Salahkah Aku

Salahkah Aku
23


__ADS_3

Ada apa dengan mas Wahyu. kenapa tiba tiba mau kenalin aku sama orang tuanya. bukankah kita tidak punya hubungan apa apa. tapi kenapa aku harus dikenalin sama orang tuanya. tanya Iza dalam hatinya..


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai dirumah Wahyu. Iza terlihat sangat gugup karna ini sungguh diluar pikirannya.


Wahyu yang tau Iza sedang gugup pun berusaha membuatnya tenang.


"Adek gak usah takut. mama mas orangnya baik kok. mama gak akan apa apain adek. jadi jangan takut. kalo mama tanya jawab aja sesuai perasaan adek." pinta Wahyu pada iza.


mereka pun akhirnya turun dari mobil dan mulai masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum.." ucap mereka bersamaan


Wahyu pun membuka pintu dan meminta Iza untuk masuk.


" Masuk dulu dek. Biar mas panggil mama dulu." ucap Wahyu yang dibalas anggukan dan senyuman oleh Iza.


Tak lama setelah Iza duduk ada seorang wanita masuk dari luar rumah bersama seorang anak kecil...


"Wah ada tamu ya ternyata..." ucap mama Wahyu yang membuat Wahyu yang sedang berjalan pun membalikkan tubuhnya.


" Mama dari mana. baru aja Wahyu mau cari mama didalam."


"Mama habis ajak Zahra jalan jalan kak. Oiya ini siapa kak?? pasti ini sari ya.." ucap mama Wahyu yang berhasil membuat Wahyu menatap mamanya tajam.


Deg...

__ADS_1


Iza pun tak kalah kaget. Siapa sari??? Apa dia kekasih mas Wahyu??batin Iza.


Wahyu yang sadar dengan perubahan raut wajah Iza pun langsung mamanggil mamanya mengisyaratkan bahwa dugaan mamanya salah.


"Maa...."


Mama Wahyu pun paham maksud anaknya..


" Oh mama salah ya..." ucapnya...


"Dia Iza ma... yang Wahyu ingin kenalkan sama mama kemarin." jawab Wahyu


" Oh ini Iza yang keponakannya mas Andi itu ya...??" tanya mama Wahyu


" Iya Tante.." jawab Iza sambil bersalaman pada mama Wahyu dan tak lupa dia mencium punggung tangan itu.


Iza hanya menjawab dengan senyuman dan menatap Wahyu sekilas. Mereka pun akhirnya berbincang bincang bersama dan sesekali mereka bercanda bersama adik Wahyu sebelum akhirnya adik Wahyu tertidur dipangkuan Iza. Mama Wahyu yang melihat Zahra begitu dekat dengan Iza pun sangat bahagia karna Zahra bukan tipikal anak yang mudah akrab dengan orang baru.


" Wah nak Iza kelihatannya Zahra sangat senang Deket denganmu. Karna biasanya Zahra sangat sulit dekat dengan orang baru." jelas mama wahyu yang dibalas senyuman sama oleh Iza.


" sini biar Tante taruh dikamar dulu. kamu lanjut ngobrol sama Wahyu ya... kalo mau istirahat kamu pakai kamar Wahyu." ucap mama Wahyu sambil mengambil Zahra dari pangkuan Iza dan berlalu masuk kekamarnya.


"Kamu pasti capek ya dek habis pangku Zahra sampai tertidur begitu.Maaf ya?" tanya Wahyu


"Enggak kok mas. Iza gak papa, Iza justru seneng bisa main sama Zahra kaya tadi. Jadi inget Syibil yang dulu." jawab Iza

__ADS_1


" Ya udah besuk kamu kesini lagi ya biar bisa main sama Zahra..." Pinta Wahyu pada iza.


" Eh nggak gitu juga maksud Iza mas.."


" Gak papa dek, mas justru seneng kalo kamu mau kesini tiap hari jadi mas bisa Deket sama kamu terus."


" Mas Wahyu jangan mengada ada deh. Gak enak nanti kalo dilihat orang kalo Iza sering datang kerumah mas Wahyu." jawab Iza


" Ya gak papa lah dek, Bahkan kalo dinikahin sekalipun mas juga mau." goda Wahyu yang mendapat tatapan tajam dari Iza.


"Udah sore mas, Iza mau pulang nanti Tante nyariin gimana?"


"Oh iya bentar mas panggil mama dulu ya."


Tak lama kemudian mama Wahyu keluar.


"Kok buru buru aja sih za... Kan masih sore?"


ucap mama Iza.


"Iya tant takut nanti Tante nyariin kalo gak pulang pulang. Iza pamit dulu ya tant." Iza pun mencium punggung tangan mama Wahyu


" Kamu hati hati ya... Jangan lupa sering seringlah main kerumah. Pasti Zahra akan sangat bahagia apalagi kakaknya itu." tunjuk mama Wahyu pada anaknya itu.


"Insyaallah tant." jawab Iza

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2