
Mereka pun akhirnya berpisah. Iza dan keluarganya kembali kerumahnya sedangkan Wahyu mengantarkan paman nya kebandara.
Selama perjalanan Iza menghabiskan waktunya untuk tidur begitu pula dengan Syibil.
Sesampainya dirumah Iza langsung masuk ke kamarnya dan membersihkan diri lalu istirahat sebentar. Setelah istirahat Iza keluar dari kamar menuju ruang makan. Nampak Tante Ratna sedang menyiapkan makanan untuk makan malam.
"Biar Iza bantuin tant..." Ucapnya
"Oh ini udah selesai nak.tinggal panggil Om kamu aja. Tolong kamu bantu tante panggil Om kamu saja ya naak... Om kamu lagi diruang kerjanya.." Jawab Tante
" Ok tant..." ucap Iza sambil mengacungkan jempolnya.
tok tok tok
ceklek Iza membuka pintu ruangan itu.
"Om... Om andi... om...Iza boleh masuk??"tanya Iza sambil celingukan melihat sekitar ruangan pamannya itu dan tenyata pamannya sedang telfon dengan seseorang di balkon.
pantes aja om Andi gak jawab ak panggil panggil ternyata dia sedang telfonan. batin Iza. Iza terus berjalan mengelilingi ruangan itu sambil melihat-lihat beberapa barang yang ada disana.
__ADS_1
Andi yang sedari tadi melihat gadis kesayangannya itu masuk keruangan nya segera mematikan panggilannya.
" Kenapa sayang??? Apa ada yang ingin kamu sampaikan??" tanya paman Iza yang membuatnya kaget dan segera membalikkan tubuhnya.
" Oh.. enggak kok Om. Iza cuma mau bilang kalo makan malamnya udah siap. Tante juga sudah menunggu dimeja makan." jawab Iza sambil tersenyum.
" Baiklah ayo kita makan." jawab Paman Iza sambil merangkul pundak keponakannya itu.
Setelah selesai makan Iza kembali kekamar nya. Dia merebahkan tubuhnya diatas kasur. Setelah itu dia iseng iseng membuka hp nya. Banyak pesan masuk disana terutama dari goupnya bersama sahabat sahabatnya.
" Wii anak gadis kesayangannya Om Andi? kemane aje luuu..." ucap ningrum
" Za kita kangeeen.,... kamu kemana aja.??? jangan jangan kamu menghilang dengan mas Wahyu...?" jawab Anisa
" iya jangan jangan kamu keasyikan liburan sama Wahyu makanya lupa sama kita." jawab ningrum dan masih banyak lagi chat yang lainnya namun tak ada sedikitpun niat Iza untuk membalas pesan2 dari sahabatnya itu. Iza pun memutuskan untuk kembali istirahat.
Keesokan paginya Iza terbangun karna merasa haus. dilihatnya masih pukul 03.00 dini hari. Iza pun beranjak dari tempat tidurnya. Setelah minum Iza memutuskan untuk membersihkan diri kemudian sholat malam. Ditengah-tengah dirinya berdoa tiba tiba dia teringat akan salah satu pesan dihapenya tadi. Pesan dari seseorang yang seseorang yang sudah tidak pernah menghubunginya setelah kejadian divilla itu. Pesan yang mengatakan bahwa dirinya minta maaf dan mengaku menyesal atas apa yang terjadi di villa kemarin. Dia juga mengaku ingin meminta maaf secara langsung hari ini jika Iza mengijinkannya namun Iza tak ingin menemuinya. Iza hanya membalas bahwa dirinya sudah memaafkan kesalahannya dan tidak perlu untuk bertemu dengan alasan Iza sibuk dengan tugas kampusnya.
Lama Iza terdiam diatas sajadahnya. Dia menangis disujudnya meratapi kegundahan hatinya. Terdengar suara adzan subuh dari masjid sebelah rumahnya. Iza mengangkat tubuhnya kemudian mengambil air wudhu lagi dan berangkat kemasjid.
__ADS_1
Paginya Iza sudah rapi akan berangkat kekampus. Setelah selesai dengan ritual pagi Iza pun keluar kamar untuk sarapan bersama pamannya namun betapa kagetnya dia dengan keberadaan seseorang diruang tamu yang sedang duduk dengan pamannya...
" Aan... Kenapa kamu ada disini???" tanya Iza pada Aan. Nampak raut wajah yang tidak senang dengan keberadaannya disini.
" Sayang... kamu kenapa ngomongnya kayak gitu... Dia kan teman kamu.." jawab Paman Iza.
" Maaf jika kamu tidak senang dengan kedatanganku... Tapi aku benar benar ingin bertemu denganmu... " jawab Aan
Iza tak menjawab lagi. Dia merasa jengah dengan sikap Aan yang selalu memutuskan segala sesuatu tanpa persetujuan dari Iza.
" ya sudah paman mau siap siap kekantor dulu kalian bicaralah... Sayang kalo kalian ada masalah bicarakan baik baik nak jangan lari dari masalah... Dan kamu nak Aan saya mohon kamu jangan terlalu memaksa Iza." jelas paman Iza dengan menatap satu persatu Iza n Aan.
" Baik Om. Aan akan berusaha untuk mengerti Iza dan kalo boleh Aan minta ijin untuk mengantarkan Iza kekampus boleh om???" Tanya Aan
" Oh.. Silahkan saja asal Iza bersedia. Bagaimana sayang??" tanya Paman Iza
" Baiklah tapi nanti pulangnya gak usah jemput. Iza mau kepondok sama temen temen." jawab Iza berlalu pergi meninggalkan pamannya dan Aan.
bersambung....
__ADS_1