimana kamu mau menerima syarat dari papa apa nggak???"


"Syaratnya apa dulu pa. Apapun itu kakak akan menurutinya asal jangan suruh kakak berpisah sama Iza." Jawab Wahyu dengan yakin.


"Baiklah kalo begitu. Papa mau kamu khitbah Iza secepat mungkin. Setelah itu kalian menikah. Baru setelah menikah kalian baru boleh pacaran karna pacaran setelah menikah itu akan mendatangkan banyak pahala kak sedangkan pacaran sebelum menikah itu akan mendapatkan banyak dosa. bukan begitu nak Iza.?" tanya papa Wahyu yang sepertinya mengerti jika Iza memang tidak mau pacaran.


"I...iya om" jawab iza sedikit gugup


"Bagaimana kak. apa kamu menerima syarat dari papa?"tanya papa Wahyu lagi yang sebenarnya dia tahu bahwa sebenarnya anaknya pasti sangat kaget karna Wahyu terlihat masih mematung.


"Baiklah pa.. Wahyu menerima syarat dari papa tapi apa Iza juga akan menerima itu??" tanya Wahyu sambil menatap wanita disampingnya itu.

__ADS_1


"Apa kakak sudah memikirkan resiko dari jawaban kakak?"Tanya papa Wahyu karna papa Wahyu sangat tahu anaknya yang sebenarnya sat ini sedang diantara dua wanita namun hanya Iza yang dia bawa pulang karna sari yang masih menggantungkan perasaannya. Wahyu pun terlihat sedang berfikir karna dia tau jika dia mengkhitbah Iza sekarang itu artinya dia harus benar benar mengubur harapannya bersama sari.


"Insyaallah kakak sudah memikirkan hal itu pa. Kakak tau maksud papa namun kakak akan berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk Iza." Jawab Wahyu


__ADS_2